
Saat Aifah sudah sampai ke kediaman orang tuanya dia segera turun dari mobil yang sengaja disewa oleh bapakny untuk menjemputnya dari bandara karena perjalanan dari bandara sampai ke kediaman orang tuanya sangat lah jauh.
"Nak cepat istirahatlah pasti kau lelah" tegur Bapak Aifah saat melihat anak perempuannya itu sedang berdiri di ruang tamu sambil mengedarkan pandangannya keseluruh rumah itu.
"Rumah ini banyak berubah ternyata" ucap Aifah sambil melihat semua sudut yang ada dirumah itu yang sudah tampak beda dari sebelumnya dia tinggalkan dulu waktu kecil.
"Hanya sedikit dirubah,,,cepat istirahatlah kamar mu masih sama seperti waktu kau meninggalkan rumah ini" seru Ibu Aifah pada anaknya dan Aifah mengiyakan permintaan kedua orang tuanya untuk segera istirahat.
Saat Aifah membuka pintu kamarnya dulu matanya begitu terkesiap karena semua yang ada disitu tidaklah berubah semua tetap sama, Aifah melihat banyak sekali foto dirinya dulu saat masih kecil, dia tersenyum melihat fotonya sendiri.
Matanya tertuju pada salah satu foto yang berjajar rapi disana di dalam foto itu ada dua orang anak yang satu anak perempuan dan yang satu anak laki-laki yang sedang tertawa ceria seperti tidak ada kesedihan yang ia rasakan waktu itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu sekarang kak,,,aku sungguh merindukanmu,,,sepertinya nanti aku akan berkunjung kerumahmu" gumam Aifah dalam hati seraya membelai bingkai foto itu dan tersenyum.
Setelah beberapa saat ia melihat semua isi kamarnya dia segera merebahkan tubuhnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena semalam ia tidak bisa tidur nyenyak karena merasa patah hati.
Ia terbangun saat siang hari untuk melaksanakan kewajibannya untuk beribadah.
Setelah kegiatannya selesai ia menyusul keluarganya yang sedang ada diruang keluarga untuk menonton tv seraya mengobrol ringan dan bercanda.
"Nak apakah kau akan menetap disini bersama kami ?" tanya Bapak Aifah disela sela obrolannya.
"Entahlah, pak Aifah masih bingung karena, sebenarnya ifah mendapatkan beasiswa di universitas yang ada di Yogyakarta" tutur Aifah terlihat sendu.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau bingung,,,ambillah saja kita sebagai orang tua akan mendukungmu"tutur Ibu Aini sambil mengelus bahu anaknya itu.
"Tapi jika ku ambil beasiswa itu pasti aku akan berjauhan lagi dengan kalian" ucap Aifah lirik dan menundukkan pandangannya karena menahan banyak kesedihan.
"Nak dengarkan lah,,,,setiap anak akan meninggalkan orang tuanya kelak saat anak itu menikah,,,,lebih-lebih anak perempuan setelah dia menikah sudah tidak menjadi tangung jawab orang tuanya dan beralih pada suaminya,,,dan pasti dia akan dibawa jauh oleh suaminya dari orang tuanya" tutur Bapak Aifah memberikan pengertian pada anak perempuannya itu agar tidak terlalu bersedih dengan apa yang ia alami.
"Baiklah ifah akan mempertimbangkan itu semua" ucapnya lirih.
"Kau sudah dewasa nak ibu percaya kalau kamu pasti bisa menentukan mana yang terbaik untuk masa depanmu kelak,,,,karena kita sebagai orang tua hanya bisa memberimu doa, nasehat dan uang untuk kebutuhamu selama kamu menuntut ilmu nak" tutur Ibu Aini sambil mengelus bahu anaknya untuk menenangkannya.
"Baiklah ifah akan kuliah di Yogyakarta tapi ifah akan disini selama kuliah belum dimulai" putus Aifah dengan penuh keyakinan.
__ADS_1