Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 26"


__ADS_3

Panji melihat Aifah yang sedang menundukkan kepala dan dia tau jika Aifah sedang menahan kesedihannya.


"Jika sedih menangis lah jangan jadi sok kuat gue tau lo rapuh" ucap Panji sambil melihat Aifah yang masih saja menundukkan kepalanya.


Aifah yang mendengar ucapan Panji yang ada disebelahnya mulai mengangkat kepala dan menyingitkan satu alisnya.


"Kenapa gue harus sedih gue masih bisa ketemu mereka lagi" kata Aifah sok kuat padahal sejatinya dia begitu rapuh seperti apa yang Panji katakan.


"Terus lo gak mau balik lagi kesini gitu ?" tanya Panji tanpa melihat Aifah yang ada di sampingnya.


"Entahlah,,,,,sepertinya tidak" jawab Aifah ragu.


"Kalau gue larang lo menetap di sana,,,,apa lo mau ?" tanya Panji ragu melihat Aifah.


Aifah yang heran dengan pertanyaan yang Panji ajukan pun mulai melihat Panji dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Gak usah liatin gue kayak gitu,,,gur tau gue ganteng" celoteh Panji yang semakin membuat mata Aifah melotot kearah Panji.


"ck,,,,,,PE-DE banget lo jadi orang" decaknya tak suka melihat Panji.


"Hahahaha,,,,,,"Panji tertawa puas melihat ekspresi Aifah.


"Jawab pertanyan gue fah yang tadi" lanjut Panji saat sudah puas tertawa.


"Hah,,,,lo pikir lo siapa gue bisa nyuruh gue kaya gitu ?" jawab Aifah kesal.


Panji yang mendapat jawaban dari mulut Aifah hanya bisa terdiam dan dia berfikir kenapa dia sangat takut jika dia tidak bisa lagi bertemu dengan dia.


Saat di perjalanan Panji berfikir dan bertanya pada dirinya sendiri kenapa dia sangat takut harus kehilangan Aifah.


Motor Panji sudah terparkir di depan rumahnya dia masuk kerumahnya yang sangat sepi karena ia tau orang tuanya sekarang berada di Bandung untuk bertemu dengan kakak perempuannya ke 2 sudah sekitar sejam satu minggu yang lalu.

__ADS_1


Panji sebenarnya sangat tidak suka dengan suasana sepi dan suasana yang sangat ramai ya sungguh sangat susah bukan. Orang tua Panji juga sama dia sepertinya akan menetap di Bandung karena kota itu adalah tempat kelahiran ibu Panji.


Panji yang sedang ada di dalam kamarnya terus memikirkan apa yang Aifah tadi katakan.


"Gue tau lo pasti kesepian kaya gue sekarang" ucap Panji sambil memainkan ponselnya.


Panji mulai melihat fotonya dan juga Aifah tadi dari dalam ponselnya.


"Semoga gue bisa liat senyum lo terus fah gue bahagia banget liat senyum lo kaya gitu" gumam Panji saat melihat senyum Aifah yang sangat manis.


Panji sangat mengetahui jika Aifah hanya menahan kesedihan saat dia bersama temannya untuk tidak membuat orang terdekatnya terbebani dengan kesedihan yang sedang dia rasakan.


'Kenapa gue mikirin tuh cewek tapi dulu pas gue pacaran sama si Mella gue gak pernah mikirin tuh orang tapi ini kenapa' pikir Panji yang heran dengan dirinya sendiri.


Panji memang pria yang sangat dingin jika dengan orang lain tapi dengan keluarga dia sangat perhatian bahkan dengan Mella dia masih dingin.

__ADS_1


Karena dulu Panji pacaran dengan Mella juga terpaksa karena Dimas yang mencocokkannya denga Mella.


Ya jujur Panji juga terpesona dengan wajah cantik Mella tapi itu dulu saat awal masuk smk karena Mella yang terlihat polos dan lugu tapi entahlah sekarang Panji sudah tidak lagi kepikiran soal Mella malah dia selalu terbayang wajah Aifah yang menurutnya lebih cantik dari Mella dan sangat manis.


__ADS_2