Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 19"


__ADS_3

Aifah sangat bersedih saat melihat kepergian keluarganya Aifah meringkuk dalam kamarnya dia menangis tanpa ada suara dia begitu sedih karena harus ditinggal keluarganya sendirian dia tidak peduli dengan dering ponselnya karena tidak ada pesan yang benar-benar ia harapkan di dalam ponselnya hanya ada pesan dari grub kelas dan juga teman-temannya.


Setelah beberapa saat dia mendengar ada suara notifikasi pesan yang sedari tadi ia tunggu ya itu pesan dari ibunya dia mengirim pesan kalau sudah sampai di kalimantan. Aifah memang membedakan notifikasi keluarganya dengan yang lain jadi dia bisa dengan cepat melihat notifikasi itu saat keadaan yang mendesak.


Setelah lama menangis Aifah merasa lelah dan akhirnya dia tertidur dengan pulasnya. Di pagi harinya Aifah terbangun karena suara azan subuh.


Aifah mulai mengedipkan matanya yang terasa sangat berat dan bahkan sekarang terlihat bengak karena semalaman menangis.


Aifah berjalan keluar kamarnya untuk mengambil air wudu dan melaksanakan sholat subuh setelah itu ia membersihkan badannya dan bersiap memakai seragam sekolah untuk pergi Ke sekolah.


Aifah berjalan kemeja makan tapi air matanya kembali menetes saat sampai di meja makan dia teringat akan ibunya yang selalu menyapa nya dengan lembut saat ia sampai du meja makan.


"Baru ditinggal sehari aja gue dah sedih banget" gumam Aifah sambil menyeka air matanya dengan kasar.


"Buat apa gue nangis terus mending gue buat makan orang juga gue bisa tetep liat orang tua gue" gumam Aifah menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Aifah menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar lalu ia pergi ke dapur untuk membuat sarapan dan bekal maman siang untuk dirinya sendiri.


"Wah kalau di rumah sendiri berarti gue ke sekolah gak perlu naik angkutan umum gue bisa naik motor dong" kata Aifah dengan mata berbinar.


"Uang saku gue juga baik deh tiap bulannya uh enaknya ternyata dirumah sendiri juga tidak terlalu buruk" ucap Aifah tersenyum.


Setelah masakannya siap dan setelah memakan sarapannya Aifah beranjak dari duduknya dan mulai menyiapkan barang yang akan dia bawa ke sekolah.


Dan untuk pertama kalinya Aifah ke sekolah mengendarai motor sendiri walaupun dia sudah paham cara menggunakan motor tapi ia juga gugup karena tak terbiasa.


"Wih tumben lo naik motor ?" tanya Kevin melihat Aifah dengan kaget.


"Kira in lo gak bisa naik motor fah" ucap Sari tertawa.


"Ih gini-gini gue jago naik motor" kata Aifah bangga.

__ADS_1


"Terus lo pakai motor orang tua lo pakai apa ?" tanya Putri heran.


"Orang tua gue ke kalimantan" Kata Aifah sendu mengingat kepergian orang tuanya dan adiknya kemarin.


"Berapa lama terus lo disini cuman sama adik lo yang ngeselin itu ?" tanya Kevin.


"Katanya mau menetap lagi disana terus adik gue ikut mereka " kata Aifah.


Ibu Aifah memang asli kalimantan dan Aifah juga lahir di kalimantan tapi saat usianya lima tahun orang tua ayahnya menginginkan anak laki-lakinya untuk pulang ke jawa.


"Yuk ke kelas ngapain pada ngerumpi disini lo juga vin kaya cewek aja ikut ngerumpi" kata Risa yang dari tadi hanya diam mulai buka suara.


"Apa sih lo sewot banget pms mbak" kata Kevin ketus.


Mereka semua berjalan bersama melewati koridor sekolah yang sudah terlihat ramai karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2