Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
Extra Part 10


__ADS_3

Aldi sekilas menatap Anggi dengan sinis.


"Terserah yang terpenting jangan pernah mengajak anak saya ketempat yang kotor dan kumuh seperti itu lagi" ucap Aldi dengan ketus.


Anggi hanya bisa menunduk merasa sakit dengan ucapan Aldi barusan.


"Seangkuh itukah dirimu kak al, wajahmu boleh tampan, tapi sifatmu sangatlah dingin terutama bicaramu yang sangat menyakitkan untuk didengar oleh siapa pun yang mendengarkan terutama aku, semoga saja anakmu kelak tak mewarisi sifat burukmu itu" gumam Anggi dalam hatinya.


Aldi hanya melirik wajah Anggi sekilas sebenarnya dia merasa bersalah dengan ucapannya tadi tapi rasa egois yang terlalu tinggi dan harga dirinya yang terlalu tinggi membuatnya engan untuk mengucapkan kata maaf.


Didalam mobil itu sangatlah terasa dingin, mencekam, hening dan menakutkan.


Setelah beberapa saat akhirnya mobil Aldi sampai di depan kos Anggi.


Anggi segera turun dari mobil dengan masih menggendong Lita yang masih terlelap dia segera mengambil belanjaannya dari mobil Aldi walau sedikit merasa kesusahan.


Aldi yang melihat Anggi sedang kesusahan segera bergerak menuju Anggi dan mengambil barang belanjaan Anggi. Karena, dia tau kalau mengambil lita dari gendongan anggi maka anak itu akan menangis.


"Terimakasih" ucap Anggi sambil tersenyum melihat begitu pekanya Aldi jika dia kesusahan.


Aldi melihat Anggi sekilas dan menjawab dengan deheman panjang.


"Hmmm"


Anggi menarik nafasnya dan menggeleng kepalanya pelan.


"dasar manusia es,,,eh tapi aku dulu yang dijuluki itu kenapa malah aku yang mengatai dia seperti itu" gumam Anggi dalam hati seraya terkekeh geli sendiri.


"Mas aldi gak balik ke kantor ?" tanya Anggi saat aldi sudah duduk di teras kamar kosnya.


Aldi yang sedang memainkan ponselnya segera mengalihkan pandangannya pada anggi.


"Gak ada urusan penting di kantor" ucap Aldi dengan ekspresi wajah dingin.


Anggi hanya mengganggu-anggukan kepalanya dan mulai hening diantara mereka Aldo yang mulai kembali fokus dengan ponselnya dan Anggi yang sedang berkelana dengan pikirannya saat ini entahlah apa yang sedang ia pikirkan saat ini yang jelas sekarang ada seulas senyum manis yang jarang sekali Anggi tampilkan.


"Saya lapar tadi di kantor gak sempet makan siang" ucap Aldi memecah keheningan diantara mereka.


Anggi langsung menatap kearah Aldi dia mulai mencerna ucapan Aldi barusan.

__ADS_1


"Mas mau makan tadi aku masak sop kalau mau aku ambilin sekarang ?" tanya Anggi dengan hati-hati.


Aldi menatap kearah anggi dengan tajam.


"Apa aja lah terserah yang penting makan" ucap Aldi.


Anggi lalu berdiri mengambil makanan untuk Aldi. Anggi dengan senang hati mengambilkan makan untuk Aldi dan tak lupa mengambilkan minum.


"Ini mas maaf kalau gak selera" ucap Anggi sambil meletakan nampan berisi makanan dan minuman di atas meja di dekat Aldi duduk saat ini.


Aldi segera menyimpan ponselnya dalam saku dan mengambil makanannya.


Satu suap masuk kedalam mulutnya membuat ekspresi wajah Aldi berubah.


"Enak" ucap Aldi dalam hati.


Anggi yang terus melihat ekspresi wajah Aldi yang berubah saat memasukkan makanannya kedalam mulut menjadi takut kalau tidak enak.


"Gak enak ya mas, maaf gak usah dimakan biar anggi belikan di warung depan saja" ucap Anggi berusaha mengambil piring yang ada di genggaman tangan Aldi.


Tapi Aldi langsung menjauhkan piringnya dari jangkauan Anggi.


Air muka anggi berubah semakin masam dengan hal yang baru saja diucapkan Aldi oleh masakanya kini.


Tak lama Aldi menyelesaikan makanannya. Ya jelas cepet makanya orang masakan anggi enak babang Aldi aja tuh yang sok-sokan jual mahal.


Anggi segera membereskan bekas makan Aldi dan melihat kearah Lita putri kecilnya yang tidur dalam keadaan gelisah.


Anggi langsung melangkah mendekati Lita menyibakan rambutnya agar tak menutupi wajah mungilnya, menepuk pantatnya agar kembali nyenyak dalam tidur siangnya.


"Ssttt,,,,bobog lagi ya sayang bunda ada disini" ucap Anggi menenangkan Lita.


Hingga Lita kembali tidur dan Anggi kembali kedepan untuk menemani Aldi.


"Kenapa lama sekali menghindar dari saya" tuduh Aldi saat Anggi baru saja menghempaskan bokongnya ditempat duduk.


"Tidak bukan begitu...." ucap Anggi terpotong karena Aldi.


"Lalu ?" tanya Aldi.

__ADS_1


Anggi menghela nafasnya butuh kesabaran extra untuk menghadapi sifat kaku, ketus dan dingin aldi.


"Tadi Lita tidurnya gelisah jadi saya temani tidur sebentar" ucap Anggi.


"Dia sering begitu kalau tidur sering gelisah entah apa yang sedang dia mimpikan, karena saya tidak bisa memenangkannya dia akan terbangun dan nangis" ucap Aldi menundukkan kepalanya dia merasa sebagai sosok ayah yang gagal karena menghadapi hal sepele saja tidak bisa.


"Mau kah kamu tinggal dirumah saya ?" tanya Aldi.


Anggi yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari aldi langsung melihat kearah Aldi dengan tatapan tajam.


"Toh juga kos mu bakal habis 2 hari lagi kan" ucap Aldi.


"Dan di rumah ada bibi yang perempuan jadi kita bukan tinggal berdua saja" imbuh Aldi.


"Saya akan memikirkannya" ucap Anggi.


Dan aldi hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


Like


Like


Like


Comen


Comen


Comen


Vote


Vote


Vote


Oh maaf kalau makin kesini makin gaje.


Tapi inget masih ada babang kevin yang akan segera muncul dikehidupan Anggi lagi.

__ADS_1


__ADS_2