
"Bukannya itu temen nya Panji kan fah,,,mereka kenapa nyari lo ?" tanya Anggi setelah Aifah sudah menyamakan langkah dengan dia.
Aifah tersenyum dan menanggukan kepala seolah olah menjawab "iya"
Anggi tidak bertanya lagi karena dia tau kalau sahabatnya yang satu ini akan cerita dengan sendirinya jika masalahnya sudah benar-benar sulit untuk Aifah pecahkan sendiri.
Setelah kejadian tadi di taman pikiran Aifah sudah melayang memikirkan perkataan teman Panji tadi.
Karena pikirannya terus melayang Aifah sampai tidak sadar kalau sudah sampai dirumahnya.
"Fah lo gak turun ?" tanya Anggi terkekeh sambil menepuk paha Aifah untuk menyadarkannya dari lamunannya.
__ADS_1
"Ah,,,oh iya makasih ya gi" jawab Aifah turun dari motor. Aifah melihat Anggi sampai motor yang dikendarai temannya itu sudah menjauh dan tak terlihat lagi.
"Assalamualaikum" ucap Aifah masuk kedalam rumah dan melihat orang tuanya dan adiknya bersiap-siap akan pergi. "buk,,pak,,wo kalian mau kemana kenapa bawa tas besar ?" tanya Aifah bingung.
"Kita mau pergi ke rumah nenek yang sedang sakit keras dan kemungkinan kita akan menetap dan mengelola sawah punya nenek disana tapi kamu disini saja karena sekolah kamu sebentar lagi akan selesai dan kamu bisa nyusul kami kesana Adik mu bowo juga ikut kami dia akan meneruskan sekolahnya disana" jawab panjang lebar ibu Aifah untuk menenangkan putri nya itu agar tidak kecewa dengan keputusan yang mendadak ini.
Terlihat raut wajah sedih dan kecewa dari Aifah "Ya sudah tak apa lah ifah disini saja" jawab Aifah dan terasa bulih bening membasahi pipi Aifah.
"Sudahlah Fah tak usah menangis jaman sudah canggih jika kau rindu kami bisa video call, telfon" ucap bapak Aifah.
Aifah hanya bisa diam merasa kecewa dan sedih karena orang tuanya akan meninggalkannya dirumah sendiri dan air mata yang sudah tidak bisa ditahan lagi kini sudah mengalir dengan derasnya membasahi wajah cantiknya.
__ADS_1
"Kalian kapan pergi" kata Aifah terisak.
"Kami akan pergi sekitar 1 jam lagi nanti ada yang menjemput kita jadi kamu tak usah mengantar kami Aifah jangan sedih terus ya" jawab ibu Aifah dengan wajah cemas karena putri nya tak kunjung berhenti menangis.
"Jadi kita harus berpisah kalian di kalimantan dan aku disini ini jauh banget buk pak" jawab Aifah masih terisak.
"Kesana cukup naik satu pesawat" jawab Bowo memeluk kakaknya dengan bersedih karena harus berpisah dengan kakak kesayangannya itu walau mereka sering bertengkar.
Aifah melepas kepergian keluarganya di depan rumahnya dengan air mata yang masih mengalir di wajah cantiknya.
"Nak kita pergi dulu kamu jaga kesehatan, jangan lupa sholat, jaga diri baik-baik, sekolah yang pinter biar cepat nyusul ke kalimantan dan jangan sedih lagi kita masih bisa ketemu kalau sudah saat nya" kata ibu Aifah tak terasa bulih bening ikut menetes melihat Aifah yang terus sedih tapi langsung mengelapnya agar Aifah tak sedih lagi.
__ADS_1
Sebelum pergi mereka saling memeluk dan mengucapkan selamat tinggal.
Aifah melihat kepergian keluarganya hingga mobil yang ditumpangi keluarganya menghilang dia melepas kepergian keluarganya dengan air mata yang terus mengalir.