
Setelah cukup lama Panji diam untuk mengumpulkan keberaniannya. Panji menarik Aifah agar menghadap pada dirinya.
"Fah,,, mungkin aku gak se romantis pria yang udah pernah nyatain cinta ke kamu,,,mungkin aku tak sebaik pria yang ada di luar sana,,,mungkin aku gak se-sempurna yang kamu lihat dan tak seburuk apa yang kamu dengar tentang aku,,," Panji menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Aku hanya pria yang tak sempurna,,,,Maukah kamu menjadi penyempurna dari semua kekurangan ku ?, Maukah kau menjadi kekasih ku, pacar ku ?" ucap Panji menatap lekat pada mata Aifah.
Aifah hanya tersenyum kecil melihat Panji "Hm,,,tapi sebelumnya saya minta maaf,,,," ucap Aifah tapi sebelum selesai berbicara sudah dipotong oleh Panji.
"Hm,,,baik lah kalu aku ditolak lagi" ucap Panji sendu dan menundukkan kepalanya.
Aifah terkekeh dengan kesimpulan Panji, dia mengangkat dagu Panji agar melihat ke arahnya.
"Kalau ada orang yang bicara tuh jangan di potong,,," ucap Aifah terkekeh.
"Terus gimana ?" tanya Panji sendu.
"Maaf fin gue,,,gue gak bisa nolak" ucap Aifah melihat kearah Panji.
__ADS_1
"Maksudnya,,,lo mau jadi pacar gue" ucap Panji dengan semangat.
"Tapi ada syaratnya lo mau gak ?" ucap Aifah dan Panji hanya mengganggukkan kepala tanda dia setuju.
"Tapi plis tolong jangan dulu kasih tau yang lain,,,kita jalanin ini aja dulu,,,yang lain biar tau pada waktunya aja terutama Mella" ucap Aifah dengan nada memohon pada Panji.
Panji hanya diam untuk mencerna kalimat yang baru saja diucapkan Aifah kepada dirinya.
Aifah melihat Panji yang tidak merespon ucapannya pun berinisiatif.
"Kalau lo gak mau juga gak apa tapi yang terutama jangan kasih tau Mella" ucap Aifah takut.
Aifah yang mendengar penjelasan dari Panji tersenyum dan mengangguk tanda setuju.
"Oh,,,iya aku juga ada syarat buat kamu" Ujar Panji dengan nada yang lembut.
"Apa ?" tanya Aifah penasaran.
__ADS_1
"Jangan gue lo lagi kalau panggil tapi aku kamu kalau sayang juga boleh sih,,," ucap Panji terkekeh geli.
"Oke aku setuju dengan syarat kamu" ucap Aifah tertawa.
Akhirnya mereka bercanda bersama selama beberapa jam hingga mereka berdua lupa jika yang lain sedang menunggu mereka dirumah.
"Eh,,,kita udah kelamaan,,,pasti pada nunggu cemilannya" ucap Aifah yang sadar jika dia sudah terlalu lama bersama Panji dan sudah dipastikan jika dia akan terkena semprotan dari Sari.
"Oh iya kita dah lama banget pasti Sari nanti marah-marah sama kita" ucap Panji tertawa membayangkan ekspresi dari teman Aifah yang cerewet itu.
"Udah ah yuk kita pulang nanti tambah marah mereka ke kita" ucap Aifah menarik tangan Panji untuk segera pulang kerumah Aifah.
Setelah beberapa menit mereka berdua sudah sampai di rumah Aifah dan sudah ditunggu oleh teman-teman mereka dengan wajah yang ditekuk karena bosan menunggu.
"Sebenernya kalian berdua itu beli cemilan dimana lama banget" ujar Sari dengan nada kesel.
Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum dan saling pandang.
__ADS_1
"Huh,,,malah senyam-senyum nih orang minta baku hantam beneran" ucap Putri tak kalah ketus.