Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
Extra Part 4


__ADS_3

Anggi pagi ini memulai hidup barunya di ibu kota dia memulai hidup baru di tempat kerja yang baru dengan wajah yang ceria agar hari-harinya merasa bahagia dan tak ada kesedihan lagi yang harus ia rasakan.


Di sepanjang koridor rumah sakit ya profesi Anggi dan Aifah sama mereka sama-sama berprofesi sebagai Apoteker.


Anggi tidak sengaja menabrak anak kecil sekitar lima tahunan umurnya yang sedang berlari di koridor rumah sakit dengan berderai air mata.


Anggi mencoba membantu anak kecil itu untuk berdiri.


"Hai cantik kenapa nangis ?" tanya Anggi seraya mengusap sisa air mata anak kecil itu yang membasahi pipi gembulnya.


Anak kecil itu masih saja menangis sampai membuat Anggi panik takut ada yang sakit karena terjatuh tadi.


"Apa ada yang sakit sayang,,,maaf ya tante tadi gak sengaja nabrak kamu" ucap Anggi sambil melihat kondisi anak itu.


"Gak apa tante,,,Lita sedih karena nenek Lita sakit,,,Lita mau cari ayah di kantor " ucap Lita nama anak kecil itu sambil sesunggukan.


Anggi mencoba menenangkan anak perempuan itu dan coba membantunya.


"Mama Lita dimana sekarang biar nanti mama lita yang anterin lita ke kantor ayah" ucap Anggi sambil merapikan tatanan rambut lita yang berantakan.


"Mama lita sudah di surga bersama tuhan" ucap lita sambil menunjuk langit.


Anggi begitu terkejut mendengar penuturan Lita yang membuatnya begitu berkaca-kaca karena, merasa iba dengan lita yang masih kecil tapi harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.


"Kamu hafal nomor hp ayah kamu biar tante telfon dan biar ayah bisa langsung kesini tanpa lita jemput ayah di kantor" ucap Anggi memberikan pengertian pada lita yang terus menangis minta diantar ke kantor ayahnya.


Lita menangguhkan kepalanya segera merogoh tas kecil yang selalu ia bawa kemana-mana dan memberikan sebuah kartu nama kepada Anggi.


Anggi menerima kartu yang diberikan oleh Lita dan menekan nomor telefon yang tertera pada kartu nama tersebut.


terdengar dering tiga kali dari sebelah dan ada suara seseorang yang mengangkat telfon tersebut. Anggi segera memberikan ponselnya pada Lita agar Lita bisa berbicara sendiri pada ayahnya.


"Hallo" ucap pria diseberang sana yang diyakini adalah ayah Lita.


"Hallo ayah,,,ini lita" ucap Lita masih menangis.


"Lita kamu kenapa nak kok nangis" ucap Pria itu.


"Nenek yah nenek" ucap Lita semakin menjadi tangisannya.


"Oke lita sekarang tenang dulu,,,tolong ponselnya kembalikan pada pemiliknya ayah mau ngomong" ucap Ayah lita.


Anggi yang mendengar semua percakapan langsung mengambil ponselnya saat lita menyodorkan pada anggi.


"Maaf pak saya anggi ada apa ya ?" tanya Anggi.


"Maaf nona,,,nona sekarang ada di rumah sakit mana ?" tanya pria itu.


"Ada di rumah sakit Harapan" jawab Anggi

__ADS_1


"Baiklah,,,nona tolong jaga sebentar putri saya,,,saya akan segera kesana" ucap ayah lita setelah itu mematikan sambungan telponnya sebelum Anggi menjawabnya.


Anggi yang merasa iba dengan kondisi Lita saat ini pun coba menenangkannya dan membawanya ke ruang rawat neneknya yang sebelumnya telah Anggi tanyakan.


Saat Anggi masuk kedalam ruang rawat dia melihat sosok wanita paruh baya yang sudah tua terbujur lemas diatas tempat tidur rumah sakit.


Lita langsung berlari kearah neneknya dan menangis sesungukan. Anggi yang melihat itu ikut menitihkan air matanya.


"Lita sayang,,,jangan nangis dong kasian nenek kan jadi sedih" ucap Anggi sambil membelai rambut Lita penuh dengan kasih sayang.


"Lita gak mau kan nenek sedih" ucap Anggi.


Lita hanya mengelengkan kepalanya mulai berhenti menangis dan menghapus jejak air matanya yang membasahi pipi.


Nenek lita perlahan membuka kelopak matanya Anggi yang melihat itu segera menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.


Dokter pun segera masuk kedalam ruangan dan memeriksa keadaan nenek lita.


"Nona keadaan nenek Jasmin sudah lebih baik dari sebelumnya" ucap Dokter dan berlalu pergi dari ruangan setelah mengucapkan kata permisi.


"Lita sayang,,,apa ayahmu tau kalau nenek ada disini ?" tanya Nenek Jasmin.


"Maaf nek ayahnya lita sudah tau tadi sudah saya bantu untuk menelfonnya" jawab Anggi dengan sopan.


Jasmin melihat kearah Anggi.


"Siapa nama mu nona ?" tanya Jasmin.


"Terimakasih ya nak sudah mau membantu Lita" ujar Jasmin tersenyum.


"Tidak apa nek,,,saya tulus" ucap Anggi.


"Tante,,,Lita boleh tidak panggil tante dengan sebutan bunda,,,karena tante seperti bunda lita yang selalu baik sama lita" ucap Lita di atas pangkuan Anggi saat ini.


Sedangkan Jasmin hanya melihat interaksi kedua wanita beda generasi tersebut.


"Em boleh gak ya,,,boleh deh" putus Anggi, yang membuat Lita langsung senang dan Lita langsung mencium seluruh wajah Anggi.


"Lita udah ya geli" ucap Anggi memohon.


Lita tersenyum lebar dan menyudahi sesi ciumannya. Lita menyandarkan tubuhnya pada dada Anggi. Entah merasa nyaman atau lelah Lita sekarang sudah terlelap dan Anggi mengelus puncak kepala Lita penuh kasih sayang.


Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.


Tok,,,Tok,,,Tok


Dan masuklah seorang pria bertumbuh tinggi, badan yang tegap, usianya sekitar 30 tahun dan berkulit putih bersih yang Anggi yakin ni adalah Ayahnya Lita.


"Bagaimana keadaan mama saat ini ?" tanya Pria itu dengan nada Khawatir.

__ADS_1


"Mama gak apa kok, al" ucap Jasmin tersenyum.


"Lita dimana ma ?" tanya Aldi ya nama ayah Lita adalah aldi.


Jasmin menunjuk sofa yang ada dirungan. Aldi bisa melihat Lita ada dalam dekapan wanita cantik tapi aldi merasa asing dengan wajahnya.


Aldi berdiri dan berjalan mendekat kearah sofa.


" maaf nona apakah anda tadi yang sudah membantu lita anak saya ?" tanya aldi sopan.


Anggi hanya mengganggu kan kepalanya seraya tersenyum, karena bibirnya serasa kelu dan jantungnya berdebar 2kali lebih cepat saat melihat wajah tampan Aldi dari dekat.


"Lita letakan saja di sofa" ucap Aldi berusaha mengangkat tubuh mungil putri kecilnya.


Tapi entah kenapa Lita langsung terbangun dan menangis lagi.


"Lita sayang ini ayah nak jangan nangis lagi ya" ucap Aldi mengusap bulih bening putri nya yang sudah membasahi pipi.


"Ayah turunkan lita,,," pintanya pada Aldi.


Aldi dengan sigapnya segera menurunkan Lita agar tidak nangis lagi.


Lita kemudian naik lagi keatas pangkuan Anggi dan bersandar pada dada Anggi.


"Lita mau dipeluk sama bunda bukan ayah" ucapnya sambil menikmati lembutnya tangan Anggi dikepalanya.


Aldi melihat kearah Anggi seperti menginginkan sebuah penjelasan.


Anggi yang mengerti tatapan itupun segera menceritakan apa yang lita minta tadi padanya.


Lita yang memang haus akan kasih sayang sosok ibu pun nyaman saat berada di dalam pelukan Anggi.


Aldi yang melihat pemandangan itu merasa bahagia melihat raut wajah bahagia juga di dalam wajah putri kecilnya.


"Terima kasih nona,,,kalau boleh tau nama nona siapa? " tanya Aldi melihat kearah Anggi.


"Nama saya Anggi tuan,,,Maaf sebelumnya jangan panggil saya nona cukup panggil saya Anggi saja" ucap Anggi sopan.


"Baiklah anggi,,,kamu juga dilarang panggil saya tuan panggil aldi saja " ucap Aldi tersenyum.


Sebenarnya Aldi adalah sosok yang dingin dan cuek tapi jika bersama dengan keluarga dia bisa menjadi lembut dan penyayang tapi entah kenapa dia bisa memperlakukan anggi sama seperti keluarganya.


"Kalau misal aku panggil nya mas Aldi aja gimana,,,masalahnya gak enak kalau panggil nya Aldi" ucap Anggi seraya menatap sosok Aldi.


"Silahkan senyamannya kamu aja" putus Aldi lalu pergi meninggalkan ruangan.


Anggi heran dengan sosok Aldi dia menilai Aldi adalah sosok yang sangat menyebalkan karena dia selalu datang dan pergi tanpa salam dan ucapan.


Anggi masih ditempat yang sama masih memangku Lita dan mendekapnya dengan kasih sayang. Entah mengapa Anggi merasa dia begitu menyayangi Lita dan tidak mau berpisah.

__ADS_1


Like,,,like,,,like,,,comen,,,,comen,,,,comen,,,,vote,,,,,vote,,,,,vote


__ADS_2