
Di malam harinya sesuai perkataan Panji tadi akan ada acara api unggun.
Aifah dan sahabatnya sedang bersiap-siap di dalam tenda sebelum mengikuti acara api unggun.
"Masih lama gak sih,,,gue dah siap loh dari tadi" ucap Aifah kesal pada teman-temannya pasalnya dia sudah menunggu mereka lama sekali, padahal cuman mau ke acara api unggun tapi malah pada dandan dulu.
"Sebentar lah fah,,,"ujar Risa sambil memakai skincare malam di wajahnya.
"Lo pada pakai apa sih dah malem juga malah pada dandan" gerutu Aifah seraya memperhatikan temannya yang memakai cream ke wajahnya.
"Ini itu skincare malam,,," tutur Sari sambil memperlihatkan cream nya pada Aifah.
"Masih lama gak sih,,,?" tanya Aifah yang sudah kesal.
"Sabar,,,,emang lo gak mau pakai kaya ginian ?" tanya Anggi.
"Gue mah pakai parfum aja lah" tutur Aifah.
"Dia emang gak pernah pakai skincare,,,,orang meja rias cuman ada parfum, bedak bayi, sama lipbam" jelas Putri.
"Dia emang gitu dulu aja waktu SMP awal-awal disuruh bedakan ama emaknya tuh dia gak bisa bedakan" ucap Zara yang mengundang gelak tawa teman yang lainnya.
Aifah hanya mendengar kesal pada Zara yang menceritakan masa lalunya saat awal-awal memakai bedak.
"Udah puas belum ketawanya,,,,gue tinggal nih" ucap Aifah kesal.
__ADS_1
"Udah kok yuk,,,!" ajak Putri.
Mereka semua keluar dari tenda dan berjalan beriringan menuju acara api unggun sambil tertawa karena obrolan dan candaan yang mereka keluarkan.
Setelah sampai disana ternyata di sekitar api unggun sudah banyak orang yang duduk mengitari api tersebut untuk mencari kehangatan dari api yang ada di depan mereka.
"Kok dah rame banget sih,,," ucap Anggi sedikit kesal.
"Itu salah lo sendiri pada dandan aja lama" ucap Aifah kesal.
"Iya deh kita salah,,"ujar Risa.
"Udah lah kita kesana aja,,," ajak Zara.
"Eh,,,pacar-pacar kita mana ya kok gue belum liat juga" ucap Risa sambil celingukan mencari keberadaan pacarnya.
"Udah lah gak usah lebay,,," ucap Putri.
"Hmmm,,," suara deheman itu membuat mereka semua menoleh pada sumber suara.
"Kak Adit" ucap Aifah dan Zara bersamaan.
"Lo Aifah kan adik kelas kita yang dulu SMP kelas D" ucap Dwi teman Adit sejak SMP.
"Iya,,,kak Dwi kan" tebak Aifah seraya mengingat pria yang ada di depannya itu.
__ADS_1
"Iya betul banget,,,,tambah cantik aja lo fah sekarang" ucap Dwi melihat kagum pada Aifah.
Aifah merona mendengar pujian dari mantan kakak kelasnya itu, "Em,,,bisa aja deh kak Dwi" ucap Aifah malu-malu.
"Wah siap nih,,,gak mau kenalin ke kakak fah ?" tanya Dwi seraya melihat teman-teman Aifah.
"Oh iya kak lupa ini kenalin sahabatku" ucap Aifah.
Mereka saling berkelana satu sama lain.
"Eh,,,ada lo juga za tapi kok Mella gak ada bukannya waktu SMP lo bertiga bareng terus" ucap Dwi sambil melihat sekitar.
"Tanya tuh sama sahabat lo kak" ucap Zara sambil menunjuk ke arah Adit.
"Loh kok gue ?" tanya Adit sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Lah bukannya dia pacar lo kak" ujar Aifah bingung dengan jawaban Adit.
"Oh,,,gue sama dia udah lama putus pas gue udah lulus SMK gue sama dia putus" tutur Adit dengan enteng.
"Kok gue baru denger ya" ucap Zara masih dengan ekspresi wajah bingung.
"Emang dia gak cerita ke lo ?" tanya Dwi.
"Engak ada cerita apa-apa tuh sama kita,,,dan dah lama banget sejak kakak jadi pacar Mella dia dah gak kontak kita lagi" ucap Aifah sedikit khawatir dengan sahabatnya yang satu itu.
__ADS_1
"Gue juga gak tau kalau masalah itu" ucap Adit.
"Udah lah yuk ke tempat api unggun katanya Dimas mau bicara penting nih sama gue" ajak Sari pada sahabatnya.