Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 63"


__ADS_3

"Panji,,,makan siang bareng yuk" ucap cewek cantik, bertubuh seksi, berkulit putih dan tinggi dengan nada manja.


Panji melihat cewek yang ada di depannya dengan malas "Gak ah" tolak Panji.


"Ayo lah sekali-kali makan siang berdua sama gue" ucap Celin memohon cewek yang ada di depan Panji sekarang itu adalah Celin cewek yang sudah suka pada Panji dari awal magang di kantor.


"Kalau gue bilang engak ya engak" jawab Panji dengan nada dingin.


Setelah kejadian Aifah pergi meninggalkan Panji sifatnya menjadi sangat dingin, kaku dan pendiam.


Celin yang kesal dengan penolakan dari Panji pun pergi tapi sebelum pergi dia menghentakkan kakinya dulu dan berjalan dengan kesal karena, dia selalu ditolak oleh Panji.


"Kenapa tuh cewek, nji ?" tanya Firman masuk keruangan Panji, Firman adalah teman baru Panji di Bandung dari dia kuliah sampai sekarang dia bekerja di tempatnya.


"Entahlah" jawab Panji singkat sambil merapikan kerjaannya dan berjalan keluar untuk makan siang dan sholat zuhur.


"Sialan lo, udah gue samperin malah gue yang ditinggal" seru Firman sambil berusaha mensejajarkan jalannya dengan Panji.


Panji tidak menanggapi ocehan temannya ini dia berjalan dengan ekspresi datar walau pun banyak yang menyapanya terutama kaum hawa yang sangat mengidolakan sosok Panji yang sangat tampan. Ya, walau pun dia hanya seorang sekertaris pribadi dari seorang Firman tapi pesonanya dapat mengalahkan pesona seorang CEO seperti Firman.


"Nji, emang lo gak mau gitu coba deket sama cewek ?" tanya Firman disela-sela makannya.


"Entahlah" jawab Panji tidak mood dengan obrolannya.


"Nji,,,apa lo bakal kayak gini terus menghindari semua cewek yang deketin lo ?" tanya Firman.

__ADS_1


"Gue bukan menghindar tapi kan lo tau sendiri tuh cewek yang pada deketin gue cuman mandang gue dari fisiknya aja,,," ucap Panji sambil menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.


"Cewek yang seperti apa yang lo mau sebenernya sih ?" tanya Firman sedikit geram.


Panji sejenak menghentikan kegiatannya dan terdiam.


"Cewek seperti Aifah,,,giman kabar lo sekarang fah gue kangen banget sama lo" gumam Panji dalam hati tersenyum getir.


"Kenapa lo malah diem " tegur Firman pada Panji yang terdiam saat dia bicara.


"Gue minggu depan jadi cuti ya" ucap Panji mengalihkan pembicaraannya.


"Iya,,,tenang aja lo gue kasih cuti tapi lo juga jangan lama-lama liburnya" ucap Firman melanjutkan aktifitas makan siangnya.


Mereka menyelesaikan makan siangnya dengan segera lalu mereka kembali ke kantor untuk segera menyelesaikan tugasnya agar pulang tepat waktu.


"Panji gue nebeng dong gue gak bawa mobil nih" ucap Celin saat jam pulang kerja.


"Gak bisa" tolak Panji masih fokus dengan Laptop nya.


"Apa sih salah gue, nji sampai lo selalu nolak gue,,,apa gue kurang cantik, kurang seksi ?" tanya Celin yang mulai geram dengan semua penolakan Panji.


Panji tidak menanggapi penuturan cewek yang sedang ada di depannya dan masih fokus dengan pekerjaannya yang menumpuk karena, dia akan mengambil cuti minggu depan.


"Nji,,lo denger gak sih ucapan gue ?" tanya Celin yang bertambah marah dengan sifat acuh dari Panji.

__ADS_1


Panji yang mulai marah dengan semua ocehan Celin pun mulai menutup dokumen yang ia baca "Lo bisa diem gak atau mending lo pergi aja lah dari sini" ketus Panji.


"Gue sebel sama lo" ucap Celin menghentakan kakinya dan pergi dari hadapan Panji.


Setelah satu jam kemudian Panji menyelesaikan pekerjaannya dan segera merapikan dokumennya untuk segera pulang kerumah.


Tring,,,tring,,,,tring


Dering ponsel Panji menghentikannya untuk kegiatannya untuk mengangkat telponnya.


Hallo kenapa kak ?


Tanya Panji setelah mengangkat telfonnya.


Dek bapak masuk rumah sakit nih penyakitnya kambuh,,,lo temenin ibu dulu tadi katanya lo ditelpon gak dinangkat,,,gue kesana besok.


Jawab kakak Panji dari sebrang sana.


Panji langsung mematikan telponnya tanpa menunggu persetujuan dari kakaknya.


Di seberang sana kakak Panji sedang mengumpat dengan kesal karena telponnya diputus secara sepihak oleh adiknya.


"Dasar adik laknat" umpat Kakak Panji.


Panji segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang tadi sudah di sms kan oleh ibunya.

__ADS_1


__ADS_2