
Mereka semua sekarang sedang ada di pasar malam dan mereka semua sudah berpencar dengan pasangannya masing-masing dan hanya menyisakan Aifah dan Panji yang masih ada di depan bianglala. Aifah menikmati suara tawa dari pengunjung dan dia melihat lampu yang berwarna-warni yang ada di bianglala itu.
Panji begitu bahagia senyum tak pernah luntur dari bibirnya dia begitu bahagia melihat Aifah yang begitu bahagia.
"Lo mau naik bianglala fah ?" tanya Panji menatap wajah Aifah yang melihat permainan itu dengan bahagia.
"Engak,,,gue mah takut naik gituan" jawab Aifah tak mengalihkan pandangannya dari wahana itu.
Panji yang mendengar jawaban dari Aifah hanya bisa mengerutkan dahinya karena bingung.
"Terus kenapa lo liatin tu wahana terus kalau gak mau naik ?" tanya Panji bingung.
"Gue cuman suka ngeliat lampu yang ada di wahana ini, bagus banget" jawab Aifah sambil mengalihkan pandangannya pada Panji dan tersenyum.
Panji yang mendengar jawaban yang begitu sederhana dari bibir Aifah.
Jika setiap orang pergi ke pasar malam untuk mencoba banyak wahana dan meminta hal-hal yang lucu seperti boneka dan makanan tapi tidak dengan Aifah dia bisa bahagia dengan hal sederhana itulah yang sedang dipikirkan Panji.
Panji lalu menarik tangan Aifah menuju wahana bianglala.
__ADS_1
"Lo ngapain sih nji, gue takut" Aifah yang terkejut karena tangannya ditarik paksa oleh Panji untuk menaiki wahana itu.
Panji memegang bahu Aifah dan menatap mata Aifah "Ada gue di samping lo dan lo percayakan sama gue" tutur Panji.
"Tap-" belum sempat Aifah melanjutkan bicaranya sudah terpotong oleh penjaga wahana itu yang sudah membukakan pintu untuk mereka.
"Ayo kak silahkan masuk" ucap penjaga wahana itu.
Dengan perasaan takut Aifah masuk kedalam wahana itu bersama Panji yang masih saja menggenggam tangannya dengan semakin erat.
"Udah gak usah takut ada gue" ucap Panji duduk di depan Aifah.
"Buka mata Aifah gak usah takut ada gue disini" ucap Panji sambil menepuk punggung tangan Aifah.
Aifah pun perlahan membuka matanya sesuai perintah Panji.
"Fah coba lihat ke sana bagus kan" ucap Panji menunjuk sisi kanannya.
Aifah mengikuti arah yang ditunjuk Panji dia begitu bahagia melihat lampu dari rumah-rumah warga yang ada. Aifah melihat sekitar saat sudah berada di tempat paling tinggi.
__ADS_1
"Bagus banget aku suka, makasih" ucap Aifah tersenyum pada Panji.
Panji hanya menganggukkan kepala dan ikut tersenyum melihat Aifah yang begitu bahagia.
Aifah terkejut saat wahana itu berhenti dan saat itu juga tempatnya berada di paling atas.
"Panji takut" ucap Aifah langsung memeluk Panji yang ada di depannya.
Panji menepuk pelan punggung Aifah untuk memenangkannya "gak apa ada aku" jawab Panji.
Aifah semakin memeluk Panji dengan erat karena Aifah takut dan memejamkan matanya.
Setelah beberapa menit wahana itu mulai berputar kembali Aifah mulai merenggangkan pelukannya denga Panji.
"Maaf lancang" ucap Aifah menundukkan kepalanya karena mali dan merasa bersalah.
Panji hanya tersenyum melihat tingkah Aifah yang malu menurutnya Aifah sangatlah mengenaskan saat dia malu seperti sekarang ini.
Aifah mulai menikmati pemandangan lampu lagi dan Panji hanya melihat wajah Aifah dan setelah beberapa saat Aifah dan Panji turun dari wahana itu karena waktunya sudah habis.
__ADS_1