Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 21"


__ADS_3

Panji yang sedari tadi diam tak seperti biasa yang bersikap hangat bahkan banyak wanita yang mengajak Panji bicara tak digubris olehnya pikirannya terus melayang ke salah satu cewek yang hanya cuwek dengan semua perhatian yang dia berikan siapa lagi kalau bukan Aifah.


"Nji dari pada lo disini dan diem aja mending kita kerumah Aifah " saran Erik yang prihatin melihat sahabatnya yang satu ini hanya diam dan tak ada semangatnya.


Tanpa menjawab saran dari Erik, Panji langsung berdiri menyambar kunci motor dan ponselnya dari meja langsung melangkah menuju motornya.


Dimas dan Erik melihat perubahan raut wajah Panji pun memutuskan untuk mengikuti Panji pergi menuju rumah Aifah.


Mereka bertiga menyusuri jalan yang padat tapi tak butuh waktu lama untuk mereka bertiga sampai kerumah Aifah karena memang mereka sudah lihai mengendarai motor dalam kondisi jalan seperti apapun bahkan macet sekali pun.


Setelah sampai di depan rumah Aifah mereka turun dari motor.


Tetapi yang ada di dalam rumah merasa heran dengan suara motor yang ada di luar karena merasa heran Aifah dan teman-temannya keluar dari rumah untuk melihat siapa yang datang.


tok,,,tok,,,tok


"Permisi,,,Assalamualaikum" Panji mengetuk pintu dan mengucap salam.


"Iya sebentar,,,Walaikumsalam" jawab Aifah dari dalam rumah.

__ADS_1


"Wah pangeran gue" Ucap Risa meletakkan kedua tangannya dipipinya untuk menunjukkan keterkejutannya.


"Lo bertiga ngapain kesini,,,mau bahas soal chat lagi ?" tanya ketus Aifah melihat mereka bertiga.


Panji yang tidak mengetahui tentang pertanyaan Aifah hanya melihat kedua sahabatnya Erik dan Dimas.


Sedangkan yang dilihat hanya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal dan melihat kesembarang arak untuk menghindari tatapan mata elang Panji yang tajam.


"Kalian sebenarnya mau ngapain kesini ?" sekarang yang angkat bicara bukan Aifah melainkan Anggi.


"Mau namu aja emang gak boleh" jawab ketus panji melirik Anggi.


"Ya udah masuk terus duduk gue ambilin lo pada minum"kata Aifah.


Mereka bertiga masuk kerumah Aifah dan duduk bersama sahabat Aifah.


Aifah membawa nampan yang berisi tiga gelas air minum dan meletakkan di atas meja untuk Panji dan teman-temannya.


"Fah kita duduk diteras aja gue mau ngomong sama lo" ajak Panji menarik tangan Aifah.

__ADS_1


"Udah kalian disini aja" tahan Erik pada teman-teman Aifah yang sudah berdiri dan bersiap mengikuti Aifah dan Panji.


Aifah hanya pasrah tangannya ditarik oleh Panji menjauh dari teman-temannya.


"Mau ngomong apa lo sampai ngejauh gini ?" tanya Aifah dengan nada ketusnya.


"Gue mau lo jawab chat gue" perintah Panji.


"Gak penting juga buat gue" Aifah datar.


Panji mengusap mukanya dengan kedua tangannya dan menarik rambut kebelakang karena frustasi.


Hanya ada keheningan diantara berdua orang itu tak ada yang mau memecah keheningan panji yang melihat setiap inci wajah Aifah dan Aifah hanya mengalihkan pandangan kesembarang arah untuk menghindari tatapan elang Panji.


Aifah memalingkan wajah menghadap Panji sejenak mata mereka bertemu jantung mereka berdetak kencang seperti habis lari maraton.


"Lo kenapa liatin gue terus" ucap Aifah ketus.


"Gue tertarik ma lo fah" jawab Panji tak sadar dengan ucapannya.

__ADS_1


"Bilang apa lo sakit lo ya udah lah gue mau ke teman gue" Ucap Aifah melangkah meninggalkan panji yang melamun melihat kepergian Aifah.


__ADS_2