
Sepasang kekasih itu keluar dari ruang CEO. Panji masih menggenggam tangan Aifah tanpa mau melepaskannya.
"Fah sebentar ya aku mau ke toilet kamu tunggu di sofa sana ya" ucap Panji lembut.
Aifah hanya mengganggukan kepalanya dan tersenyum sebagai jawabannya.
"Hei,,,pelakor berani-beraninya lo ngerebut cowok gue" ucap Celin ketus menghampiri Aifah yang sedang duduk di sofa tak jauh dari mejanya.
Aifah mendongakkan kepalanya untuk melihat dengan siapa dia berbicara.
"Maksud mbak apa ?" tanya Aifah dengan ramah.
"Gak usah sok akrab lo sama gue dasar pelakor" ucap Celin ketus sambil menatap Aifah tajam.
Aifah hanya menautkan alisnya karena bingung apa yang dimaksud dengan wanita dihadapanya ini.
"Sok banget sih lo,,,berani banget lo rebut Panji dari gue,,,asal lo tau dia itu milik gue,,," ketus Celin dengan mata yang berapi-api emosi.
Aifah masih berusaha tenang dan mulai berdiri dihadapan wanita yang sedang marah-marah tidak jelas di depannya ini.
"Maaf sebelumnya nona,,,,saya disini tidak memiliki urusan dengan anda lebih baik jangan mengusik saya" ucap Aifah lembut masih dengan senyum manisnya.
"Berani banget lo sama gue,,,disini gue lebih berkuasa lo cuman tamu gak usah sok deh lo" ucap Celin bertambah emosi melihat sikat tenang Aifah.
Aifah berusaha untuk tidak terprovokasi dia tidak mau membuat Panji malu akan emosinya.
"Maka dari itu saya tamu disini jadi nona harus memperlakukan saya selayaknya tamu" ucap Aifah.
__ADS_1
Tangan Celin sudah terkenal kuat karena, sikap tenang Aifah.
Hingga Celin ingin melayangkan tangannya pada pipi mulus Aifah.
Tapi sebelum tangan itu mendarat di pipi mulus Aifah.
Aifah lebih dulu mencengkeram kuat tangan Celin dan menghempaskannya dengan kuat hingga tubuh Celin sedikit terhuyung kebelakang.
"Nona adalah wanita berpendidikan disini tapi sikap nona tidak mencerminkan seperti wanita rendahan,,,,dengan sikap anda seperti ini malah membuat harga diri yang anda junjung tinggi tidak ada apa-apanya dan hanya dianggap sampah oleh semua orang" tutur Aifah dengan tenang walaupun, sedikit dengan penekanan.
Celin hanya bisa tertunduk lemas serta persendian yang ada dikakinya seperti sudah tidak bisa lagi untuk menopang tubuhnya semua terasa lemas saat mendengarkan penuturan wanita yang dia maki-maki tadi.
Panji sedikit menyingitkan dahinya dan otaknya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan kekasihnya saat dia sedang ke kamar mandi tadi ?.
"Mari sayang,,,,kita pulang" ucap Panji lembut seraya tersenyum sambil meraih tangan Aifah dan digenggamnya.
Hingga Celin hanya bisa bertanya-tanya apa spesialnya wanita ini dan apa yang dimiliki olehnya tapi tak dimiliki oleh ku ?...
Aifah hanya tersenyum untuk membalas perlakuan manis dari seorang Panji. Dia berjalan keluar kantor masih dengan berpegangan tangan. Banya pasang mata yang mengagumi sepasang kekasih itu dan tak bisa dipungkiri kalau banyak yang iri karena, pangeran mereka sudah ada yang punya.
"Kita mau kemana ?" tanya Aifah saat di dalam mobil.
"Kamu mau kemana ?" tanya balik Panji.
Aifah mendengus kesal karena, bukannya menjawab pertanyaannya malah balik bertanya pada dirinya.
"Jangan kesel gitu dong,,,nanti manisnya hilang" goda Panji tersenyum saat melihat Aifah.
__ADS_1
"Kamu kan tau aku belum tau kota Bandung malah balik tanya ke aku" ucap Aifah sambil memajukan bibirnya.
Panji melihat sikap merajuk Aifah hanya terkekeh sudah lama dia tidak melihat ekspresi imut itu pikirnya.
"Kalau lagi marah kok imut banget sih,,,pengen cium deh" goda panji terkekeh.
Aifah membelalakan matanya saat mendengar kata cium dengan reflek dia menggeser duduknya sedikit menjauh dari Panji.
"Hahaha,,,,bercanda kali, yank tapi kalau udah halal besok bisa lebih kok dari ciuman" goda Panji tertawa.
"Apa sih,,,mesum banget deh jadi cowok" ucap Aifah dengan kesal plus malu.
Panji hanya tertawa dengan respon kekasihnya itu.
"Kamu di kantor banyak fansnya,,,,sampai pada nata sinis ke aku" ucap Aifah terkekeh mengingat tatapan para kau hawa yang mengagumi sosok kekasihnya ini yang tampan.
"Biarkan saja yang penting tidak kelewat batasan,,,,tapi kamu baru pertama masuk aja juga udah banyak yang suka tuh" ucap Panji sambil melirik kekasihnya setelah itu kembali fokus pada jalan.
"Tapi aku gak suka sama tatapan mereka semua saat liat aku" ucap Aifah bergidik ngeri.
"Pokoknya aku harus cepet halalin kamu biar gak kabur-kaburan kaya kemaren" ucap Panji serius.
"Emang berani,,,coba aja kalau berani" ucap Aifah dengan nada merendahkan.
"Berani lah, siapa dulu Panji gitu loh" ucap Panji percaya diri.
Aifah hanya terkekeh mendengar bualan kekasihnya itu tapi ada rasa syukur yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa saat melihat Panji, lelaki yang sempat ia tinggalkan kini bisa kembali bersama untuk merajut kasih
__ADS_1