Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 55"


__ADS_3

"Aku disini kenapa mencatiku ? kangen ya" ucap laki-laki tampan, tinggi, bertubuh atletis, berkulit putih mulus dan terlihat dewasa dari belakang Aifah.


Aifah mengedipkan kedua matanya dia seperti pernah bertemu laki-laki yang ada di depannya itu tapi dimana, dimana aku bertemu pria itu ya ?pertanyaan itu muncul di dalam pikirannya saat melihat pria tampan di depannya yang sangat ia kenal yaitu sahabatnya yang sering ia panggil kak Fajar.


"Ifah, kenapa malah ngelamun nak ?" tanya bu Siti menepuk bahu Aifah untuk menyadarkan Aifah dari lamunannya.


"Ah,,,iya" ucap Aifah gugub dan salah tingkah.


"Kenapa liatin gue sampai kaya gitu ? terkesima lo sama gue ?" goda Fajar.


"PD banget sih lo,,,gue cuman lagi mikir kaya pernah bertemu aja sama lo dimana ya ?" tanyanya seraya mengingat ingat.


"Dasar gadis cengeng" ucap Fajar tersenyum seraya memukul jidat Aifah pelan.


"Oh,,,gue inget lo yang ngasih sapu tangan ke gue pas di bandara itu kan" ujar Aifah setelah mengingat kejadian di bandara waktu itu.


Fajar hanya melebarkan senyumnya sebagai jawabannya.

__ADS_1


Aifah langsung menghampiri Fajar dan berhambur kepelukan pria itu yang sudah dianggap sebagai kakak kandungnya itu.


"Ternyata gadis cengeng ini masih aja manja ya" ucap Fajar sambil mengelus kepala Aifah yang terlapisi dengan jilbab.


"Kok kakak bisa ada di bandara waktu itu ?" tanya Aifah seraya melepas pelukannya.


"Sebenarnya aku itu kuliah di Yogyakarta, terus aku juga sering ngawasi kamu" tutur Fajar yang membuat Aifah yang mendengarkan begitu terkesiap.


"Hah ?" ucapnya tak percaya.


"Iya,,,gue juga liat pas lo nangis di acara wisuda,,," ucap Fajar dengan nada santai tanpa ada rasa berdosa sedikit pun.


"Terharu " ucap Aifah sepontan.


dan semua hanya menjawab dengan oh ria.


Semua yang ada di ruangan itu mengobrol dan bernostalgia tentang cerita masa kecil Fajar dan Aifah.

__ADS_1


Hingga sore harinya Fajar mengajak Aifah untuk pergi keluar ketempat mereka dulu sering kesana.


"Lo masih inget tempat ini gak ?" tanya Fajar menunjuk pohon besar yang sudah terlihat tua.


Aifah melihat pohon itu dengan tersenyum dulu disitu ada gadis kecil yang suka menyendiri karena tidak mempunyai teman hinga ada pria kecil yang selalu datang untuk menjahilinya dan mengodanya hanya untuk melihat senyum gadis kecil itu.


"Gue mau tanya sesuatu sama lo, tapi lo harus jawab jujur" ucap Fajar melirik Aifah yang duduk di sebelahnya.


"Nanya aja" ucap Aifah tanpa melihat lawan bicaranya.


"Kenapa waktu itu lo nangis di bandara ?" tanya Fajar.


Aifah yang mendengar pertanyaan itu pun terlihat sendu dan menatap lurus seperti masalah yang ia alami begitu menyakitkan untuk di ulang kembali.


Fajar yang melihat adik kecilnya itu berubah menjadi murung pun menarik kepala gadis itu dan meletakkan dibahunya untuk memberikan sedikit ketenangan.


"Lo bisa nangis sepuas lo,,,lo kalau butuh bahu ini ada gue" tutur Fajar sambil mengelus kepala gadis itu.

__ADS_1


"Kak, kalau gue cerita ma lo jangan bilang siapa-siapa ya" ucap Aifah seraya memandang mata pria disampingnya itu.


Setelah mendapat ketenangan Aifah mulai menceritakan semua yang ia alami saat acara wisuda pada hari itu.


__ADS_2