
Anggi segera mengandeng Lita untuk masuk kedalam Pasar dan memilih-milih apa saja keperluannya yang sudah habis dan harus disetok.
"Bunda kenapa belinya disini gak di mol aja ?" tanya Lita sambil memandang kearah anggi yang lebih tinggi darinya.
Anggi melihat kebawah arah lita berada.
"Kalau belanja disini itu lebih seger, lebih murah dan satu lagi bisa membantu penjual kecil untuk mendapat penghasilan" ucap Anggi memberikan pengertian pada anak gadis kecilnya.
Lita hanya menaik turunkan kepalanya tanda dia mengerti dengan ucapan bundanya.
Anggi hanya terkekeh melihat kelucuan dan kepolosan gadis kecilnya dia segera mengangkat lita kedalam gendongannya dan memberikan ciuman bertubi-tubi pada wajah Lita yang membuat anak kecil itu tertawa geli dengan ciuman bundanya.
Anggi masih mengendong Lita dan berkeliling didalam pasar untuk memilih bahan-bahan yang akan ia stok, tak jarang dia juga menanyakan apa saja yang di inginkan Lita.
"Lita mau bunda masakan apa kalau lagi main dirumah bunda ?" tanya Anggi .
"Lita pengen bunda masak sop ayam yang banyak wortelnya lita suka banget" ucap Lita dengan semangat.
__ADS_1
Anggi tersenyum melihat antusiasme Lita saat memakan masakanya.
"Baiklah bunda bakal beli bahan-bahan untuk masak sop ayam kesukaan lita yang banyak wortelnya" ucap Anggi.
"Hore makasih bunda sayang" ucap Lita sambil mencium pipi Anggi.
Anggi begitu bahagia bisa memberikan kasih sayangnya pada Lita walaupun tidak ada ikatan darah diantara mereka berdua.
Tapi Anggi sudah menyayangi Lita seperti dia menyayangi anak kandungnya sendiri.
Jadi Anggi memutuskan untuk menunggu angkutan umum di pingir jalan.
Sudah cukup lama Anggi berdiri di trotoar untuk menunggu angkutan tapi tak lindung datang kakinya sudah mulai pegal dan gemetar karena harus mengangkat berat tubuh Lita yang lumayang.
Beberapa saat kemudia ada sebuah mobil hitam yang tidak asing berhenti didepan anggi berdiri saat ini.
saat kaca mobil diturunkan oleh pemiliknya anggi sedikit memicingkan matanya apakah benar jika pemilik mobil yang ada di depannya itu adalah ayah dari anak gadis yang sedang terlelap dalam gendongannya itu.
__ADS_1
"Masuklah" ucap Aldi dari dalam mobil. Ya betul pemilik mobil hitam itu adalah Aldi ayah Lita.
Tanpa pikir panjang Anggi segera masuk kedalam mobil karena, kakinya sudah benar-benar tidak kuat lagi untuk berdiri apa lagi jalan.
"Ngapain ditempat seperti ini ?" tanya Aldi saat anggi sudah ada didalam mobil dengan nada datar.
"Beli keperluan dapur mas di kos udah pada habis" ucap Anggi sambil mengelus rambut Lita yang sedikit terusik oleh pergerakannya tadi yang terlalu terburu-buru.
"Kenapa harus di tempat kumuh seperti ini dan dengan anak saya nanti kalau Lita sakit gimana kamu aja ke tempat kotor seperti itu ?" tanya Aldi dengan sinis.
Anggi menghela nafasnya dalam-dalam " maaf mas sebelumnya, besok kalau pergi ke pasar lagi saya tidak akan mengajak Lita, kalau pun nanti Lita sakit biar saya yang tangung jawab untuk merawatnya sampai sembuh" ucap Anggi sedikit sendu.
Aldi sekilas menatap Anggi dengan sinis.
"Terserah yang terpenting jangan pernah mengajak anak saya ketempat yang kotor dan kumuh seperti itu lagi" ucap Aldi dengan ketus.
Up nya dikit dulu ya
__ADS_1