Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 9~Putus"


__ADS_3

Di keesokan hari nya tepatnya di rumah Panji dia masih mikirin soal omongan Erik yang kemaren dan perubahan sikap Mella yang seakan-akan menjauh dari dia.


"Kenapa kamu ini nji kok lesu mau sekolah kok gak semangat ?" tanya ibu Panji.


"Enggak kok buk,,,,Panji Mau berangkat sekolah dulu ya pak buk" ucap panji tersenyum paksa karena masih galau dan setelah mencium punggung tangan orang tuanya lalu pergi ke sekolah.


Pikiran Panji terus melayang karena masih galau hingga disepanjang perjalanan dia terus mengumpat di dalam hatinya hingga membuat Panji tidak sadar kalau di depan ada polisi tidur.


Hah untung Panji sigap bisa langsung menyeimbangkan motornya kalau tidak pasti udah tercebur di dalam selokan.


"Udah sampai aja lo" kata Dimas.


Panji yang terkejut langsung tersadar dari lamunannya,"Apa sih lo ganggu aja" kata Panji.


Mella yang sudah sedari tadi melihat Panji dan Dimas ngobrol langsung masuk ke dalam kelas Panji.


"Nji gue mau lo sama gue putus" kata Mella ketus.


"Terserah lo aja toh gue gak rugi dari pada gue di dua in sama kakak kelas kaya si Adit" kata Panji dengan santainya.


"Lo tau dari mana tentang itu ?" tanya Mella terkejut.

__ADS_1


"Gak penting gue tau dari mana" kata Panji dangan senyum licik.


Tanpa meminta ijin ke Panji, Mella mulai berjalan pergi dari kelas Panji dengan langkah santainya.


"lo gak apa apa kan nji ?" tanya Dimas sambil menepuk bahu Panji untuk menenangkan sahabatnya itu.


"gak lah dah biari aja tuh orang" kata Panji dengan senyum liciknya.


Disisi lain di tempat Aifah dia sedang menunggu Kevin karena dia sudah berjanji akan berangkat bareng


"Akhirnya lo dateng juga vin" kata Aifah senyum lega.


"Seneng banget lo gue dateng kangen lo ya sama gue ?" ucap Kevin senyum jahil


"Gak mungkin gue janji sama lo yayang kuh" kata Kevin senyum jahil


"Udah lah ayo nanti telat kita" sambung Kevin menepuk jok motornya


Aifah pagi ini berboncengan dengan Kevin karena Kevin dah janji sama Aifah. Ya kalau kata Aifah sih itung-itung ngirit dan uang jajannya bisa dia tabung buat bayar spp.


Selama di perjalanan Aifah hanya diam saja begitu juga dengan Kevin yang hanya fokus ke jalan dan tidak mengajak bicara.

__ADS_1


"Sumpah gue canggung banget mau ngomong apa ya" gumam Kevin didalam hati.


"Sumpah nih canggung baget mana Kevin gak ngajak ngomong lagi baru kali ini nih orang diem aja" Gumam Aifah di dalam hati


"Fah pegangan gue mau ngebut nih" kata Kevin


Aifah hanya menurut Kevin dia pegangan ujung jaket Kelvin karena Aifah takut kalau Kevin sudah ngebut bawa motornya.


Akhirnya setelah perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai ya walaupun muka Aifah pucet gara-gara di ajal ngebut Kevin.


"Dah sampai turun lo fah" kata Kevin


Aifah nurut dia langsung turun dari motor Kelvin tapi kakinya masih gemetar karena takut.


"Lah lo kenapa fah pucet eh gemetar pula lo sakit ?" tanya Risa


"Hah gue takut banget habis di ajak ngebut sama nih orang" kata Aifah melirik ke arah Kevin yang cengegesan


"Hahaha ,,,,, elah lo fah gitu aja pucet,,, ya udah gue minta maaf " kata Kevin cengengesan


"Udah lah gak apa gue vin oya makasih ya dah nebengin gue" kata Aifah senyum manis.

__ADS_1


"lo kalo senyum manis banget sih fah gue sampai meleleh lihatnya" gumam Kevin dalam hati


Kevin memang sudah suka dengan Aifah sejak SMP tapi dia gak punya keberanian untuk ngungkapin itu jadi dia menyembunyikan sukanya dengan menjadi sahabat Aifah agak deket terus sama Aifah.


__ADS_2