
Ketika detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari sekarang adalah akhir pekan, hari ini adalah dimana hari yang ditunggu oleh para pelajar.
Panji yang sedang duduk didepan beskem ditemani teh dan menikmati semilir angin. Mungkin raga Panji ada disitu tapi entah pikirannya melayang kemana ada dua orang yang selalu memperhatikan dia yang sedang melamun.
Erik dan Dimas tau dengan sikap Panji yang tertutup soal hal pribadinya tapi baru kali ini Panji benar-benar menjadi orang yang berbeda setelah putus dari Mella tapi entah itu karena Mella atau Aifah.
"Nji lo kenapa ?" tanya Erik menepuk bahu Panji agar tersadar dari lamunannya.
Panji hanya mengelengkan kepala nya dengan wajah yang lesu dan tidak bersemangat.
"Lo kalau ada masalah cerita jangan ngelamun terus " ucap Dimas kesal dengan sikap Panji.
"Kalau ini soal Mella lo harus move on cewek gak cuman dia" kata Erik menyemangati Panji
"Entah lah,,, tapi ini bukan soal Mella rik" Jawab Panji lesu.
"Kalau bukan karena Mella terus karena siapa...Aifah " tebak Dimas sepontan.
"Hm" jawab Panji hanya berdehem keras, menarik nafas panjang dan mulai berbicara kembali.
__ADS_1
"Chat gue telfon video call gak ada yang direspon sama dia baru ada satu wanita ini yang berani nolak gue mentah mentah"
"Lo suka sama si Aifah ?" tanya Dimas.
"Mana mungkin orang baru kenal gue hanya penasaran" jawab Panji berbohong pada perasaannya sendiri.
"Ya oke lah lo penasaran" jawab Erik menahan tawanya.
Aifah yang sedang di rumah sendiri terkejut melihat kedatangan sahabat nya Risa, Putri, Sari dan Anggi.
"AIPAH AIPUH" ucap Risa teriak-teriak di depan pintu rumah Aifah.
"APA SIH SA BERISIK TAU GAK" ucap Aifah tak kalah dengan Risa yang berteriak dari dalam rumah.
"Berisik lo pada dikira nih hutan" kata Putri cuwek langsung masuk rumah Aifah.
"Wah wah lo main masuk aja put" kata Aifah.
"Biarin dari pada dengerin lo berdua teriak-teriak gak jelas kaya tarsan " jawab Putri acuh sambil memakan cemilan yang ada di meja.
__ADS_1
"Enak banget lo put dah makan aja" kata Sari yang ikut duduk di sebelah putri.
Sebenarnya mereka itu sopan kalau ada orang tua Aifah, tapi kan sekarang Aifah di rumah sendiri jadi mereka ya seenaknya aja gitu jadi tamu.
"Fah kan di rumah lo sepi jadi kita nginep ya mumpung entar malem minggu" usul Anggi.
"Iya kita kesini tuh buat numpang makan ma tidur hahaha,,," ujar Risa sambil tertawa.
"Hah lo pikir gue warung lo tumpangi in makan" kesel Aifah melempar kulit kacang.
"Boleh gak kita nginep sini ?" tanya Sari
"Boleh malah gue jadi ada temen nya" kata Aifah.
"Mending lo gak usah kos deh put,ris lo mending numpang di rumah Aifah sambil nemenin dia" usul Sari.
"Boleh juga tu itung-itung pengiritan" jawab Risa dengan mata berbinar.
"Di dunia ini gak ada yang gratis oneng" ujar Aifah kesel sedangkan yang lain hanya terkekeh.
__ADS_1
"Boleh gak gue bayar tapi cuman setengahnya dari uang kos gue gimana ? setuju gak lo put" tanya Risa mengulurkan tangan pada Aifah dan melirik putri yang mengangguk kan kepala.
"Oke deal " jawab Aifah menyambut tangan Risa.