
"Udah lah lo pada bisa diem kagak" ucap Panji penuh dengan emosi.
Panji berlalu pergi meninggalkan teman-temannya karena telinganya merasa panas dan hatinya terbakar api cemburu karena melihat kekasihnya bersama laki-laki lain.
Panji menghampiri kekasihnya yang bersama laki-laki lain itu.
"Hmmm,,,,"Panji berdehem cukup keras.
Membuat Aifah dan Kak Adit menoleh pada sumber suara. Aifah melihat Panji yang sedang dipenuhi dengan amarah langsung berdiri menghampiri kekasihnya itu.
"Sedang apa kau bersama laki-laki sialan ini" tutur Panji sambil menunjuk kearah Adit yang berdiri di depannya.
"Dia hanya membantuku mendirikan tenda" ucap Aifah memegang bahu Panji berharap kekasihnya itu tidak salah paham lagi.
"Kenapa kau tidak meminta bantuan ku saja,,,?" tanya Panji penuh penekanan.
"Aku tadi ingin meminta bantuan mu tapi kau juga sedang mendirikan tendamu jadi aku terima saja pertolongan dari kak Adit" tutur Aifah takut melihat raut wajah Panji yang masih penuh dengan amarah.
__ADS_1
"Lalu kemana yang lain kenapa mereka tidak membantu mu ?" tanya Panji menajamkan matanya.
"Mereka sedang menikmati pemandangan di ujung sana" ucap Aifah sambil menunjukkan tempat teman-temannya menikmati pemandangan.
"Maaf kan aku" imbuhnya.
Adit yang sedari tadi melihat pertengkaran antara Panji dan Aifah hanya bisa mengerutkan dahinya pasalnya Adit tidak mengetahui kalau Panji adalah kekasih dari wanita yang ia sukai dari SMP itu walaupun dia sudah memiliki kekasih tapi rasa sukanya pada Aifah masih tetap sama seperti dulu dan tidak ada yang berubah.
"Hmm,,,permisi seharusnya kau tidak membentak Aifah seperti itu karena kau hanya temannya" tutur Adit seraya menunjuk Panji.
"Diam lah ini bukan urusan mu !" bentak Panji pada Adit.
Panji yang semakin dipenuhi amarah dia mencengkeram kerah baju Adit, "Kau hanya teman,,,dan aku adalah kekasihnya" ucap Panji penuh penekanan. lalu melepas cengkeramannya dengan kasar membuat Kak Adit tersungkur ketanah dan Adit masih mencerna kata-kata Panji didalam otaknya.
"Sial,,,apa benar si brengsek itu kekasihnya Aifah" umpat Adit kesal.
Panji menarik paksa tangan Aifah.
__ADS_1
"Panji sakit tolong lepaskan tanganku !" ujar Aifah meronta agar tangannya dilepaskan dari tarikan Panji tapi kekasihnya itu tidak bergemih dengan teriakan Aifah dia terus menarik tangan Aifah.
Cukup lama Panji menarik tangan Aifah hingga sekarang mereka berdua berada disungai yang sangat sepi.
Aifah melihat pergelangan tangannya yang merah karena cengkeraman kekasihnya itu.
"Kenapa kamu membawa ku kesini ?" tanya Aifah melihat Panji.
Seketika Panji melihat Aifah "Aku tidak suka kau dekat dengan dia" ucap Panji penuh penekanan.
"Kak Adit hanya membantuku saja apa salahnya,,," tutur Aifah.
Panji memegang bahu Aifah "Tapi aku mohon kau jangan dekat dengan dia seperti tadi saat kau berbincang dengannya,,,,kau boleh dekat dengan siapa pun tapi aku mohon jangan dia" ucap Panji dengan lembut.
Aifah melihat kedua kornea mata Panji "Kenapa memangnya dengan kak Adit,,,kita sudah berteman sejak SMP" tutur Aifah memberi penjelasan.
"Dia bukan orang yang baik fah,,,plis" mohon Panji.
__ADS_1
Aifah melihat tajam pada kedua mata Panji ada rasa kekhawatiran tersendiri yang sedang dirasakan oleh kekasihnya itu akhirnya Aifah memutuskan kalau dia akan menyetujui apa yang diminta kekasihnya itu "Baiklah aku akan menjaga jarak dengannya" ujar Aifah sambil tersenyum.