
"Hahaha,,,lo lucu tau gak sih,,,orang kaya gitu udah gak bisa lo sebut sahabat oneng" ucap Fajar seraya berdiri dari duduknya.
"Mau kemana sih kak,,,gue belum selesai cerita kalik" seru Aifah kesal sambil menarik tangan Fajar agar duduk kembali.
"Okeoke,,,,sabar dulu,,,gue mau ke toilet bentar,,," ucap Fajar sambil menahan hajadnya lalu lari ke toilet.
Aifah yang melihat kelakuan Fajar hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Gue kangen banget sama lo nji,,,andai aja lo gak khianatin gue buat balikkan sama Mella,,,mungkin lo jadi orang yang bakal gue jadiin alasan gue buat tetep di sana,,,dan sekarang gue juga gak bakal ada disini" gumam Aifah dalam hati tersenyum getir sambil menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
Fajar sudah selesai dari toilet dia merasa iba saat melihat Aifah yang melamun dia bisa merasakan apa yang sedang ia rasakan saat ini.
"Woy,,,,ngelamun aja lo,,,gak takut kesambet" ucap Fajar menepuk bahu Aifah.
__ADS_1
"Ih,,,bikin kaget aja deh lo,,," seru Aifah kesal.
"Mikirin apa sih,,,sampai gak nyadar gue dah disini dari tadi" ujar Fajar.
"Engak ada kok,,,," ucap Aifah sendu dan menundukkan kepalanya.
Fajar hanya mangut-mangut saja karena, dia tau Aifah bukan tipe yang suka dipaksa tapi dia akan cerita sendiri jika dia sudah benar-benar gak bisa nahan masalahnya sendiri.
"Kak,,?" panggil Aifah.
"Kak gue sekarang harus apa menurut lo ?" tanya Aifah dengan nada serius.
"Maksud lo apa sih yang gimana ?" tanya Fajar yang bingung dengan pertanyaan adik kecilnya ini.
__ADS_1
"Gini loh kak,,,kan gue kesini gak ada yang tau nih,,,terus ya hp gue juga belum gue aktif in sejak gue mau naik pesawat,,,tapi kalau gue mau aktif in hp gue takut kalau nanti gue gak bisa move on dan tambah kangen sama dia" tutur Aifah masih dengan nada sendu.
"Menurut gue lo bisa ganti nomer terus menghubungi teman-teman lo yang ada disana dan nyuruh mereka buat gak kasih tau ke si Panji" pendapat Fajar.
"Oke,,,tapi lo harus temenin gue beli kartunya dan jangan jalan kaki,,," ucap Aifah.
"Lah kenapa gak mau jalan kaki ?" tanya Fajar penasaran.
"Pokoknya gue gak mau,,,gue tau kok kak yang jual kartu nomer itu pasti di paling ujung sana,,,,iya kan" ucap Aifah.
"Tau aja lo kalau yang jual kartu itu jauh,,,kira in lo dah gak inget,,,tapi ya lo dulu sering loh ngerengek ke gue cuman buat gue beli es krim padahal ya dulu kita jalan kaki loh sampai sana" tutur Fajar tersenyum mengingat masa kecilnya bersama Aifah.
"Itu kan dulu ,kak sekarang mah beda kalau lo ngajak gue jalan yang ada nih kaki bisa gede kaya tales dan panas tau kak nanti kulit gue jadi item,,,gak mau deh gue" ucap Aifah dengan nada manja dan lebay.
__ADS_1
"Ih,,,adik kecil gue sekarang manja ya,,,uh gue percaya kok sama kulit lo fah kalau tuh kulit gak bakal berubah warna kok" ucap Fajar sambil tersenyum dan dijawab senyuman oleh Aifah.
Mereka menghabiskan waktu bersama dengan menceritakan tentang masa lalu mereka mulai dari yang menyenangkan hinga aip-aip mereka dulu yang sangat memalukan.