
"Kamu,,," tutur mereka bersamaan.
Aifah terkesiap dengan apa yang dia lihat dia begitu terkejut dengan seseorang yang berdiri dihadapinya itu pria yang sudah beberapa tahun ini ia rindukan tak terasa bulih bening ikut lolos dari matanya tanpa sepengetahuan pemiliknya.
"Kenapa kamu menangis ?" tanyanya memandang wajah Aifah yang sudah basah karena air mata.
Aifah tersadar akan hal itu segera menyeka air matanya dan menundukkan kepalanya berusaha menghindar tapi tubuh pria itu menghalangi langkah Aifah.
"Fah,,,lo masih marah sama gue,,,sampai Segitu nya lo menghindar dari gue" tutur laki-laki itu. Ya pria itu adalah Panji, pria yang begitu Aifah rindukan selama beberapa tahun belakangan ini.
Aifah mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah tampan itu.
"Maaf,," kata Aifah hanya kata itu yang bisa Aifah ucapkan karena, bibirnya terasa kelu saat mengingat masa lalunya dulu.
Panji meraih tangan Aifah dan menariknya paksa menuju atap rumah sakit itu agar lebih leluasa berbicara karena, tidak mungkin untuk berbicara di koridor rumah sakit itu akan menganggu pasien dab pengunjung yang lain.
Aifah hanya menurut pada Panji saat tangannya di tarik dia masih begitu terkejut akan pertemuannya dengan Panji hal-hal yang sempat ia pikirkan dulu pun bermunculan Aifah begitu takut akan kenyataan pahit kalau Panji sudah memiliki pengantinya.
Setelah sampai di atap rumah sakit Aifah masih menundukkan kepalanya dia begitu takut jika melihat Panji dia akan sulit untuk melepaskannya jika hal yang sempat ia fikirkan itu benar adanya.
Panji melihat Aifah tertunduk pun mulai mengangkat dagunya agar dia bisa melihat wajah ayu Aifah yang sekarang sedang dipenuhi air mata.
"Aku minta maaf atas kebodohan yang sudah aku lakukan dulu,,,aku sudah mencarimu ke tempat orang tua mu tapi aku tidak menemukanmu,,,aku sungguh menyesal" jelas Panji melihat Aifah.
Aifah terteguk mendengar penjelasan Panji dia begitu terkejut tapi dia masih diam dia begitu bingung ingin menjawab apa. Walaupun dia sudah tau semua kebenarannya dari sahabat-sahabatnya.
"Aku minta maaf apa kamu mau memaafkan ku ?" tanya Panji terus menatap Aifah.
Aifah hanya bungkam seribu bahasa dia masih sibuk dengan fikirannya.
__ADS_1
Panji melihat Aifah yang hanya dia begitu kecewa dan putus asa menurutnya mungkin ini akhir dari cintanya dan sepertinya sudah ada pengantiku dihatinya.
Panji berlalu dari hadapan Aifah dengan rasa kecewa dan putus asa.
Aifah yang tersadar akan kepergian Panji pun segera memanggil nya.
"Tunggu !!!" seru Aifah.
Panji seketika berhenti di tempatnya.
Aifah segera menghampiri Panji dan berdiri dihadapannya.
"Seharusnya aku yang meminta maaf pada mu" ucap Aifah.
"Meminta maaf untuk apa ? kamu tidak salah yang salah aku" tutur Panji.
Panji langsung menarik tubuh mungil Aifah untuk masuk kedalam pelukannya.
"Kamu tidak salah,,,ini semua salahku,,,maaf kan aku,,,maru kita perbaiki ini semua dari awal" ucap Panji.
Aifah masih terisak dengan tangisannya dia mendengar penuturan Panji hanya bisa mengangguk didalam pelukan Panji.
Panji merengangkan pelukannya untuk melihat wajah Aifah dan dia menyeka air mata Aifah dengan ibu jarinya.
"Jangan menangis,,,mari kira perbaiki semuanya dari awal" ucap Panji tersenyum.
"Iya,,,mari kita mulai lagi dari awal" kata Aifah bahagia setelah tau Panji belum memiliki penggantinya.
Mereka berdua menikmati indahnya malam bersama diatas gedung.
__ADS_1
"Apa kamu tidak kedinginan jika jaketmu kau berikan pada ku ?" tanya Aifah seraya melihat kearah Panji.
"Tidak,,,sudah pakai saja" ucap Panji tersenyum.
"Panji boleh aku bertanya " seru Aifah.
"Bertanyalah sepuas mu" jawab Panji.
"Kenapa kau mencariku,,,kanapa kau juga tak mencari penggantiku saat kau tau aku pergi meninggalkanmu begitu saja ?" tanya Aifah yang sudah begitu penasaran.
"Karena aku mencintaimu" jawab Panji sambil terkekeh.
"Apa kamu berfikir kalau aku sudah memiliki penggantimu tadi hingga kau mau menghindar dari ku" imbuh Panji.
"Iya aku sempat berfikir seperti itu dan hal itu juga yang membuatku ragu untuk pergi ke kota ini" ucap Aifah sendu.
"Aku juga sama, aku sempat berfikir seperti itu tapi aku masih ingin mendengar dan melihat kejelasannya " ucap Panji.
"BTW siapa yang sakit kok disini ?" tanya Aifah kepo.
"Bapak ku lagi sakit,,,tadi pagi baru operasi pemasangan pen Di jantungnya" tutur Panji dengan suara rendah.
"Mau ketemu bapakku" ajak Panji berdiri dari duduknya.
Aifah hanya melihat kearah wajah Panji sedikit ragu.
Panji yang mengetahui ekspresi wajah Aifah yang ragu untuk menemui orang tuanya Panji langsung menarik tangan Aifah dan menggenggamnya untuk memberikan kekuatan agar tidak ada keraguan lagi.
"Ayo kok malah bengong" ucap Panji tersenyum serta langsung menarik Aifah menuju Ke ruang rawat bapaknya.
__ADS_1