Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 34"


__ADS_3

Setelah mereka berdua turun dari wahana. Mereka tersenyum bahagia terutama Aifah ini adalah pengalaman pertamanya dan membuatnya sangat bahagia senyum pun tak luntur dari wajah manisnya.


"Makasih ya" Panji tersenyum mendengar ucapan Aifah.


"Lo bahagia" Aifah menganggukkan kepalanya dan tersenyum mendengar ucapan Panji.


Panji pun bahagia melihat Aifah juga bahagia dia menggenggam tangan Aifah.


Aifah melihat tangannya digenggam oleh Panji pun hanya tersenyum tak ada penolakan dari nya karena dia juga merasa nyaman dan bahagia saat bersama dengan Panji.


"Kita ke Temen-temen yuk" ucap Aifah menarik tangan Panji.


Mereka berdua berkumpul ditempat mereka berpisah.


"Risa yang bener aja lo makan es krim malem-malem" ucap Aifah memperhatikan Risa yang sedang asik dengan es krim ditangannya.


"Biarin fah,,,biar gendut,,,tadi juga udah gue dibilangin"ucap Anggi ketus.


"Serem juga lo kalau berdua marah" cicit Arif.


"Lo belum tau aja kalau Aifah dah murka" ucap Zara terkekeh.


Aifah menatap Zara dengan tatapan tajam "bilang apa lo ?" ucap Aifah.


Zara menggeleng-gelengkan kepala nya "Gak jadi kok fah" ucap Zara.

__ADS_1


Mereka semua yang mendengar kan itu pun tertawa geli.


"Pulang yuk" ajak Sari pada teman-temannya dan semuanya hanya mengganggu kan kepala.


"Tapi kita anterin nih cewek-cewek dulu kerumah Aifah kasian dah malem" ucap Kevin pada semuanya.


Mereka semua melajukan motor mereka menuju rumah Aifah.


Saat perjalanan Panji menatap wajah cantik Aifah dari pantulan kaca spionnya.


"Fah"Panggil Panji.


"Iya kenapa ?" tanya Aifah dan sedikit mendekat pada tubuh Panji.


Panji menarik tangan Aifah sehingga sekarang Aifah memeluk Panji.


"Nji malu tau gak" ucap Aifah dengan nada ketus karena kesal dengan apa yang dilakukan Panji.


"Gak ada yang liat ini dah malem fah...santai aja biar gak kedinginan juga kok"ucap Panji dengan nada santai.


"Iiisss,,,malu" ucap Aifah dengan nada semakin kesal.


"Dari pada duduknya jauh-jauhan kaya orang musuh an mending gini" ucap Panji sambil memegang tangan Aifah agar tidak menjauh.


Aifah derah pasrah toh sekuat apapun dia menjauh tetep aja Panji bisa meraih tangannya lagi karena sekarang ada di motor dan takutnya kalau terus-terusan bercanda malah nanti jatuh kan sakit.

__ADS_1


"Nah gitu dong jangan gerak terus nanti jatuh kan sakit" ucap Panji terkekeh pelan karena kemenangannya.


"Hm,,,serah lah"kata Aifah kesal dan Panji hanya terkekeh mendengar perkataan Aifah yang kesal.


Di perjalanan mereka hanya ada suara angin dan kendaraan yang lain.


Panji tersenyum melihat wajah Aifah yang mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan ulahnya tadi dari pantulan kaca spion.


"Keselnya udahan kenapa fah ? jelek tau" ucap Panji terkekeh gemas melihat ekspresi wajah Aifah yang kesal.


Aifah hanya diam karena masih kesal.


"Aaaaaagg,,," teriak Aifah saat Panji melajukan motornya dengan kecepatan penuh.


"Makannya jangan kesel terus,,,senyum dikit kenapa ?" ucap Panji.


"Iya Iya,," ucap Aifah dengan senyum terpaksa.


Tak terasa mereka semua sudah sampai di rumah Aifah.


"Lama banget lo nji, katanya anak motor suka balapan liar tapi naik motor aja kaya siput" ledek Raka dengan kesal pada Panji.


"Lo suka balapan liar nji" ucap Aifah menatap tajam Panji.


Panji yang mendapatkan tatapan tajam dari Aifah merasa ketakutan "Diem lo" ucap Panji melihat Raka yang sedang terkekeh.

__ADS_1


Akhirnya para laki-laki pun pulang kerumah masing-masing.


__ADS_2