Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 65"


__ADS_3

Keesokan paginya Aifah sudah rapi dengan seragam kerjanya karena ini hari pertama dia sangatlah semangat. Aifah duduk di meja makan untuk sarapan dengan senyum yang terus mengembang di wajah ayunya.


Setelah tadi dia mengobrol dengan keluarganya untuk meminta doa restu agar apa yang dia kerjakan dimudahkan.


◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎


Tapi tidak dengan seorang pria yang sedang berdiri didepan ruang operasi dengan rasa cemas dengan keringat dingin.


"Panji, gimana keadaan bapak ?" tanya kakak ipar Panji yang baru datang setelah mendapat kabar kalau bapak dari istrinya sedang menjalani operasi pemasangan ring di jantungnya.


Panji hanya menjawab pertanyaan kakak iparnya dengan menggelengkan kepalanya.


Karena, sudah sekitar satu jam yang lalu bapaknya memasuki ruangan itu tapi belum ada satu orang pun yang keluar dari ruangan itu untuk memberi tau kan tentang keadaan bapaknya.


"Ibu mending istirahat dulu saja" ucap Vani kakak perempuan Panji yang pertama.


"Tidak ibu ingin menunggu bapakmu" jawab Ibu Sri dengan lirih.


Vani tidak bisa menjawab pernyataan ibunya karena, dia tau sifat ibunya itu sama dengan dirinya yang keras kepala.


Setelah beberapa saat kakak-kakak Panji sudah berkumpul didepan ruang operasi untuk menunggu lelaki paruh baya yang menjadi sandaran hidup mereka sejak kecil keluar dari ruang itu.


Mereka semua hanya bisa berdoa agar operasi yang dijalani oleh Pak Hari bisa berjalan lancar. Terlihat jelas raut wajah mereka yang sangat cemas dan khawatir akan hasil operasi bapak mereka.


Panji sungguh terlihat bertambah khawatir dan sedih saat melihat air mata ibunya. Dia memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut dan memilih pergi ke mushola yang ada di rumah sakit tersebut untuk menjalankan sholat dhuha dan berdoa untuk keberhasilan operasi bapaknya serta kesembuhan bapaknya.

__ADS_1


Setelah merasa cukup tenang dan kuat dia menuju ruang operasi lagi untuk menunggu keluarnya lelaki istimewa yang ada di dalam hidupnya.


Setelah cukup lama mereka semua menunggu akhirnya operasi pun selesai dan dokter keluar.


"Bagaimana dok keadaan bapak saya ?" tanya Panji saat melihat dokter keluar dari ruang operasi ayahnya.


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar,,,setelah pak Hari melewati masa kritisnya bisa langsung dipindahkan ke ruang rawat tapi untuk sekarang belum bisa di jenguk" ucap Dokter setelah itu dia berlalu dari hadapan keluarga besar tersebut.


Semua yang mendengar penuturan dari dokter tersebut bernafas lega dan bersyukur.


"Ibu sebaiknya pulang dan istirahat sama kakak biar Panji yang jaga bapak disini" ucap Panji memberi pengertian pada ibu indah.


"Iya ibu ayo pulang, ibu pasti capek kita istirahat" ucap Vani pada ibunya.


Di sisi lain Aifah sedang dipandu oleh direktur RS di tempat kerjanya untuk melihat-lihat keseluruhan RS kasih dan terutama berkeliling di ruangan Farmasi untuk bisa menghafal letak obat-obatan yang ada disana.


"Bagaimana bu Aifah, apa ada pertanyaan tentang wilayah RS kasih ?" tanya Bu Dina saat sudah sampai diruangannya.


"Tidak bu terimakasih, saya permisi dulu karena, mau melanjutkan pekerjaan saya di ruang Farmasi" ucap Aifah sebelum berlalu dari hadapan Dina.


Aifah berjalan menjauh dari ruangan Dina untuk pergi ke ruang Farmasi saat dia melewati taman Aifah melihat seseorang yang sedang membelakanginya dia memicingkan matanya dia merasa kenal dengan pria yang sedang duduk membelakanginya itu.


"Sepertinya tidak asing dengan pungung itu, tapi siapa ? ah,,,entahlah mungkin gue halu" ucap Aifah lirih setelah itu dia pergi dari meneruskan jalannya yang sempat tertunda tadi.


Panji yang merasa sedang ada yang memperhatikannya melihat kesekitar tapi tidak ada orang karena taman itu sekarang sedang sepi.

__ADS_1


Aifah memulai pekerjaannya untuk membantu para asisten Apoteker dalam membuat obat dari resep-resep yang sudah menumpuk.


Jam menunjukan angka 7 malam semua pekerjaan Aifah sudah selesai dia bersiap untuk pulang ke apartemennya untuk istirahat karena, hari pertama dia bekerja sangatlah melelahkan.


Aifah berjalan dikoridor rumah sakit tanpa memperhatikan jalannya tapi malah fokusnya pada ponsel pintarnya.


Saat berjalan Aifah tidak sengaja menabrak seseorang hingga dia tersungkur ke lantai.


"Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Aifah menundukkan kepala.


Pria itu terus memperhatikan Aifah dia merasa tidak asing dengan suara itu.


"Coba tunjukkan wajah mu !" suruh Pria itu pada Aifah.


Aifah merasa sangat familiar dengan suara baritone pria yang ada dihadapannya dia reflek medongakkan kepala nya.


"Kamu,,," tutur mereka bersamaan.


#Hayo Siapa Ya ?


Kalau penasaran kasih vote, like and comen dong biar akunya semangat up nya


Maaf ya kalau sekarang jarang up karena, lagi sibuk sekolah daring 🙏


Maaf juga kalau masih banyak Typo aku juga baru belajar soalnya.

__ADS_1


__ADS_2