Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 45"


__ADS_3

Aifah melihat tajam pada kedua mata Panji ada rasa kekhawatiran tersendiri yang sedang dirasakan oleh kekasihnya itu akhirnya Aifah memutuskan kalau dia akan menyetujui apa yang diminta kekasihnya itu "Baiklah aku akan menjaga jarak dengannya" ujar Aifah sambil tersenyum.


Panji menarik tubuh mungil Aifah dan memeluknya begitu erat dan engan untuk melepaskannya hingga Aifah merasa sesak.


"Nji bisa dilepas gak,,,aku sesak lho ini" ucap Aifah saat merasa dadanya begitu sesak.


Panji seketika melongarkan petikannya dan menatap wajah kekasihnya "Maaf" ucap Panji lirih.


"Tak apa,,,kok tempat ini sepi banget" ucap Aifah melihat sekitar sungai yang tidak terlihat siapapun disana.


"Tempat ini emang sepi,,,,yang ramai di ujung sungai sana,,,,tapi yang paling bagus disini" tukas Panji sambil merapikan jilbab Aifah yang tertiup angin.


"Padahal disini lebih indah" ujar Aifah melihat ke sekelilingnya.


"Iya indah,,,tapi lebih indah wajahmu"gombal Panji sambil mengelus kepala Aifah yang tertutup kain jilbab.


"Gombal deh" tutur Aifah tersipu malu.


"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu ?" tanya Panji sambil mendudukkan badannya di salah satu batu yang ada di tepi sungai.

__ADS_1


Aifah yang mendengar pertanyaan dari kekasihnya seketika menghentikan aktivitasnya yang sedang bermain air dan menghampiri kekasihnya dan mendudukkan tubuhnya disamping Panji.


"Apa yang mau kau tanya kan ?" tanya Aifah.


"Sedekat apa kau dengan Adit ?" tanya Panji menatap lurus kedepan.


"Sebenarnya dulu waktu SMP kak Adit selalu ke kelasku untuk menemui ku, tapi aku hanya menganggap dia kakakku, tapi ternyata dia memiliki perasaan denganku tapi aku menolaknya karena Mella menyukai kak Adit" tutur Aifah melihat kekasihnya.


"Lalu kalau Mella tidak menyukai Adit,,,kau mau dengan Adit" tukas Panji melihat sinis pada Aifah.


"Tidak ! kan aku tadi sudah bilang kalau aku menganggap Kak Adit hanya sebagai kakakku bukan perasaan sebagai kekasih" tutur Aifah.


"Sebenarnya waktu itu Mella yang meminta ku,,," ucap Aifah berhenti seperti mengingat sesuatu.


"Memintamu untuk apa ?" tanya Panji membuyarkan pikiran Aifah.


"Sebenarnya kan dulu pas waktu libur semester Mella ngajak naik gunung,,,,terus nyuruh aku buat bujuk kak Adit ikut kita naik gunung karena waktu itu Mella suka sama kak Adit" ucap Aifah.


Panji yang mendengar penjelasan dari kekasihnya hanya menganggukan kepala tanpa mau menjawab apa yang dikatakan oleh Aifah.

__ADS_1


"Disini enak banget,,,,aku suka" ucap Aifah sambil menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.


"Aku suka banget udah lama gak ngerasain kenyamanan dan ketenangan kaya gini" imbuh Aifah.


Aifah beranjak dari duduknya untuk turun ke sungai lagi untuk main air. Mereka berdua menghabiskan waktu mereka untuk main air, bercanda dan mencari ikan untuk makan mereka karena Aifah merengek kepada Panji agar mencarikan dia ikan untuk dia bakar dipingir sungai.


"Udah an yuk yank" Ajak Panji menarik tangan Aifah.


"Ya udah yuk aku juga udah gak laper lagi" ucap Aifah semangat.


"Nanti malem ada acara api unggun loh,,,bareng pendaki lainnya" tutur Panji.


"Tapi jangan deket-deket sama Adit, inget pesanku !" imbuh Panji penuh penekanan.


"Iya sayang ku yang cerewet" ujar Aifah sambil bergelayutan manja di lengan kekasihnya.


"Ih manjanya" celoteh Panji terkekeh dengan sifat manja Aifah.


"Biarin sama pacar sendiri juga" bela Aifah. Dan mereka saling tertawa.

__ADS_1


__ADS_2