Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 28"


__ADS_3

Kedua sahabat Panji saling menatap dan tertawa mendengar tuturan Panji.


"Bwhahaha,,,itu artinya lo suka sama Aifah" jawab Erik menghentikan tawanya.


"Betul tuh kata si Erik nji,,,,tapi ya kok pas lo ama Mella gak segininya ya nji ?" tanya Dimas yang heran dengan sikap sahabatnya.


"Lo pikir aja sih dim,,,Mella itu sudah jelas suka sama si Panji waktu itu dan membuat Panji gampang dapetin Mella,,,lah sekarang Aifah orang nya dingin kaya balok es tapi sama sih kaya si Panji jadi cocok lah,,hahaha,,," jelas Erik sambil tertawa.


"Gue itu gak suka sama dia cuman penasaran aja ada cewek yang bisa nolak pesona seorang Panji" Jawab Panji dengan percaya diri.


"Terserah" jawab Erik dan Dimas secara bersamaan.


Sedangkan saat ini Aifah dkk nya sedang duduk di taman biasa mereka kumpul.


Aifah melihat anak-anak yang sedang bermain disana dengan orang tuanya itu membuat hati Aifah begitu sedih saat mengingat orang tuanya yang jauh di sana dan membuatnya tambah merindukannya.

__ADS_1


"Eh,,,gimana lo sama sih Erik itu ris ?" tanya Sari melirik Risa yang sibuk dengan ponselnya.


"Ya gak gimana-gimana sih nih gue lagi chat juga ama tuh orang" jawab Risa sambil memperlihatkan ponselnya pada sahabatnya.


"Jadi iri gue,,,gue juga pingin punya pacar hiks,,hiks" kata Sari menangis dibuat-buat.


"Sama si Dimas sono" jawab Putri sambil tertawa Sari yang mendengarnya pun mengerucutkan bibirnya.


"Udah lah bibir lo gak usah manyun tambah jomblo nanti lo" ejek Anggi menyentuh bibir Sari.


"Lo juga jomblo oneng" cibir Sari pada Anggi.


"Fah,,,lo kenapa kaya banyak pikiran cerita napa ?" tanya Putri yang melihat wajah sendu Aifah.


"Huh gue cuman kangen keluarga gue" jawab Aifah dengan nada lesu dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah jangan sedih terus,,, lo punya kita fah" kata Risa menepuk pundak Aifah untuk mengaitkannya Aifah yang mendengar itu pun tersenyum.


"Makasih ya lo semua dah mau jadi sahabat gue" jawab Aifah meneteskan air matanya dan memeluk semua sahabatnya.


Setelah menangis mereka mulai melanjutkan cerita mereka dan tertawa bersama hinga hari sudah hampir gelap mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Setelah sampai dirumah Aifah mandi dan beribadah. setelah selesai dia mulai belajar karena lelah belajar dia merasa perutnya begitu lapar hingga dia memutuskan untuk memasak.


"Biasanya jika aku lapar di malam hari pasti ada bowo yang selalu menemaniku" ucap Aifah mengingat keluarganya.


Tanpa Aifah sadari jarinya terpotong oleh pisau yang ia pakai. Bukannya membersihkan lukanya dia malah berbicara dengan jarinya sendiri.


"Aw,,,stth kenapa ni jari pakai kepotong perasaan gue lagi gak mau makan daging kenapa lo kepotong"


Setelah itu dia mulai membersihkan jarinya yang terluka lalu dia mulai menyelesaikan masakannya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk memasak dan menghabiskan makanannya entah dia lapar atau doyan tapi Aifah terus memakan makanannya yang ia buat walaupun tak seenak buatan ibunya tapi yang penting perutnya terisi dan bisa tidur dengan nyenyak.


Aifah merebahkan dirinya ditempat tidur dia melihat langit-langit kamarnya dan rasa kantuk pun mulai menyerangnya tak butuh waktu lama dia mulai terlelap dan pergi kealam mimpinya.


__ADS_2