Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan

Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan
Part 13 (Penantian Cinta)


__ADS_3

Kanaya tak menyukai kebiasaan Lee yang selalu bertelanjang dada saat tidur, ia tak suka karena ia khawatir Lee masuk angin meskipun suaminya itu sudah beberapa kali mengatakan kepadanya kalau ia tidak akan masuk angin atau demam hanya karena melepas baju saat tidur dengan alasan cuaca di Indonesia tidak sedingin di Korea.


Ya. Kanaya tahu itu, walaupun sebenarnya ia belum pernah ke Korea tapi jangan salah, ia hampir tahu semua hal tentang negara asal suaminya itu berkat menonton serial-serial dramanya yang populer.


Malam tadi Kanaya tidur terpisah dengan Lee. Ia tidur di kamar sedangkan suaminya itu menghabiskan waktu semalaman hanya untuk bermain game di ruangan gaming nya. Sangat tak tahu waktu bukan? Terkadang Kanaya ingin sekali melarang Lee main game, tapi ia takut suaminya itu malah mencari kesenangan yang lain alias main wanita. Nauzubillahi min zalik! Jangan sampai itu terjadi.


Tengah malam sekitar pukul 03 : 00 Kanaya terbangun setelah mendengar alarm yang terpasang di ponselnya berbunyi dengan keras. Ia bangkit dari tempat tidurnya lalu mematikan alarm dan berjalan menuju tempat wudhu yang letaknya ada di samping kamar mandi. Kemudian ia mengambil air wudhu di sana, seketika itu wajah kantuknya jadi segar dan membuatnya semangat untuk melaksanakan Sholat sunnah tahajud dan hajat tentunya.


Kanaya memakai mukena lalu mengibaskan sajadahnya sebelum menggelar alas sholat itu di atas lantai kamarnya yang bersih. Setelah itu Kanaya mengerjakan sholat sunnah malam dengan khusu'. Bahkan saking khusu'nya ia sampai tak sadar kalau air matanya menetes membasahi pipi dan mukenah nya.


Sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas, Kanaya memanjatkan doa untuk kesejahteraan rumah tangganya bersama Lee. "Ya Allah, ampuni aku, ampuni segala kesalahanku, ampuni dosa-dosa yang telah aku dan suamiku perbuat, entah itu di masa lalu, saat ini, atau pun masa yang akan datang. Ya Allah, jagalah jiwa dan raga suamiku serta karir dan bisnisnya dari segala macam bahaya. Lindungi dia di manapun dia menapakkan kakinya, aku mencintainya, Ya Allah. Oleh karena itu aku mohon, tolong buat dia mencintaiku juga. Sesungguhnya engkau lah yang maha membolak-balikkan hati... Aamiin."


Selesai berdoa Kanaya mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Ia juga menghapus sisa-sisa air mata yang tadi mengalir di pipinya. Kemudian ia melepas mukenanya dan menggantung mukena itu di lemari khusus perangkat sholat.


Setelah itu Kanaya berinisiatif untuk mengecek suaminya. Ia pergi ke ruang gaming Lee yang bersebelahan dengan kamar mereka. Sesampainya di depan ruang gaming Lee, tangan lentiknya perlahan-lahan memutar kenop pintu ruang itu dan membukanya.


Ternyata Lee tak lagi memainkan gamenya, suaminya itu ketiduran di kursi, seperti biasa dia shirtless. Kanaya menarik nafas dalam-dalam lalu melangkahkan kakinya mendekati Lee. Kemudian ia ambil piyama milik suaminya itu yang tergeletak di meja samping PS 5 nya.


Dengan penuh kehati-hatian Kanaya memakaikan piyama itu ke badan Lee, untungnya pria itu tertidur cukup nyenyak sehingga ia hanya menggeliat ketika Kanaya mengancingkan piyamanya.


"Aisyah, dulu aku merelakan kamu menikah lagi sama mantan suami kamu, tapi kenapa sekarang aku menyesalinya... Bahkan setelah aku mempunyai istri." Lee mengigau begitu panjang dan jelas sehingga otak Kanaya bisa merekam dengan baik ungkapan jujur suaminya itu, saat itu pula hatinya merasa kebas. Namun kali ini ia tak menangis sebab air matanya tak dapat keluar, mungkin ia sudah bosan.

__ADS_1


Kanaya mengelus lembut pipi mulus Lee, sampai sekarang ia masih belum percaya ia dapat melakukannya. Dulu ia pikir tak mungkin ia bisa menikah dengan pria yang sudah dua tahun ini menjadi suaminya. Sebab pria itu selalu menganggapnya sebagai adik, ia tak pernah dianggap sebagai wanita di mata Lee, mungkin sampai sekarang juga begitu. Buktinya Lee masih mencintai Aisyah, wanita yang dulu sempat ingin menjadi istrinya.


Jemari lentik milik Kanaya membelai surai kecoklatan Lee lalu menyingkirkannya ke samping supaya surai itu tak menutupi wajah tampan Lee. Saat sedang tertidur, wajah Lee sangat polos seperti bayi sehingga membuat Kanaya seakan-akan terbius. Hati dan ingatannya otomatis menghapus satu persatu kenangan buruk tentang suaminya itu.


"Terkadang aku berpikir, apa yang membuatku bertahan selama dua tahun ini? Sekarang aku menemukan alasannya. Aku bertahan karena aku tak mau berhenti berharap, meskipun harapanku selalu berujung kekecewaan saat kamu menyebut namanya dengan penuh perasaan seperti tadi." Kanaya mengungkap isi hatinya.


"Entah sampai kapan aku akan terus menunggu kamu, Mas. Entah sampai kapan kamu mau membuka hati kamu dan memulainya bersamaku, sebagai istri yang setia aku hanya bisa menunggu, mencoba memahami, lalu menunggu lagi," ujar Kanaya sambil menahan kepedihan yang menggerogoti hatinya.


"Jika suatu hari nanti aku merasa lelah, biarkan aku pergi sejenak ya, Mas. Kamu jangan khawatir, aku pasti kembali setelah berhasil mengumpulkan kekuatan hatiku. Aku tidak akan meninggalkan mu, aku hanya beristirahat dari lelahnya sebuah penantian panjang yang entah berujung seperti apa." Setelah mengatakannya Kanaya pergi dari ruang gaming Lee, mengambil sebuah selimut di kamar lalu kembali lagi untuk menyelimuti suaminya itu.


"Semoga alam bawah sadar tidak terus-menerus menipumu dengan menghadirkannya di dalam mimpi mu." Kanaya berbisik di depan telinga Lee lalu mengecup pipi suaminya itu dengan hati-hati sebab takut membangunkannya. "Selamat malam menjelang pagi, Mas David," lanjutnya sebelum kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya.


******


Kanaya yang sedang mencuci piring bekas makan mereka berdua pun menoleh lalu mengangguk sambil tersenyum.


"Panas tahu! Aku kan udah bilang berkali-kali sama kamu, aku gak suka tidur pakai piyama atau baju apapun!" protes Lee sambil mengaduk-aduk susu coklatnya.


Kanaya menghampiri Lee lalu duduk di sebelah pria itu. "Mas, ruang gaming kamu kan ber-AC, terus udara semalem itu dingin banget nggak kayak biasanya. Karena aku gak mau kamu masuk angin, jadi aku pakein kamu piyama sama selimut," terang Kanaya lemah lembut.


Ekspresi kesal Lee seketika menghilang, digantikan dengan senyuman manisnya. "Makasih ya, udah peduli banget sama aku," ucapnya penuh dedikasi untuk Kanaya. Kanaya hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya.

__ADS_1


"Naya, gimana kalau hari ini kita jalan-jalan?" usul Lee tak disangka-sangka.


Kanaya menautkan kedua alisnya, ia heran kenapa Lee tiba-tiba ingin mengajaknya jalan-jalan. Padahal setahunya DSL beauty care alias perusahaan milik suaminya itu sedang memproses besar-besaran produk skincare terbarunya. Mestinya Lee sibuk di perusahaannya kan? Tapi ini kenapa malah mengajaknya jalan-jalan? Pasti ada sesuatu nih.


"Jalan-jalan ke mana Mas?" tanya Kanaya penasaran.


"Ke Ancol terus ke pondok indah, kamu mau?"


"Mau, tapi ada syaratnya."


"Apa syaratnya?" tanya Lee seraya menggenggam tangan Kanaya.


"Kamu gak boleh jauh-jauh dari aku, kamu tahu kan aku mengidap agoraphobia?"


"Iya sayang aku tahu," sahut Lee.


Bersambung....


Yang belum tahu agoraphobia itu adalah serangan panik/phobia akan keramaian.


Mana yang masih nungguin cerita ini? Ayo absen pakai nama daerah asal kalian.

__ADS_1


Author : Jawa barat.


Kalian : ....


__ADS_2