Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan

Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan
Part 06 (Fix you)


__ADS_3

Merasa waktunya belum tepat, Kanaya menolak ketika Lee ingin menciumnya lagi. Kanaya mendorong tubuh suaminya itu dengan perlahan dan menyandarkan kepalanya di headboard ranjang mereka.


"Maafin aku ya, Mas. Bukannya aku tidak mau melaksanakan tugas ku sebagai istri...."


"Aku cuma belum siap karena aku tahu kamu belum mencintaiku," lanjut Kanaya yang kemudian menyingkir dari pangkuan Lee dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air dingin.


Bisa saja Kanaya memapah Lee ke kamar mandi dan memandikan suaminya itu di dalam sana. Namun sepertinya tindakan itu sangat berisiko untuk dirinya, maka dari itu Kanaya memilih untuk mengelap badan Lee dengan air dingin, ia harap itu cukup untuk meredakan gejolak panas dalam tubuh Lee.


Kanaya menampung air dari kran memakai ember yang biasa ia pakai untuk merendam pakaian. Setelah airnya penuh Kanaya mengambil es batu di dapur lalu memasukkan es batu itu ke dalam air yang ada di ember tadi.


Lalu Kanaya mengangkat ember itu ke kamar dan meletakkannya di lantai sebelah ranjang. Tak lupa dia juga membawa handuk kecil untuk mengelap tubuh Lee.


"Mas David." Kanaya memanggil Lee yang sedang berusaha mengendalikan nafsunya.


"Mas, kamu aku lap pakai air dingin ya." Kanaya mengusap wajah sayu Lee dengan handuk kecil yang sebelumnya sudah ia celupkan ke dalam air dingin.


"Hm ... Naya."


Saat Lee memanggil namanya dengan suara lirih seperti itu Kanaya merasa dibutuhkan, gadis itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya mengelap leher Lee dan dada Lee.


Kini tinggal bagian punggung Lee yang belum di lap atau dikompres memakai air dingin.


"Maaf ya, Mas," ucap Kanaya lalu membuka kancing kemeja Lee dan melepas kemeja yang melekat di tubuh atletis suaminya itu dengan lembut.


"Kenapa panasnya enggak reda reda?" tanya Lee sambil menyandarkan kepalanya di bahu mungil Kanaya, menghirup aroma shampo yang berasal dari rambut indah milik istrinya tersebut.


Sementara Kanaya sibuk mengelap punggung kekar Lee dengan handuk kecil yang sudah ia basahi dengan air dingin.


Grep.


Lee memeluk Kanaya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kanaya, membuat istrinya itu semakin nervous alias gerogi.


"Naya rambut kamu wangi, jangan pernah ganti sampo ya? Aku suka wangi rose ini," bisik Lee tepat di samping telinga Kanaya, sepertinya ia sengaja ingin membuat istrinya itu merinding karenanya.


"M-mas, i-ini, udah selesai."


"Emh ... apa yang kamu rasain sekarang? Apakah masih terasa panas?" tanya Kanaya dengan gugup. Sejak tadi jantungnya tak berhenti berdisko di dalam sana.

__ADS_1


"Little bit, but it's okey, aku udah merasa lebih baik, kok. Sekarang mari kita tidur," jawab Lee sambil merangkul pinggang Kanaya dan merebahkan tubuh istrinya itu di sisinya.


"Naya, peluk aku," pinta Lee dengan manjanya.


Kanaya luluh, ia tak bisa menolak lagi keinginan suaminya, ia pun memeluk tubuh Lee yang masih sedikit basah karena air dingin tadi dan Lee mulai memejamkan matanya saat tangan lentik Kanaya mengelus rambutnya.


"Selamat malam Mas, i love you," ucap Kanaya sambil mencium kening Lee.


"Selamat malam, Naya. Semoga mimpi kamu indah." Sampai detik itu Lee masih belum dapat membalas ucapan 'I love you' dari Kanaya dengan kata 'I love you too'. Maklum, pria itu belum mengenali perasaannya.


******


"Kamu itu gimana sih, beb? Masa di kasih tugas segampang itu aja gagal?"


"Ck! Aku itu hampir berhasil tau nggak kalau aja dia nggak datang," sahut Georgina yang saat ini sedang minum-minum di apartemen pacar kesayangannya.


"Fine, kali ini aku bisa memaklumi kegagalan kamu, tapi kalau nanti nanti pokoknya kamu harus berhasil, oke?"


Bibir penuh Georgina terangkat ke atas, menyunggingkan senyuman manis. Perempuan itu menghampiri sang pacar lalu memeluknya. "Oke, kedepannya aku akan lebih berusaha keras demi mewujudkan impian kamu untuk menghancurkan hidup David yang sempurna itu."


"Thanks, beb."


"Mau berpesta dengan ku sepanjang malam ini?"


"Itu tawaran yang menarik, sayang." Georgina menyetujui tawaran dari pacarnya untuk party sampai pagi.


******


Merdunya suara gitar membuat burung-burung yang bertengger di dahan pohon berkicau sambil mengepakkan sayap indahnya. Tangan kokoh milik Nathan begitu ahli memetik senar gitar sehingga menciptakan sebuah melodi yang merdu dan terkesan penuh kerinduan.


Nathan mulai menyanyikan lagu galau kesukaannya yang belakangan ini sangat populer di kalangan sad boy sepertinya. "Kenapa tuhan mempertemukan kita yang tak bisa bersatu...."


"Kata siapa kita enggak bisa bersatu?" sela seorang perempuan yang kini berdiri di samping Nathan.


"Kita yang gue maksud artinya bukan gue sama lo, tapi gue sama dia," kata Nathan sambil melirik tajam perempuan berambut panjang yang kini berdiri di sampingnya.


"Sampai kapan lo mau mempertahankan cinta lo buat dia? Apakah sampai statusnya berubah jadi janda?"

__ADS_1


Nathan menatap mata perempuan yang di sampingnya dengan tatapan tajam. Jelas-jelas ia tak suka perempuan itu mencampuri urusan perasaannya.


"Sekarang gue balikin pertanyaan lo, sampai kapan lo mau menyiksa hati lo cuma buat mencintai gue?"


"Sampai lo menyerah dan mau menerima cinta gue, sampai lo bisa melupakan wanita itu dan jatuh cinta sama gue," jawab perempuan itu seraya mengelus pipi Nathan dengan lembut.


Nathan menepis tangan yang mengelus pipinya. "Asal lo tahu ya, walaupun nanti gue berhasil ngelupain dia. Lo tetap bukan tipe cewek yang bisa bikin gue jatuh cinta, lo itu enggak punya arti di mata gue," tandasnya.


"Lo sering banget negasin itu ke gue, tapi lihat aja nanti, gue bakal ngerubah semuanya sehingga lo menarik semua penolakan lo."


Senyuman meremehkan muncul di bibir Nathan. "Coba aja selagi lo mampu dan jangan lupa kabarin gue kalau misalnya lo mutusin buat nyerah, karena itu kabar bahagia buat gue," ucapnya tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.


"Jangan nangis di depan gue, gue benci lihat perempuan kaya lo nangis." Itu yang Nathan katakan saat perempuan di sampingnya meneteskan air mata.


"Kalau lo benci lihat gue nangis, seharusnya lo bikin gue tersenyum. Gampang kok bikin gue senyum, cukup diam di samping gue dan dengerin apa yang gue ungkapin."


"Sayangnya gue enggak bisa begitu sama lo," sahut Nathan yang kemudian pergi meninggalkan perempuan itu.


"Nathan! Kia tetap sayang sama Nathan sampai kapanpun!" teriak perempuan yang ternyata bernama Azkia Tiffany Alberto, gadis yang hanya tahu caranya mencintai seorang Nathan.


"Gue enggak bakal nyerah sebelum hati lo jadi milik gue, Nathan. Sekalipun gue harus terluka sampai berdarah-darah, gue ikhlas. Karena cinta gue ke lo bakal bikin gue jadi perempuan kuat meski terkadang gue lemah dan ngerasa jatuh sejatuh-jatuhnya."


Bersambung....


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA, my readers.


Semoga semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan semoga semuanya bisa secepatnya kembali normal dan kita bisa beraktivitas seperti dulu sebelum ada wabah.


Aamiin.πŸ™πŸ€πŸ™πŸ€


Oh iya, di tempat kalian kebanyakan korbannya apa nih? Sapi atau kambing? Kalau di tempat author kebanyakannya korban kambing.☺️☺️


Yang penting jangan korban perasaan, oke? Hehehe, sekali-kali bercanda.πŸ˜…


Jangan lupa masukin novel ini ke rak buku kalian ya.


Oh iya, insyaallah nanti malem up lagi.

__ADS_1


Jangan lupa support seperti biasa, oke?


__ADS_2