
Bismillahirrahmanirrahim....
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
___
"Gimana mbak? Rasanya enak enggak?" tanya Kanaya saat Aisyah mencicipi tumis kangkung dan udang goreng krispi buatannya.
Aisyah tersenyum seraya mengacungkan jempol, "Ini sih bukan enak lagi, melainkan enak banget! Rasanya benar-benar juara. Wah-wah, kayaknya aku mesti belajar masak sama kamu deh, Nay."
"Ah, Mbak Aisyah bercanda, ya? Masa sih masakan aku seenak itu?" sela Kanaya yang tidak percaya dengan pendapat Aisyah. Ia menyangka Aisyah hanya ingin menghiburnya dengan cara memuji hasil masakannya.
Aisyah memutar bola matanya seraya menghela nafas kasar. "Naya, aku berpendapat jujur lho. Masakan kamu memang enak banget," pujinya lagi.
"Kayaknya kamu cocok deh, jadi pengusaha kuliner, kayak suami aku," cetus Aisyah.
"Pengusaha kuliner?" gumam Kanaya yang seolah-olah mendapat pencerahan dari Aisyah.
"Iya, Nay ... pengusaha kuliner kayak suami aku."
"Tapi Mbak, aku nggak punya modal buat memulai usaha," ujar Kanaya yang tidak sadar kalau ia adalah istri dari David Steven Lee, pemilik DSL Beauty Care, brand kecantikan yang sedang sangat populer di Indonesia.
"Ya Allah, Nay. Kamu itu istrinya bos aku lho, minta aja sama suami kamu buat kasih kamu modal usaha, toh nanti kalau berhasil, keuntungannya buat kalian berdua juga," saran Aisyah yang sempat sangsi dengan siapa ia berbicara sekarang, karena Kanaya terlalu rendah hati dan independen meskipun mempunyai suami sukses dan kaya seperti Lee.
"Aku enggak mau membebani Mas David, Mbak. Aku mau memulai usaha yang benar-benar dari nol," elak Kanaya yang ingin sukses dari kerja kerasnya sendiri, bukan dari memanfaatkan kesuksesan suaminya.
"Kamu memang istri yang hebat, independen banget. Lee pasti bangga punya istri seperti kamu," puji Aisyah yang kagum dengan pemikiran Kanaya yang sangat mandiri.
Kanaya tersenyum tipis seraya berkata, "Sayangnya Lee enggak pernah bangga sama aku Mbak, justru ... Lee sering kali membanggakan Mbak di depan saya."
Aisyah terkejut mendengar penuturan Kanaya tersebut, "Enggak mungkin, Nay, asal kamu tahu, di kantor, Lee sering banggain kamu di depan karyawan-karyawannya, seperti aku."
"Serius, Mbak?" tanya Kanaya dengan muka setengah tak percaya.
Aisyah menganggukkan kepalanya tanda kalau ia tidak berbohong mengenai ucapannya tadi.
"Dari dulu bahkan mungkin sampai saat ini, Lee suka memendam perasaannya seorang diri. Kalau kamu mengira Lee masih mencintai aku, kamu salah besar, Nay. Lee itu cintanya sama kamu, cuma ya begitu, dia belum berani mengatakannya sama kamu."
Dalam diam Kanaya fokus menyimak perkataan Aisyah. Dia tidak bertanya apapun kepada Aisyah, membiarkan wanita itu meneruskan perkataannya.
"Kamu tahu? Waktu kamu ke puncak sama Lee dan teman-teman sekampus kamu, Lee tiba-tiba DM Instagram aku, dia minta saran untuk membuat kamu terkesan karena pada saat itu rencananya dia mau kasih kejutan sekalian menyatakan cintanya ke kamu. Tapi katanya kamu malah salah paham waktu lihat postingan Instagram aku."
"Nay, aku nggak mau kamu salah paham sama aku. Maka dari itu, aku ingin menjelaskan sama kamu kalau waktu itu Lee cuma melihat-lihat postingan aku yang mempromosikan produk DSL Beauty Care, itu aja."
Kanaya tersenyum tipis lalu berkata, "Sebenarnya aku mau mendengar penjelasan ini dari Mas David, tapi ya udahlah. Lagian salah aku juga yang kemarin-kemarin nggak mau dengar penjelasan Mas David."
__ADS_1
"Kalau aku boleh tahu dari siapa Mbak Aisyah tahu masalah aku sama Mas David?" tanya Kanaya penasaran.
"Ya aku tahu dari suami kamu itu ... tadi pagi sebelum berangkat meeting dia curhat soal masalahnya sama kamu ke aku dan Avi."
"Dia tanya gimana caranya supaya kamu mau dengerin penjelasannya. Dia prustasi banget karena dicuekin kamu, udah kayak anak kecil gak dikasih jajan sama emaknya," tutur Aisyah yang bicara apa adanya, tidak sedang mengada-ada.
Kanaya terkekeh geli, ia tidak menyangka bahwa di belakangnya Lee selalu jujur menunjukkan perasaannya, rasa cinta untuknya. Hatinya merasa lega dan jauh lebih tenang setelah mendengar semua penjelasan dari Aisyah mengenai suaminya.
"Makasih ya, Mbak, udah berinisiatif untuk menjelaskan ke aku. Karena Mbak saya jadi yakin kalau cinta Lee cuma buat saya," ucap Kanaya berterima kasih kepada Aisyah.
"Sama-sama, Nay. Makasih juga buat makanan yang enak-enak ini, ya."
Kanaya mengangguk sopan sambil tersenyum malu-malu mendengar Aisyah memuji makanan hasil masakannya lagi.
"Nay, kalau kamu ada waktu luang bisa enggak ajarin Mbak masak, sekalian main ke rumah Mbak," pinta Aisyah dengan wajah penuh harap.
"Dasha kangen tuh sama kamu," sambungnya agar Kanaya mau menyempatkan waktu untuk mengajarinya masak di rumahnya.
"Kapan-kapan ya, Mbak. Soalnya kalau dalam waktu dekat ini aku lagi banyak tugas kuliah, jadi sibuk banget, maaf."
"It's okey, masih ada waktu lain kok. Kamu enggak perlu minta maaf. Mbak juga nggak memaksa kalau memang kamu sibuk."
Suara ketukan sepatu pantofel yang bertemu dengan lantai menyapa pendengaran Kanaya dan Aisyah, dua wanita cantik berbeda generasi itu menoleh untuk mencari tahu siapa yang datang menghampiri mereka.
"Assalamualaikum," ucap Lee sembari melempar senyum ke arah Kanaya yang duduk berhadap-hadapan dengan Aisyah.
"Wa'alaikumsalam," jawab Kanaya dan Aisyah kompak.
Seolah mengerti kenapa Lee datang ke ruangannya, Aisyah langsung menghampiri Khanza sembari membawa berkas yang dibutuhkan sekretaris Lee itu. Sedangkan Lee bergerak mendekati Kanaya lalu mencium kening istrinya itu dengan perasaan rindu.
"Kata resepsionis, kamu datang bawain bekal buat aku, ya?" Lee menanyakan bekal yang nyatanya sudah habis dilahap Aisyah dan juga istrinya sendiri.
Kanaya meringis lalu melirik rantang yang sudah kosong di atas meja kerja Aisyah. Mata Lee mengikuti arah pandang Kanaya lalu tersenyum kecut.
Kanaya menampakkan cengirannya lalu meraih tangan kanan Lee dan mencium punggung tangan suaminya itu.
"Maaf," cicitnya.
Lee mencubit manja hidung mungil Kanaya. "Enggak papa kok, sayang. Sebagai gantinya gimana kalau kamu temani aku makan di ruang kerjaku?"
"Lho, bukannya kamu abis makan siang sama klien?"
"Enggak jadi, Bu Naya. Pak David malah buru-buru pulang saat tahu Bu Kanaya kirim bekal ke kantor." Kali ini bukan Lee yang menyahuti Kanaya, melainkan Khanza, sekretaris Lee yang sedang membahas soal pekerjaan dengan Aisyah.
"Berarti sekarang juga kamu harus makan dong, Mas."
__ADS_1
"Maka dari itu temani aku, oke?"
"Oke, dengan senang hati," sahut Kanaya tenang.
Lee bisa merasakan kalau istrinya tersebut sudah tidak marah lagi kepadanya dan ia bersyukur sekali atas itu karena pada akhirnya ia bisa meluruskan soal postingan yang membuat Kanaya salah paham.
"Khanza, bisa tolong pesankan saya makanan terlebih dahulu?"
"Bisa pak," sahut Khanza yang kemudian menitipkan berkas-berkas yang dipegangnnya pada Aisyah.
"Makanan an minumannya seperti biasa ya, nanti kamu antarkn ke ruangan saya karena saya dan istri saya mau ke sana," perintah Lee yang dipahami dengan baik oleh Khanza.
"Siap pak, kalau begitu saya permisi."
"Silahkan."
"Ya udah yuk, kita pergi ke ruanganku," ajak Lee sembari merangkul mesra pinggang Kanaya.
"Nanti dulu, aku mau bersihin rantangnya," sela Kanaya sebelum pergi.
"Naya sayang, perusahaan ini punya banyak cleaning service, biar mereka aja yang bersihin, oke? Sekarang kamu ikut aku ke ruangan aku, ya?"
Karena malas berdebat Kanaya pun mengangguk dan pasrah saat Lee kembali merangkul pinggangnya.
"Syah, aku sama Naya pergi dulu, ya?"
"Iya, iya, silahkan. Daripada kalian mesra-mesraan di ruangan aku," balas Aisyah yang membuat Kanaya menunduk malu, sebaliknya Lee malah tertawa renyah.
"Kamu juga sering uwu-uwuan sama Devano di depan aku, tapi aku enggak pernah protes tuh," celetuk Lee.
"Udah sana, bawa istri kamu pergi, dia malu tuh sama aku, lihat aja pipinya berubah merah merona kayak gitu," canda Aisyah mencairkan suasana.
"Ya udah kami pergi ya, bye."
"Bye, jangan lupa mengucapkan salam juga, brother."
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Bersambung....
Sedih, masih ada nggak ya yang mau baca cerita ini dan nungguin kelanjutannya?π₯Ίπ₯Ί
Hiks, maafkan author yang sempat stres belakangan ini. Minta dukungan ya, say.π’π
__ADS_1