Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan

Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan
Part 42 | Tak Pernah Terpikirkan


__ADS_3

"Maaf, maaf, ini keponakan saya. Dia memang sering menganggap laki-laki dewasa yang baru ditemuinya sebagai ayahnya."


Wajah-wajah yang semula tegang kini berubah lega usai mendengar penjelasan dari perempuan yang tiba-tiba datang dan mengaku sebagai tante dari anak yang tadi tak sengaja menabrak kaki Lee hingga jatuh.


"Tidak apa-apa, kami hanya terkejut, untungnya dia tidak kenapa-kenapa," ucap Lee seraya berjongkok di depan bocah bermata bulat yang punya wajah blasteran Korean-Western itu. Kemudian di usapnya pipi gembul bocah tersebut sambil menunjukkan senyuman hangatnya. Ada debaran aneh di hati Lee saat matanya bertemu dengan mata polos yang menatapnya dengan penuh harap itu. Seakan-akan ada ikatan yang sulit sekali dijelaskan di antara mereka.


"Hei, Ahjussi ini bukan Daddy kamu, manis. Tapi kalau Ahjussi boleh tahu, ke mana Daddy kamu yang sebenarnya, heum?" tanya Lee penasaran.


"No! My Daddy is you! You are my Daddy!" jawab anak itu ngotot. Saat Lee ingin menenangkan anak itu perempuan yang mengaku sebagai tantenya menggendong anak itu pergi menjauh dari Lee dan Kanaya.


Tanpa sadar Lee menyentuh dadanya yang tiba-tiba bergejolak seakan tak mengizinkan anak itu pergi dari hadapannya. Ada apa ini? pikir Lee keras. Merasa aneh dengan feeling-nya sendiri.


Sedangkan yang dilakukan Kanaya saat ini hanya menatap Lee dengan tatapan penuh tanya. "Mas, are you ok?" tanyanya dengan nada khawatir.


"I-i'm okay, sayang. Aku cuma kaget dan kasihan aja sama anak kecil tadi, sebab aku tahu betul gimana sulitnya hidup tanpa sosok ayah."


Dengan inisiatifnya, Kanaya memeluk Lee untuk menenangkan perasaan suaminya itu. Tangan lentiknya dengan lembut mengusap surai belakang Lee yang lumayan panjang.


"Anak itu pasti anak yang kuat, lebih kuat dari apa yang kamu dan aku duga. Entah kenapa aku yakin dengan apa yang barusan aku katakan," ujar Kanaya melegakan kegundahan di hati Lee.


"Thank you sayang, you're the sweetest person that i ever met."


"Karena itu kamu menikahi aku, bukan?" balas Kanaya cepat.


"No, aku menikahi kamu karena aku memang sayang sama kamu."


"You're such a liar, sir!" sarkas Kanaya dengan nada rendah namun tajam. Wanita itu melepaskan pelukannya dari tubuh Lee dan mengambil jarak sedikit dari suaminya itu.


"Hei, aku nggak bohong, sayang. Dulu aku memutuskan untuk menikahi kamu memang karena aku udah sayang sama kamu. Terlebih kamu adalah gadis yang baik, tulus, penuh perhatian. I'm so lucky to marry girl like you, Naya."

__ADS_1


"Gombalannya tambah bagus, ya sir? Yakin waktu itu udah sayang? Bukannya kasihan?" balas Kanaya setengah menyindir.


"Kasihan? Ck, buat apa aku kasihan sama adik dari laki-laki yang sering membuat aku jengkel."


"Jujur ya, dari awal aku menawarkan diri untuk membiayai sekolah kamu itu aku udah mulai menyayangi kamu. Meskipun waktu itu rasa sayangku belum sebesar yang sekarang."


"Gombalan anda sangat berkelas ya, sir," balas Kanaya dengan pipi bersemu merah. Saat Lee menatap ke arahnya, wanita itu berusaha menutupi rona merah di pipinya dengan ujung pashmina.


Lee terkekeh gemas, lalu dengan iseng dia menjawil ujung hidung mancung Kanaya yang mungil sebagai pelampiasan rasa gemasnya akan tingkah malu-malu istrinya itu.


"Ih! Usil banget deh!" protes Kanaya yang setelahnya mendapat rangkulan hangat dari Lee. Mereka berdua pun melanjutkan langkah mereka yang sempat tersendat pasca insiden anak kecil menabrak kaki Lee sepuluh menit yang lalu.


"Kamu masih ingat nggak sama pertemuan pertama kita?" tanya Lee tiba-tiba, sepertinya pria tampan itu ingin mengajak Kanaya bernostalgia dengan mengingat kembali awal-awal di mana mereka bisa kenal satu sama lain dulu.


"Masih, tapi kenangan itu terlalu memalukan untuk diceritakan sekarang," jawab Kanaya sambil tersenyum geli.


"What? Bagiku itu lucu, kita berdua sama-sama salah tingkah saat tahu isi kado yang Robby berikan melalui aku berisi pakaian dalam wanita, hahaha."


"Dari dulu sampai sekarang aku selalu penasaran tentang apakah bra itu muat di kamu?" Pertanyaan usil Lee membuat mata Kanaya terbelalak, perempuan itu tak menyangka akan mendapat pertanyaan seputar itu dari suaminya. Lantas ia pun cubit perut Lee yang tertutup kemeja sebagai peringatan.


Lee mengaduh kesakitan namun sedetik kemudian pria itu malah memamerkan cengiran kudanya. "Kok dicubit? Gemas ya sama aku?" goda Lee sambil tersenyum miring. Alis sebelah kanannya terangkat. Kanaya yang melihat itu langsung bergidik geli sekaligus merinding, berasa sedang digoda om-om pedofil, padahal itu suaminya sendiri.


"Genit banget sih, Mas. Nggak malu sama umur?" tegur Kanaya sembari menahan diri untuk tidak mencubiti pipi Lee saking gemasnya ia dengan perilaku suaminya itu.


"Umur itu cuma angka sayang, lihat nih wajah suami kamu? Udah kepala tiga tapi masih tetap ganteng, bahkan tambah ganteng, iya kan?"


"Enggak tuh, di mata aku kamu biasa aja," jawab Kanaya berencana meledek Lee. Padahal jelas sekali kalau ia berbohong mengenai apa yang tadi dikatakannya. Sejujurnya, ia setuju dengan pernyataan narsis Lee, wajah suaminya itu memang bertambah tampan setiap harinya. Sehingga terkadang membuatnya sulit percaya kalau pria yang menikahinya lebih tua beberapa tahun darinya.


Cup.

__ADS_1


Kanaya pun terkejut dan refleks memegang sudut bibirnya yang baru saja menjadi sasaran empuk sang suami yang kini tampak merajuk.


"Eh, Mas! Enggak boleh mesra-mesraan di depan pembaca! Nanti mereka iri gimana?"


"Enggak mungkin iri sayang, mereka juga kan punya pasangan masing-masing. Kecuali kalau ada yang jomblo, beda ceritanya."


"Hihihi, iya yah, Mas. Ternyata omongan kamu ada yang benar juga," pungkas Kanaya yang membuat Lee melotot tak terima.


"Dari awal aku ngomong itu benar semua lho, sayang. Mana ada bagian yang salah!" omelnya dengan ekspresi kesal yang lucu.


"Alright, little boy, you're always right. Bukan begitu?"


Lee menjawabnya dengan tersenyum puas. Lalu ia merengkuh pinggang Kanaya agar lebih merapat dengan tubuhnya.


"Thank you, my heart beat."


"Sama-sama, my heart attack!" balas Kanaya yang membuat Lee tertawa sejadi-jadinya.


"Lihat senyum dan tawamu indah sekali, mana mungkin aku tidak bahagia saat bersamamu? Bisakah kita terus seperti ini sampai maut memisahkan kita?" batin Kanaya sambil menatap Lee dengan tatapan penuh cinta dan akan takut kehilangan pria itu dari hidupnya.


**Continued....


Assalamualaikum ladies! I hope puasa kalian lancar terus ya sampai hari ke 30 nanti. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin....🤲🏻🤍🥰


Hayo siapa yang udah lama nungguin part ini update? Absen dulu yuk pakai emoji ini 😍


Supaya aku semangat nulis part selanjutnya.


Jangan lupa klik like dan komen yang banyak tentang pendapat kalian mengenai part ini ya!

__ADS_1


MAKE SURE TO FOLLOW MY IG ACCOUNT : @asyiahmuzakir


Bye, bye!🖐️✋👋**


__ADS_2