Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan

Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan
Part 40 | Malam Bertabur Bintang


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim....


Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.



"Ada apa sih, Mas? Dari tadi kamu nggak berhenti menatap aku kayak gitu, what's wrong?"


Lee tersenyum menanggapi pertanyaan Kanaya yang merasa aneh dengan tatapannya yang sejak tadi tak pernah teralihkan dari wajah istrinya itu.


"Nggak, aku cuma sedang mengagumi ciptaan Allah yang indah di depan mataku ini," balas Lee dengan tatapan penuh rayu.


"Ih, gombal! Diajarin siapa sih?!" Kanaya yang salah tingkah mendengar pujian Lee malah mencubit pipi suami yang mulai terlihat chubby itu.


Sontak Lee menangkap tangan Kanaya dan menggenggamnya agar sang istri berhenti mencubiti pipinya. "Aku nggak pernah belajar, itu emang bakat terpendam aku dari dulu."


"Ooh, dari dulu ya?" Muka Kanaya langsung berubah masam dan ia mencoba melepaskan kedua tangannya dari genggaman erat Lee.


Namun bukan malah lepas, Kanaya malah jatuh ke pelukan Lee lantaran pria itu menarik badannya mendekat. Kini posisi tangan Kanaya berada di dada bidang suaminya, wajah cantiknya langsung merona, jarang sekali ia berada di posisi intens seperti ini dengan Lee.


Jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Perlahan Kanaya menyadari kalau bukan jantungnya saja yang tidak normal melainkan juga jantung pria yang sedang menatap dan memeluknya kini.


Dengan tangannya, Kanaya bisa merasakan degupan kencang itu dan dengan matanya ia bisa melihat sinar cinta yang hangat dari sorot mata Lee yang tengah menatapnya lembut.


"I love you, Naya ... i really, really fall in love with you," ungkap Lee dari hati yang terdalam. Untuk beberapa saat Kanaya terdiam, menatap Lee dengan terkejut. Ungkapan tadi mengalun indah di telinga Kanaya, bahkan sepertinya akan terus sampai kapanpun.


"Kamu serius?" tanya Kanaya dengan perasaan yang membuncah, bahagia dan haru menjadi satu, ribuan kupu-kupu seperti terbang di perutnya.


Lee tersenyum lalu mengecup kening Kanaya dengan tulus, sebagai jawaban untuk meyakinkan wanitanya kalau memang perasaannya serius, bahkan terlalu serius hingga membuatnya menyesal baru mengungkapkannya sekarang.


"Makasih," gumam Kanaya sambil menitikkan air matanya tepat saat bibir Lee menyentuh keningnya.


"I love you too, i love you more than you know, Mas," lanjutnya dengan penuh perasaan bahagia. Kanaya sangat bersyukur karena pada akhirnya Allah SWT membuka pintu hati Lee dan menempatkan ia di salah satu ruangannya.


"Maaf karena telah membuat kamu menunggu dan terluka selama ini, maaf. Setelah ini, aku janji akan menebus dosa-dosa yang pernah aku lakukan ke kamu dulu, aku akan membuat kamu bahagia dan melupakan semua rasa sakitnya. Percayakan hati kamu ke aku, Nay. Biarkan aku memiliki dan menjaganya sampai maut memisahkan kita," ucap Lee yang kini beralih memeluk Kanaya, membuat istrinya itu bersandar nyaman di dada bidangnya.

__ADS_1


Air mata Kanaya terus mengalir, membasahi kemeja merah yang Lee pakai. Perasaan bahagia membuatnya tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya menanggapi ucapan Lee dengan anggukan kecil dan senyuman manis yang terpatri di bibirnya.


"Sayang, jalan-jalan yuk? Anggap aja aku lagi menebus salah satu kesalahanku dengan cara mengajak kamu melihat-lihat pemandangan indah sepanjang malam ini, gimana?"


"Ayok! Mumpung kita berdua masih di Surabaya," jawab Kanaya dengan sangat antusias.


"Tapi ke mana Mas? Emang Mas David tahu tempat-tempat yang bagus di dekat sini?" tanya Kanaya sembari melepaskan pelukan Lee dari tubuhnya.


"Tahu dong, aku lihat di City Maps, jembatan Suramadu cuma berjarak dua kilometer dari sini," jawab Lee sambil mengusap-usap lembut puncak kepala Kanaya.


"Cuma ke Suramadu aja?" pertanyaan itu lolos dari mulut Kanaya yang polos.


Lee terkekeh lalu mengacak-acak rambut Kanaya gemas. "Ya enggak lah sayang, kita bakal kulineran juga di taman Kilau Bintang, terus sebelum pulangnya kita bakal ke Carnival Park."


"Kalau gitu aku setuju! Hore! Akhirnya ada waktu buat jalan-jalan berdua sama kamu," celetuk Kanaya dengan senyum polosnya yang menggemaskan.


Lee senang melihat betapa antusiasnya Kanaya, diam-diam ia terus mengabadikan momen setiap kali Kanaya menatap dan tersenyum kepadanya. Ia akan menyimpan itu sebagai memori indah yang tak akan pernah terhapus ataupun tergantikan di otaknya.


*****




"Bisa minggir nggak Mas?" Lee terkekeh, tahu maksud pertanyaan Kanaya tersebut.


"Bisa dong, apa sih yang nggak bisa kalau itu buat kamu. Hal sesulit apapun pasti bakal aku usahakan," ucap Lee yang membuat Kanaya tersenyum dengan perasaan berbunga-bunga.


Lee menepikan mobilnya lalu keluar, setelah itu ia bukakan pintu untuk Kanaya seraya mengulurkan tangannya. Bak seorang raja yang ingin menggandeng permaisurinya.


Dengan pipi yang merona Kanaya menyambut uluran tangan Lee, dengan gugup gadis itu keluar dari mobil. Tatapannya terus ke bawah karena ia tak sanggup bertatapan dengan mata Lee yang terus memperhatikan setiap detail ekspresi wajahnya.


"Coba aja ada kembang api kayak di film-film, pasti langitnya bakal kelihatan seratus kali lipat lebih cantik."


Dor....

__ADS_1


Di detik berikutnya Kanaya dibuat tak bisa berkata-kata saking terkejutnya. Lihatlah! Di langit itu benar-benar muncul kembang api yang meluncurkan warna-warna indah bak bintang yang bertaburan di angkasa.


"Masyaallah, indah sekali, meskipun di malam ini cuacanya gelap, namun semua itu seakan terobati oleh lontaran dan percikan cahaya-cahaya itu," ujar Kanaya dengan decak kagum. Lalu gadis itu menoleh ke sampingnya. Di mana ada Lee yang tengah berdiri sambil memandanginya.


"Masyaallah, cantik banget ya?" ucap Lee terdengar ambigu di telinga Kanaya sebab Lee mengucapkan hal itu saat menatapnya.


"I-iya kan? Langitnya jadi cantik banget. Hehe," balas Kanaya dengan gugup.


"Bukan, bukan langitnya, tapi kamu. Karena dari tadi yang aku lihat itu cuma kamu. Belakangan ini entah kenapa kalau ada kamu, aku jadi nggak bisa lihat ke arah lain."


"Ih, kamu menggombal lagi, lama-lama kayaknya aku overdosis akibat gombalan kamu itu deh, Mas." Kanaya berjalan ke arah lain, menghindari Lee karena ia akan bertambah gugup kalau sampai suaminya itu mendengar suara detak jantungnya yang kencang.


"Naya, mau kemana kamu? Kok aku ditinggalkan?" tanya Lee sambil mengejar langkah kaki Kanaya yang sedikit lamban.


Setelah itu ia meraih tangan mungil Kanaya untuk di genggam. Kini dunia seakan milik mereka berdua, mereka bebas tertawa bersama, mengungkapkan perasaan masing-masing tanpa takut perasaan cinta itu tidak terbalas, karena mereka kini mereka tahu bahwa mereka saling mencintai dan menginginkan satu sama lain.


*****


"Sate Madura satu piring untuk berdua ya, Mas. Yang banyak topingnya," pesan Lee yang kini tengah berada di pusat kulineran malam di Surabaya. Tentunya masih bersama Kanaya yang selalu menempel di sisinya.


"Kamu minta banyakin topingnya, memang topingnya ada apa aja?" tanya Kanaya.


"Timun, tomat, sama selada," jawab Lee enteng. Tak lupa dengan senyuman manisnya yang membuat hati Kanaya meleleh.


"Aku nggak suka tomat, boleh di skip nggak?"


"Nggak papa, entar aku yang makan semua tomatnya. Oke?"


"Oke deh, makasih ya, suamiku."


"Sama-sama istriku," balas Lee sambil mengelus puncak kepala Kanaya yang ditutupi hijab berwarna hitam. Kemudian tanpa segan Lee mengecup kening Kanaya sekilas, namun ternyata itu tak lepas dari tatapan para pembeli yang lain.


"Pengantin baru ya?" tanya salah satu pembeli yang memergoki aksi romantis Lee kepada Kanaya.


"Bukan Bu, kita udah lama nikah kok," jawab Kanaya dengan malu-malu

__ADS_1


Bersambung....


Thanks buat yang masih bertahan menantikan update cerita ini, love you all!😍❤️🌹🌹🥰🥰


__ADS_2