Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan

Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan
Part 38 | Penjelasan Tak Berarti


__ADS_3

"Beres ... aku udah masukin nomor hp kamu ke grup majelis taklim Al-Anshar, supaya kamu tahu jadwal pengajiannya kapan aja."


"Makasih ya," sahut Kanaya dengan senyum seadanya.


"Sama-sama, aku bersyukur banget bisa ajak kamu bergabung ke majelis taklim ini," tutur Hamzah seraya menampakkan barisan giginya yang rapi.


"Kalau urusan jadwal pengajian udah selesai, gimana kalau sekarang kita pulang?" saran Kanaya kepada Hamzah yang masih duduk di kursi yang berada persis di depannya.


"Setuju, mari kita akhiri pertemuan kita ... sampai jumpa di pengajian minggu depan," sahut Hamzah sependapat dengan Kanaya.


"Nay, kayaknya aku duluan ya, itu udah ada yang jemput," ujar Hamzah saat Kanaya sedang memeriksa barang-barang di tasnya.


"Oke, silahkan."


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam," balas Kanaya yang tak lama kemudian ikut keluar dari restoran itu. Namun saat ia akan menyebrangi jalan lewat zebra cross di pemberhentian lampu merah, lengannya dicekal oleh tangan kekar seseorang yang sepertinya Kanaya tahu siapa orang itu.


"Naya... Please, listen to me," pintanya saat tak mendapat respon apapun dari Kanaya selama beberapa detik.


Kanaya pun menoleh lalu mencoba melepaskan tangan Lee yang mencekal lengannya erat-erat. Kemudian ditatapnya wajah lelaki yang sering membuatnya nelangsa itu dengan tatapan lelah.


"Aku lagi nggak mau dengar apa-apa dari kamu, ayo kita pulang!" Mendengar nada suara Kanaya yang dingin saat berbicara dengannya membuat perasaan Lee jadi tak karu-karuan.


"Tapi aku mau jelasin yang sebenarnya sama kamu! Naya, yang media omongin itu enggak benar, aku nggak selingkuh, aku cuma mengantar Georgina ke apartemennya terus langsung ambil penerbangan ke Jakarta, abis itu aku langsung mencari kamu sampai ke sini," jelas Lee dengan kejujuran yang tampak jelas di matanya.


"Tolong kamu percaya sama aku," imbuhnya dengan nada setengah putus asa.


"Kenapa kamu harus antar dia ke apartemennya, Mas? Kenapa?!" tanya Kanaya dengan tatapan penuh emosi. Lee terdiam sambil memandang Kanaya, mendengarkan istrinya yang sedang meluapkan kemarahannya itu dengan penyesalan di dada.


"Kamu enggak sadar kalau dia itu mantan kekasih kamu dan kamu itu publik figur, banyak mata yang mengawasi kamu, Mas!"


Kanaya terus meluapkan emosi yang terpendam di dadanya sambil fokus menatap mata Lee yang menyiratkan sejuta penyesalan.


"Terus kamu juga nggak mikir gimana perasaan aku kalau lihat berita kamu sama perempuan lain, enggak mikir sampai situ, Mas?!"


Tatapan Kanaya yang biasanya selalu teduh penuh kasih, kini berubah nanar dan Lee benci itu, apalagi fakta kalau Kanaya seperti itu gara-gara kesalahannya. Ia menyesal telah bertindak gegabah, mengantarkan wanita yang pernah menduduki posisi spesial di hatinya di masa lalu ke apartemennya.


"I'm sorry ... iya aku salah, aku salah karena terlalu gampang merasa kasihan sama orang-orang yang ada di sekitar aku, aku salah udah peduli sama perempuan yang pernah ninggalin aku, aku salah enggak mikirin dulu gimana perasaan kamu, aku salah Nay!" aku Lee penuh penyesalan, bahkan saking besarnya rasa penyesalan itu, Lee sampai menitihkan air mata.


Melihat Lee menangis, Kanaya menunjuk dada Lee dengan jari telunjuknya sambil berkata, "Jujur, aku capek, Mas. Aku capek menghadapi kamu. Selama ini kamu selalu mengulang kesalahan yang sama dan kamu selalu minta maaf saat aku udah terlanjur sakit hati ... anehnya aku selalu bisa memaafkan kamu!" Kemudian Kanaya berbalik, menyebrangi jalan, meninggalkan Lee yang masih menunggu kata maaf darinya.


"Naya, tunggu!" Lee mengejar Kanaya dengan langkah cepat. Setelah dekat ia peluk Kanaya dari belakang, tidak peduli kalau tindakannya itu mencuri perhatian banyak orang yang lalu lalang di pinggir jalan itu.


"Lepas, Mas!" seru Kanaya yang tak suka menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


"Jujur, aku lelah, aku butuh istirahat untuk bernapas, agar nanti jika kamu mengulang kesalahan yang sama seperti hari ini, aku tidak terlalu sakit hati, Mas."


"Naya, maafin aku Nay, aku melakukannya atas dasar kasihan, enggak lebih, aku cuma nggak tega lihat Georgina kesakitan, jadi aku antarkan dia pulang ke apartemennya," ungkap Lee yang secara tak sadar telah memperparah luka di hati Kanaya.


Dengan kasar Kanaya menghempaskan lengan Lee yang melingkari perut ratanya, "Kamu enggak tega lihat dia kesakitan, tapi kamu tega dan bahkan enggak peduli aku kesakitan?" sela Kanaya dengan tatapan terluka. Lalu ia menggunakan tangannya sendiri untuk mengusap air bening yang tanpa permisi jatuh dari sudut matanya.


"Itu enggak adil buat aku Mas! Seharusnya kamu lebih care sama perasaan aku!" tandas Kanaya yang setelahnya pergi tanpa menghiraukan Lee lagi.


"Damn!" umpat Lee sambil meremas kuat rambutnya hingga terlihat berantakan. Lalu pria itu duduk sejenak di bangku pinggir jalan untuk menenangkan perasaannya yang berkecamuk.


"Asal kamu tahu Nay, aku sama sekali enggak ada perasaan ke dia, aku pernah hancur karenanya jadi mana mungkin aku bisa selingkuh sama dia!" teriak Lee prustasi. Orang-orang yang melintasi jalan itu mengamatinya dengan tatapan prihatin. Namun Lee tidak peduli akan hal itu, ia lebih memusingkan masalahnya dengan Kanaya.


*****


Avila terkejut melihat Kanaya mendatangi rumahnya dengan keadaan menangis tersedu-sedu. Tanpa bertanya apa-apa, ia peluk adik iparnya itu dengan erat, ia usap-usap punggungnya dengan penuh kasih sayang. Lalu ia bimbing Kanaya masuk ke dalam rumahnya.


Setelah itu Avila persilahkan Kanaya duduk di sofa ruang tamunya sedangkan ia sendiri pergi ke dapur untuk menyeduh teh hangat, berharap minuman itu bisa membantu memperbaiki mood Kanaya yang sedang tidak baik.


"Minum teh dulu, ya?" tawar Avila yang lebih terdengar seperti bujukan.


Kanaya mengangguk, lalu menerima teh ya g disodorkan kakak iparnya. "Makasih, Kak. Maaf ngerepotin," cicitnya dengan suara parau, efek dari menangis tersedu-sedu.


"Nggak ngerepotin sama sekali kok," ujar Avila sambil mengelus bahu Kanaya lembut.


Beberapa menit kemudian Kanaya berhenti menangis, setelah dirasa cukup tenang, Avila memberanikan diri untuk menanyakan permasalahan adik iparnya itu secara baik-baik. "Ada apa Nay? Kenapa kamu sampai menangis seperti tadi?"


"Beneran cuma capek aja? Bukan bertengkar sama Lee?" tanya Avila yang paham kalau rumah tangga Kanaya tak semulus rumah tangga suami istri lainnya.


"Bukan kok," jawab Kanaya gamang. Lantas, Avila pun merasa janggal dengan jawaban adik iparnya itu.


"Jangan bohong sama Kakak, dugaan Kakak, kamu lagi bertengkar sama Lee, iyakan?"


Akhirnya Kanaya mengangguk, mengakui kalau ia dan Lee sedang tidak baik-baik saja. "Aku capek, Kak. Boleh kan aku istirahat dulu di sini untuk beberapa hari ke depan?"


Avila bisa melihat luka itu dari tatapan Kanaya yang sendu, lantas ia mengangguk, pertanda kalau dirinya mempersilahkan Kanaya untuk menginap beberapa hari di rumahnya.


"Of course, sayang. Kamu boleh istirahat di rumah ini selama yang kamu mau, pintu rumah ini akan selalu terbuka buat kamu," kata Avila sambil merangkul bahu Kanaya yang sedang membutuhkan perhatian darinya.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu yang diketuk terburu-buru oleh seseorang di luar sana membuat Avila harus melepaskan rangkulannya untuk membukakan pintu. Sesuai perkiraannya, yang datang bertamu selanjutnya ialah Lee.


"Assalamualaikum," ucap Lee dengan nafas memburu, sepertinya pria itu habis berlari.


"Wa'alaikumsalam," jawab Avila dengan wajah tak ramah alias jutek. Ia sangat kesal dengan Lee yang sering membuat adik iparnya menangis.

__ADS_1


"Apa Kanaya ada di sini?" tanya Lee sambil melongok ke dalam rumah Avila dan Robbie.


"Enggak ada, cari di tempat lain sana!" jawab Avila garang.


Lee mengernyitkan dahinya tak yakin. "Jangan sembunyikan dia dari aku, Vi. Aku butuh meluruskan kesalahpahaman di antara aku dan dia," ujar Lee setengah memohon.


"Ya udah, kalau begitu masuk, tapi awas aja kalau kamu malah memperkeruh pikirannya, aku pastikan kamu pulang tinggal nama!" ancam Avila dengan tatapan setajam mata elang.


"Jangan khawatir, aku bakal selesaikan masalah aku sama Kanaya secara baik-baik," sanggup Lee yang setelahnya diperbolehkan masuk ke dalam rumah Avila dan Robbie.


Untung saja Robbie sedang tidak ada di rumah, kalau ada, entah bagaimana nasib Lee. Pria berdarah Korsel itu mungkin sudah babak belur duluan gara-gara menyakiti perasaan adik perempuan kesayangannya yaitu Kanaya.


"Sayang, maafin aku," ucap Lee di depan Kanaya yang enggan menatap wajahnya. Merasa permintaan maafnya diabaikan, Lee tak menyerah, ia berlutut di depan Kanaya yang duduk di atas sofa, lalu ia genggam tangan lembut istrinya itu dan diciumnya cukup lama.


"Please, forgive me, i know this is my mistake, baby. Oleh karena itu, aku memintamu untuk memaafkan kesalahanku, aku janji aku akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, aku janji," bujuk Lee sambil terus memperhatikan wajah Kanaya yang terus memandang ke arah lain.


"Do you hear me, baby?" tanya Lee sambil menahan sesak di dadanya akibat diabaikan oleh Kanaya.


"I'm tired, bisa enggak kamu berhenti minta maaf seperti itu? Beri aku waktu untuk mencharge pikiran dan perasaan aku, do you understand what i mean?"


"Okey, okey. Aku bakal diam, tapi aku mohon, pulang sama aku sekarang juga. Aku enggak mau kita terpisah dalam keadaan seperti ini, Nay. Aku takut setiap kali lihat di samping aku enggak ada kamu, aku takut kehilangan kamu, Nay." Suara Lee parau saat mengungkapkan isi hatinya, pria itu hampir menangis di depan istrinya.


Lalu tanpa ba-bi-bu Kanaya langsung menanggapi permintaan Lee, "Oke, ayo kita pulang. Tapi jangan anggap masalah kita udah selesai sampai di sini, Mas." Senyuman lega perlahan-lahan muncul di bibir Lee, secara spontan ia memeluk Kanaya meskipun istrinya itu masih memberontak di dalam pelukannya.


"I love you."


Bersambung....


Total kata dalam bab ini ada 1565, banyak guys!


Yang marah sama authornya yang jarang up, silahkan. Tapi jangan galak-galak ya, say. Sebab author juga manusia, punya kesibukan pribadi juga. Hehe,😊😁πŸ₯²


Yang mau lihat-lihat foto-foto Lee sama Kanaya, cus ke Instagramnya author : asyiahmuzakir.πŸ€ͺ


Bye, bye!πŸ€—πŸ˜


Jangan lupa like, komentar, vote, sama share cerita ini ke teman-teman kalian ya? Aku mohon bantuan dukungannya supaya aku semangat buat garap cerita ini.πŸ˜½πŸ˜½πŸ™πŸ™


Love you all❀️


Yang mau mutualan sosmed sama author silahkan follow dan DM ke ↙️


Instagram : asyiahmuzakir


Facebook : Zzahraa All Khoirr

__ADS_1


Insyaallah author follback.😊☺️


__ADS_2