Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan

Kanaya Istri Yang Tak Diinginkan
Part 51 | Stay With Me


__ADS_3

"Apakah egois kalau aku ingin kamu tetap di sini, apakah curang jika aku tak mengizinkan kamu pergi? Kamu suamiku, Mas David, tapi mengapa jadi dia yang mengendalikanmu, kamu milikku tapi mengapa aku tak bisa mencegahmu bertemu dengannya lagi?" batin Kanaya sambil melihat ke arah jendela. Hatinya terasa sakit jika memandang wajah Lee yang saat ini hanya fokus menyetir dan mendengarkan musik kesukaannya.


"Untuk berapa lama?" tanya Kanaya memecahkan keheningan di antara mereka.


Lee melirik istrinya sambil mengusap dagunya sendiri. "Nggak bisa dipastikan, aku harap kamu bisa sabar," jawab Lee datar.


Kanaya tersenyum getir, ia sudah menduga jawaban suaminya akan seperti itu. "Tapi nggak selama kemarin kan?" tanya Kanaya penuh harap.


"Nggak, insyaallah enggak, setelah mendapat hasil tes DNA-nya dan memastikan itu valid. Aku akan segera pulang."


"Tanpa bertemu anak itu?"


Lee menghela nafas panjang lalu melirik Kanaya dan memberikan usapan lembut di pipi wanita itu melalui jemari panjangnya.


"Kamu nggak perlu khawatir dan cemburu, tentu aku ingin menemui anak itu, tapi bukan karena ibunya. Aku akan menjaga jarak sejauh mungkin dari Georgina. Aku janji yeobo."


Kanaya tersenyum lega lalu mengambil alih jemari kokoh Lee ke dalam genggaman jemari mungilnya. Tampak lucu hingga rasanya ia ingin menangis tersedu-sedu tak ingin melepaskan tangan suaminya itu.


"Yeobo, kamu tahu kan, perempuan yang sangat aku cintai itu hanya kamu, aku dan Georgina sekarang nggak ada hubungan apa-apa, perasaan ku pada perempuan itu juga udah hilang semenjak kami putus."


"Aku percaya sama kamu, Mas. Aku percaya kamu nggak akan kembali sama mantan kamu yang suka caper itu."


"Makasih ya, yeobo ... saranghae," ungkap Lee balas menggenggam erat tangan mungil Kanaya dan ditanggapi senyuman tipis oleh wanita itu.


"Boleh nggak sebelum kamu pergi, kamu masakin makanan spesial buat aku?"


"Boleh dong sayang, mau dimasakin apa emangnya?"


"Kimbab sama teobokki kuah soto?"


"Mwo? Pakai kuah soto?"


"Iya, belakangan ini aku suka nonton reality show Korea dan aku lihat mereka makan kimbab kayaknya enak gitu, sayangnya pas aku coba bikin kok nggak enak ya. Jadi aku pengen kamu yang bikinin. Kamu kan orang Korea asli jadi pasti enak kalau bikin Kimbab."


"Terus waktu aku beli teobokki di Supermarket, aku suka sama kue berasnya tapi aku kurang suka sama bumbunya, jadi aku pikir kayaknya bakal lebih enak kalau makanya pakai kuah soto."


Lee tertawa gemas. Ada-ada saja ide istrinya itu pikirnya, "Jadi begitu asal mulanya?"


Tak menjawab pertanyaan Lee, Kanaya cuma menganggukkan kepalanya dengan ekspresi polos. Itu membuat Lee semakin gemas sehingga pria itu menepikan mobilnya hanya untuk mencium Kanaya.


******


Perempuan heels merah itu duduk dengan gelisah. Meskipun wajahnya memakai riasan tebal, tetap tak menutupi keresahannya menunggu seseorang yang belum muncul-muncul juga.

__ADS_1


"Tumben kau menemuiku di rumah sakit, ada apa? Apa Hyunki sakit?"


"Astaga, aku menunggumu sejak tadi sialan!"


"Sorry Gigi, kau tahu sendiri jadwal operasi ku padat."


"Ya ku tahu Han Jimin, tapi kali ini aku merasa kau mengabaikanku! Aku menunggumu sejak satu jam yang lalu, bodoh!"


"Hah? Benarkah? Aduh maafkan aku ya, Gi. Tapi aku mohon semarah apapun dirimu jangan panggil nama Korea ku. Panggil aku James seperti biasa."


"Aku tidak peduli dengan itu Dokter James. Sekarang aku akan langsung mengatakan tujuanku menemuimu." Eskpresi Georgina bertambah serius. Mau tak mau James pun ikut menanggapinya dengan serius.


"Ya sudah, katakan saja."


"Aku ingin kamu menyabotase hasil tes DNA Hyunki dan David."


"APA?" teriak James melotot, dengan cepat Georgina membungkam mulutnya.


"Tidak perlu teriak-teriak bodoh! Aku hanya menyuruhmu menyabotase, bukan membunuh seseorang!" ujar Georgina memarahi teman dekatnya itu.


"Oh my god, Georgina. Mana bisa aku melakukan hal jahat seperti itu?!" protes James yang masih punya akal sehat.


Georgina mulai menatap tajam pria itu, membuat bulu kuduk korban yang ditatapnya berdiri. "Don't look at me like that!"


Georgina mencengkeram lengan James sambil menyeringai licik. "Bukan tidak bisa, kamu hanya tidak mau melakukannya untukku, kan?!"


"Jangan salah paham Gigi! Kamu tahu kan aku akan melakukan apapun demi kamu selama itu bukan hal negatif!" sela James mulai terbawa emosi.


"Tapi yang aku inginkan saat ini adalah memalsukan tes DNA itu James! Hiks, aku tidak mau kehilangan David untuk yang kedua kalinya, kuharap kamu mengerti keadaanku James!"


Tubuh Georgina luruh ke lantai, "Asal kau tahu, menjadi single parent itu sangat sulit, apalagi Hyunki sudah terlanjur percaya kalau David itu ayahnya, hiks," perempuan itu menangis sehingga James tak tega dan berlutut menghadap perempuan yang disayanginya itu. "Gigi, aku yakin tanpa memalsukan tes DNA itu, Lee akan tetap menyayangi Hyunki seperti ia menyayangi anaknya sendiri. Hasil pengamatan ku selama ini menyatakan kalau Lee benar-benar tulus menyayangi Hyunki." ujarnya mencoba menenangkan.


"Aku tidak yakin akan seperti itu, yang ada di pikiranku dia akan pergi dan melupakan aku dan Hyunki untuk selama-lamanya, hiks, hiks."


"Tolong lakukan apa yang aku minta, kalau bukan kamu siapa lagi yang akan membantuku, James. Hanya kamu satu-satunya orang yang bisa aku andalkan," pinta Georgina memaksa dengan menggunakan air matanya.


Hati James pun menjadi iba dan pada akhirnya ia tak bisa menolak permintaan Georgina yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri itu.


"Oke, aku akan melakukannya demi kebahagiaanmu, Gi, tapi aku minta satu hal, setelah ini tolong jangan pernah menangis dihadapan aku lagi."


"Aku janji, James, setelahnya aku akan terus tertawa. Aku tidak akan menangis mengenaskan di depan mu seperti ini lagi."


"Bagus, kalau begitu aku harus pergi, ada banyak hal yang harus aku urus."

__ADS_1


Sebelum James beranjak pergi Georgina memeluk pria itu dengan erat. "Thank you, James. Untuk selalu ada di pihakku dan membantuku."


"Itu karena aku sangat menyayangimu, Gigi. Kuharap kau tidak akan meninggalkanku seperti dulu."


"Aku tidak akan, James. Percayalah aku juga menyayangimu sebagai kakak."


"Hanya sebagai kakak," batin James meringis. Sebenarnya ia sudah lama memendam perasaan lebih kepada Georgina meskipun di depan wanita itu ia mengaku hanya menganggapnya sebagai adik.


"Ingin makan siang bersamaku?"


"Oh tentu, ayo bodoh kita makan siang di restoran pizza."


"Sialan!" umpat James kesal karena Georgina memanggilnya 'bodoh' lagi. Walaupun panggilan itu sesuai dengannya yang masih saja mau menjadi budak cinta wanita itu.


******


Kanaya senang sekali melihat Lee berkutat di dapur menggunakan celemek Hello Kitty yang biasa ia kenakan ketika memasak. Pria berwajah tampan bak lukisan itu fokus menggulung nasi, daging, telur, dan potongan timun serta wortel dengan rumput laut menggunakan alat rollingan khusus.


Sementara Kanaya hanya menonton kegiatan Lee sambil sesekali mengajaknya mengobrol santai. Sampai akhirnya semua masakan yang diminta Kanaya jadi dan terhidang di atas meja makan tempat wanita itu menantikannya.


"Silahkan dinikmati My Queen," ujar Lee sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya. Pria itu tampak lebih cool dengan lengan kemeja yang digulung sampai siku.


"Terimakasih banyak, My King. Maukah kau menemaniku makan?"


"Tidak, jika hanya menemani, sebab aku juga ingin makan bersama mu."


Kanaya tersenyum geli. "Hahaha, kamu lapar juga ya? Oke, oke, aku nggak mungkin sanggup ngabisin semua ini, dan karena aku baik kamu boleh ikut makan sama aku."


"Dasar istri jahil," ujar Lee sambil mencubit pelan pipi Kanaya yang mirip mandu (makanan khas Korea).


Kanaya tertawa lalu mengecup pipi Lee sebagai balasan ketika pria itu sudah duduk di sebelahnya. "Tapi kamu tetap suka kan?" bisiknya setengah menggoda.


"Yeobo, jangan begitu, nanti kamu nggak jadi makan semua ini lho," ucap Lee penuh arti.


"Enak aja," jawab Kanaya cepat sambil memeluk meja makan yang dipenuhi masakan Lee.


"Bercanda sayang, tapi kalau masih ada waktu kamu mau kan?" tanya Lee dengan maksud tersirat, membuat Kanaya spontan teringat akan kehamilannya dan mengelus perutnya pelan.


"Dosa kan kalau aku nolak?"


Bersambung....


Hayooo kalian tim baper atau tim kesel nih? Komentar di bawah ya!

__ADS_1


__ADS_2