
setelah melakukan rutinitas pagi arini bermain main dengan putri nya,sambil sesekali berbalas pesan dengan para pembeli yang sudah lumayan banyak memesan produk arini,tiba tiba dirinya di kejutkan dengan kedatangan suaminya yang mendadak dan langsung menghempas kan bok*ng di sofa di dekat arini.
"tumben mas pulang?" tanya arini.
"iya" jawab nanda lesu
kening arini berkerut melihat wajah suaminya
dia heran, tumben suami nya tidak banyak bicara.
"dia hamil,dia minta mas tanggung jawab"
arini yang mulai faham kemana arah bicara suaminya terdiam dia bingung mau menjawab apa,
"kalau dia hamil ngapain mas kesini" ,ucap arini datar
nanda menghela nafas.
__ADS_1
"dia gak keberatan di madu,asalkan mas mau nikahin dia,dia setuju tinggal bersama kita disini".
ucap nanda dengan PD nya.
arini begitu mendengar perkataan nanda terlihat begitu emosi.
"enak aja mas bilang dia gak keberatan di madu,harus nya aku yang bilang begitu !!!! yang kalian hianati itu aku mas bukan lac*r mu itu !."
"kemaren pas di tanyain siapa dia mas gak ngakuin tuh,sekarang aja udah bunt*ing baru mas bilang sama aku,aku bisa laporkan kalian ya mas atas perzinaan,jangan mas anggap aku orang bodoh".
teriak arini...
arini langsung berdiri dan mendekat ke arah nanda
"coba mas lihat aku sekarang,perhatikan aku baik baik mas,mungkin aku sudah tua dalam pandangan mu,tapi itu karena selama hidup sama kamu aku tidak pernah kamu biayaai untuk perawatan malah kamu sibuk dengan lac*urmu itu"
nanda melirik arini,dia begitu kaget melihat istri nya semakin cantik,nanda heran kenapa istri nya sekarang lebih glowing tidak seperti biasa nya.
__ADS_1
"pokoknya aku akan tetap menikahi dia dengan atau tanpa izin dari kamu,keluarga nya ngancam aku rin,kalau aku gak tanggung jawab mereka bakal laporin aku kepolisi,tolonglah sayang ngertiin mas kali ini" ,hiba nanda pada arini.
"gak mas,itu bukan urusan aku,kalau mas mau nikahin lac*ur mas itu,ceraikan aku".
"stop bilang dia lacur arini..!! ".
"lantas aku harus sebut apa dia mas??! apa sebutan yang pantas kalau bukan lac*ur?!.
"sudah lah rin,ini juga terjadi karena kamu".
dengan tidak tau malu ya nanda menyalahkan arini.
"kamu tidak punya pilihan arini,kamu harus terima dia jadi madu mu hidup lah dengan rukun,mas janji akan bekerja lebih giat lagi untuk kalian".
syakila yang mendengar bentakan dan teriakan dari kedua orang tuanya merasa ketakutan dan menangis,arini tersadar dari emosi yang menguasai diri nya berlahan dia mendekati anak nya lalu memeluk dan menenangkan nya,
"pergi lah mas,jangan menambah luka lagi,kalaupun mas mau menikah dengan lac*r mas itu,tolong ceraikan aku,karena sampai kapan pun aku tidak akan sudi di madu". arini beranjak ke kamar membawa putrinya.
__ADS_1
sementara itu nanda yang masih emosi tengah terdiam, dia merebahkan diri di sofa sambil berkata dalam hati kalau dia tidak mau menceraikan arini,dia masih mencintai istrinya itu apalagi sekarang istrinya semakin cantik saja tapi dia juga tidak mungkin mengabaikan wita karena sedang mengandung anak nya,setelah lelah ber andai andai akhirnya nanda terlelap di sofa.