
"wit..mulai sekarang bapak tinggal disini"
ucap nanda memecah keheningan di pagi hari ketika mereka tengah sarapan.
"kok gitu mas.mas gak pernah tuh bahas soal itu sama aku"
wita terlihat tidak suka dengan usulan nanda.
"iya...,aku lupa bilang,sebenarnya udah dari minggu lalu harusnya bapak tinggal disini,tapi berhubung rumah bapak di kampung belum laku,ya di undur lagi waktu nya"
"kok di jual mas"
"dari pada kosong ya..mendingan di jual"
"jadi maksud mas,bapak tinggal selama nya disini?!"
wita benar benar tidak habis fikir dengan suami nya.
"kok kamu kayak gak terima gitu bapak tinggal disini wit"
"bukan gak terima mas.masalah nya mas gak pernah bahas soal ini dan tiba tiba aja bapak mau tinggal disini.mas anggap aku apa selama ini hah..?"
"apa mas anggap aku cuma sekedar pemuas dan pembantu"
wita tak lagi dapat membendung amarahnya.dengan air mata berderai wita menatap nanda.
nanda hanya diam terpaku,dia juga merasa sedikit bersalah dalam hal ini. wita benar tidak seharusnya dia mengambil keputusan sendiri.
"bapak itu pria dewasa mas,dan masih normal.apa jadinya jika hanya kami yang ada di rumah ini,di saat kamu pergi bekerja"
"kamu juga bukan anak kecil lagi mas,kamu sudah jadi ayah dari dua orang putri.tidak pantas rasa jika hidup mu masih di atur oleh bapak"
wita melanjut kan pendapat nya.tapi kali ini suara nya terdengar lemah,seakan sudah benar benar lelah.
"t...tapi wit,aku tidak tega menolak bapak,hanya dia orang tua ku satu satunya yang masih hidup.aku hanya ingin menghabiskan banyak waktu bersama nya,di hari tua"
ujar nanda terbata bata.
"lalu bagaimana denganku mas...apa aku masih punya orang tua lengkap?.aku juga hanya punya ibu saja saat ini.
kalau begitu aku juga akan membawa ibu untuk tinggal bersama kita"
"lagian jika ibu yang tinggal disini, itu jauh lebih berguna.dia bisa membantu ku menjaga cucu nya"
"sedangkan aku bisa kembali mencari pekerjaan,agar tidak bergantung hidup pada penghasilan mu mas"
__ADS_1
wita tidak mau mengalah,meski dia tidak sungguh sungguh dengan perkataan nya.
"gak wit..kamu gak boleh kerja.kasihan anak kamu,dia masih kecil dan membutuhkan ibunya"
nanda terlihat takut wita kembali bekerja.
"dia gak hanya membutuhkan ibunya mas,dia juga membutuhkan ayahnya,apakah mas pernah berfikir,bagaimana jadinya putri mu tanpa sosok ayah,semntara ayahnya masih hidup dan tinggal satu atap dengan nya"
"pantas saja putrinya arini terbiasa hidup tanpa mu mas,bahkan bisa di katakan tidak membutuhkan mu.ternyata memang sudah sifatmu mengabaikan tanggung jawab"
"pokok nya jika bapak kekeuh tinggal disini,maka aku akan membawa ibuku juga untuk tinggal disini.jadi sebaik nya berfikirlah dengan baik mas"
ucap wita sambil berlalu.
***
sudah seminggu wita bersikap dingin kepada nanda.
dia hanya akan menjawab pertanyaan nanda dengan jawaban ya dan tidak.
tidak ada lagi kemarahan jika nanda pulang telat,bahkan wita menyuruh nanda membawa kunci cadangan,jadi ketika dia mau pulang jam berapapun tidak harus menunggu dirinya membuka pintu.
sore itu ayahnya datang sekedar ingin bersantai duduk di cafe dengan nanda.sebenarnya nanda sedikit heran dengan tingkah sang ayah.karena selama ini nanda tidak terlalu dekat dengan nya.
dan disaat nanda bertanya,sang ayah hanya menjawab ingin menghabis kan sisa umur di hari tua bersama anak semata wayang nya.
"pak..apa gak sebaik nya bapak tinggal di kampung saja,kan sayang jika rumah yang penuh kenangan dengan ibuk di jual"
nanda membuka percakapan,sekaligus berusaha menolak dengan secara halus.
"kenangan gak hanya tertinggal di rumah itu nan.kenangan tentang ibu mu ada disini,di hati bapak. bapak hanya ingin melajut kan hidup dengan tenang tanpa harus selalu terpuruk dengan kenangan denga ibumu"
"lagian bapak yakin,ibumu juga ingin bapak menghabiskan waktu lebih banyak dengan mu"
sang bapak menatap nanda dengan raut wajah sendu.
nanda benar benar bingung,dia tidak tau apa yang harus di lakukan,akhirnya dia meminta ayahnya agar bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk pindah kerumah nanda.
sebab nanda harus membahasnya dengan wita terlebih dahulu.sang bapak tidak terima jika nanda harus meminta persetujuan istrinya.bagi nya istri itu hanya pesuruh.
bukan untuk di mintai pendapat apapun.dia memarahi nanda dengan mengatakan agar jangan terlalu baik sebagai suami,jika tidak maka akan di injak injak oleh si istri.
hingga akhirnya sang ayah tetap tinggal bersama nya.wita hanya menghela nafas panjang.sepertinya otak suami nya sudah benar benar berhasil di cuci oleh sang ayah.
baiklah,kita mulai permainan.ucap wita dalam hati.
__ADS_1
hari hari berlalu tanpa terasa.wita masih belum mengetahui apa rencana nanda dan ayah nya terhadap arini.
wita sengaja bersikap baik dan lembut kepada ayah mertua.sesekali dia akan duduk di samping ayah mertua nya ketika menonton televisi.mereka hanya tinggal bertiga saja,karena nanda pergi bekerja.
"bapak mau kopi lagi"
tanya wita dengan suara yang di lembut lembut kan.
"hmm boleh,jang terlalu manis ya wit"
sang ayah mertua pun mulai bersikap lunak kepada wita.
bahkan sesekali mata orang tua itu akan jelalatan menatap tubuh wita yang berlalu ke dapur untuk membuat kopi.
"ternyata kalau di perhatikan body si wita mantap juga"
ucapnya pelan. di iringi kekehan penuh nafsu.
wita membawa nampan berisi roti dan dua gelas kopi,dan melangkah kearah ayah mertua nya.diapun dengan sengaja melenggak lenggok kan tubuh nya.
sang ayah mertua menatap tak berkedip.
"ini kopi nya pak,ada roti juga,untuk sekedar ganjal perut"
ucap nya dengan manja.
"i..iya wit,makasih"
sang ayah mertua terlihat gugup.menerima kopi dari tangan mulus wita.
dengan sengaja,wita menyentuh tangan keriput milik ayah mertua nya.
sang mertua terlihat gugup.tetapi berusaha agar tidak ketahuan oleh wita.
wita memuji ketampanan dan bentuk tubuh ayah mertua nya yang masih ideal di usia nya yang tidak muda lagi.
ayah mertua wita akan tersipu malu,mendengar pujian menantunya itu.wajah tua yang mulai keriput itu akan bersemu merah. wita terus saja menggoda secara tidak langsung,agar tidak terlalu mencolok bahwa dirinya punya niat lain.
sang mertua sudah mulai masuk ke dalam perangkap wita.
ketika nanda sedang tidak berada di rumah,dia sudah tidak sungkan menggoda wita dengan mengatakan betapa indahnya lekuk tubuhnya.
bahkan dia berkata secara terang terangan,kalau dia menyukai bentuk tubuh sang menantu nya.
wita akan ber pura pura tersipu malu.dan langsung berlalu pergi untuk menghindar ,dengan gerakan tubuh yang sengaja di buat menggoda.
__ADS_1
target sudah masuk perangkap,tinggal tunggu tanggal main nya saja.
ucap wita dalam hati.