Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#calon mantan


__ADS_3

*tok tok tok*


terdengar suara pintu depan di ketuk dari luar dengan malas arini beranjak dari tempat tidur dengan pelan dia takut putrinya akan terbangun.


ketika pintu terbuka arini sedikit kaget melihat siapa yang datang,meski dia tau nanda pasti akan datang tapi dia tidak menyangka akan secepat dan sepagi ini.


setelah berusaha menetralkan rasa kaget dan menguasai keadaan akhirnya arini menyuruh sang calon mantan suami untuk masuk.


"syakila masih tidur rin?".


"khemm iya".


nanda memperhatikan perempuan yang masih sah sebagai istrinya itu dengan seksama,ternyata arini semakin cantik,kulitnya juga semakin mulus dan sehat, dalam lubuk hati dia merutuki dirinya karena menjadi laki laki bodoh yang menyia nyiakan wanita secantik dan sebaik arini.


"kemaren mas dapat surat panggilan, ternyata kamu serius mau berpisah dengan mas". ucap nya

__ADS_1


"aku selalu serius dengan ucapan ku".


"apa karena laki laki itu kamu mau berpisah dengan mas rin?!!!".


"apa kamu tidak memikirkan bagaimana nantinya kehidupan anak kita?"


"apa kata orang nanti nya kalau kamu jadi janda,janda itu gak enak rin,kamu butuh biaya hidup,syakila juga butuh susu dan kebutuhan lain yang jumlah nya besar rin,jujur kalau kamu tetap bersikeras pisah aku gak bakalan ngasih nafkah lagi untuk mu dan syakila".


arini berusaha tidak terpancing emosi mendengar nanda mengoceh bak perempuan,padahal semua akar masalah ada pada dirinya tapi tetap saja mau menyalah kan orang lain.


arini terkekeh dan geleng geleng kepala mendengar nanda berbicara seperti itu,dirinya tidak langsung menjawab ,dia masih mau mendengar apa lagi yang ingin dikatakan sang pembual handal untuk menyalah kan dirinya.


"jujur mas sebenarnya masih cinta sama kamu,mas gak mau pisah sama kamu,kamu hanya perlu membuang sedikit ego mu dan memikirkan bagaimana nantinya kehidupan anak kita".


"kamu akan di cap buruk kalau sudah jadi janda,sebaiknya kamu batalkan gugatan itu dan mari hidup dengan bahagia".

__ADS_1


arini menghela nafas panjang,butuh kestabilan dan kewarasan menghadapi sang calon mantan suami tanpa emosi,maka arini berusaha agar tidak terpancing dan menghadapi nya dengan santai dan senyuman.


"keputusan aku sudah bulat mas,kalau sudah masuk ke pengadilan berarti aku serius dengan ucapan ku".


"yang selingkuh di kisah kita itu kamu mas,buktinya lac*r mu sedang hamil besar,mungkin saja sebentar lagi akan melahirkan".


"dan kamu tidak usah susah dan repot repot memikirkan kehidupanku jelek atau tidaknya di mata orang lain, aku yakin aku bisa mengatasi nya, tentang mau atau tidak nya kamu memberi nafkah untuk putrimu itu terserah kamu,itu urusan mu sama tuhan mu mas".


"lagian aku yakin tanpa nafkah darimu kami akan tetap makan,aku juga akan tetap bisa memenuhi susu ataupun kebutuhan lain anakku,jadi aku akan tetap melanjutkan niat ku untuk berpisah dengan mu".


"apa kamu tidak sadar diri mas,?! coba kamu ingat ingat kapan terakhir mas memberi ku uang ? buktinya sekarang kami masih hidup dan sehat tanpa sepersen pun uang darimu!".


"alah..,palingan uang itu kamu dapatkan dari selingkuhan mu itu kan,sudah lah rin gak usah sok suci,mas akan memaafkan mu dan akan menerima kamu lagi,mari saling melupakan kesalahan yang lalu".


"sepertinya berbicara dengan mu tidak ada guna nya mas,baik lah mari kita akhiri pembicaraan yang tidak berguna ini,aku tetap ingin pisah dengan mu,ku harap kamu jangan mempersulit jalan ku,hidup lah dengan bahagia dengan wanita mu itu".

__ADS_1


"kamu memang keras kepala arini..! kalau kamu tetap ingin kita berpisah maka pergi lah dari rumah ini,jika kita berpisah nanti maka hilang sudah hak hak mu disini".


dengan sangat emosi dan hentakan kaki yang kuat nanda meninggalkan arini yang tetap tersenyum.


__ADS_2