
hari hari berlalu,bunga bunga rindu di hati semakin mekar dan subur,mas ibra selalu menyempatkan diri untuk menemui syakila betapapun sibuk dan repot pekerjaan nya.
aku juga merasa baik baik saja saat ini,bukan berrti selama ini aku tidak merasa baik,hanya saja setelah kembali dekat dengan mas ibra,aku merasa begitu di cintai dan di butuhkan.
dua minggu setelah dia mengutarakan niat nya padaku,aku masih belum menjawab apapun,bukan karena trauma hanya saja aku ingin menikmati masa masa indah seperti ini
mas ibra sekarang jauh lebih peka terhadap perasaanku ataupun perasaan nya,katanya dia banyak belajar dari teman nya mana yang di sukai oleh perempuan.
aku hanya akan tersipu malu,setiap dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai ku,dia ingin segera menjadi ayah syakila yang resmi dan akan berusaha menjadi imam yang baik untuk ku.
setiap malam sebelum tidur dia akan mengirim kan pesan selamat tidur bak anak muda yang tengah kasmaran.
*ya allah...pantas kah aku mendampingi mas ibra yang begitu baik setelah apa yang aku lakukan di masa lalu..*
selalu saja pertanyaan seperti itu muncul di setiap malamku,aku begitu merasa kecil dengan status ku .
hari ini aku akan di sibukkan dengan banyak nya pesanan cemilan yang di pesan oleh tetangga yang tinggal beda gang dengan ku ,karena ada acara pengajian di rumah nya.
ketika mas ibra mengajak ku melalui sambungan telepon untuk pergi sekedar membeli kan ice cream untuk syakila aku menolak dan mengatakan aku akan sedikit sibuk.
tapi tak di sangka sangka beberapa saat kemudian dia sudah datang membawakan begitu banyak jajanan dan tentu saja tidak lupa dengan bungkusan ice cream yang banyak.
disaat aku protes dia mengatakan kalau beberapa hari ini dia akan sangatb sibuk dan tidak akan sempat membelikan jajanan untuk syakila.
syakila yang kegirangan karena ayah nya datang langsung menghambur memeluknya dan mengajak jalan jalan,namun mas ibra seperti tau rasa khawatir yang aku pendam,bahwa aku belum bisa melepas syakila tanpa aku.
dia mengatakan kalau aku sibuk pada putri ku dan tidak bisa pergi.
dia berjanji setelah semua kesibukan kami ber akhir dia akan mengajak kami jalan jalan ke pantai.
awalnya syakila merajuk tapi dengan sabar mas ibra menggoda dan mengalihkan rasa kesal nya hingga putri ku faham dengan kondisi laki laki yang di anggap nya ayah itu.
setelah kepulangan mas ibra,aku melanjutkan pekerjaan ku untuk memulai membuat bahan bahan utama sembari menunggu kedatangan bu taty
bu taty sudah seperti seorang ibu bagiku,dia begitu baik dan selalu mengarahkanku kepada kebaikan,dia akan datang membantu ku ketika aku sibuk .
dia tidak akan mau di beri upah,katanya aku lebih membutuhkan dari pada dia, dia bilang aku orang tua tunggal sementara dia masih memiliki suami dan anak yang bekerja dan sudah lumayan penghasilan nya.
aku begitu terharu pada kebaikan nya,dia akan jadi tameng pelindung di saat ada suara suara sumbang yang menjatuhkan ku.
aku bahagia memiliki orang orang yang menyayangi ku dengan tulus,begitu pun dengan hany,bagi ku dia bukan hanya teman atau sahabat
dia adalah kakak ku yang sangat perhatian dan selalu menjadi garda terdepan yang akan rela mati matian untuk menjaga kami.
__ADS_1
saat tengah disibukkan dengan aktifitas,aku mendengar ada ketukan di depan pertanda ada tamu yang datang,awalnya aku mengira itu bu taty,namun setelah aku tunggu beberapa saat, ternyata bu taty tidak juga muncul.
aku berjalan ke depan untuk memeriksa sambil memastikan keberadaan putri ku,ternyata dia sedang asik bermain dengan boneka barbie nya di dalam kamar.
dengan tersenyum aku bergegas ke arah pintu namun tidak terdengar ada suara orang yang mengucapkan salam.
dengan rasa penasaran akupun mengintip lewat celah jendela yang hanya tertutup gorden untuk melihat siapa yang bertamu, aku takut itu adalah mas nanda yang datang untuk menggoda ku lagi.
terlebih lebih saat ini aku tidak di dampingi oleh hany ataupun bu taty,bisa saja mas nanda berbuat nekad,karena akhir akhir ini dia semakin gila
dia sering mengajak ku untuk pergi menginap dengan nya dan berjanji akan memberi nafkah untuk syakila setelah nya,tentu saja aku sangat marah,aku jijik dengan kelakuan nya yang menurut ku sudah di luar akal sehat.
tapi saat ini yang berdiri di depan pintu rumah kontrakan ku bukan bu taty,ataupun mas nanda,dia seorang perempuan muda yang umurnya mungkin tidak jauh berbeda dengan ku.
aku merasa heran karena semenjak tinggal di kompleks ini,aku tidak pernah melihat dia sebelum nya,awalnya aku malas membuka pintu dan mengabaikan saja orang itu sampai bu taty datang
tapi rasa penasaran ku lebih kuat dari pada rasa takut akan hal hal buruk yang dengan sengaja aku hindari,akhirnya aku memutar kunci dan membuka pintu.
melihat pintu terbuka perempuan yang baru saja mencoba duduk itu langsung kembali berdiri dan menatapi ku dari ujung rambut sampai ujung kaki.
aku yang jengah melihat tingkah nya langsung bertanya dia siapa dan mau apa.
"maaf..nyari siapa ya mba?".
bukan nya menjawab,dia balik bertanya kepada ku dengan raut wajah yang tidak bisa aku artikan.
"iya saya arini,mba siapa ya..?dan perlu apa?".
"saya calon istri nya mas ibra!!".
*degh*
arini terdiam ,bak terhantam batu besar,dada ini serasa sesak dan penuh,aku merasa sangat sulit untuk bernafas, dengan rasa sakit yang entah datang dari mana namun begitu sangat terasa,aku berusaha tenang dan tetap tersenyum.
karena aku pernah mengalami yang lebih fatal dari pada ini,dan aku berhasil melalui nya.
setelah berhasil menguasai keadaan aku mencoba mencerna dan memahami maksud dari ucapan nya.
"maksud mba apa?" tanya arini memastikan.
"saya peringat kan kamu agar menjauhi calon suami ku!!".
"seharusnya kamu sadar diri,kamu itu seorang janda,tidak ada istilah serius bagi laki laki yang mendekati janda selain dari pemu*s n*fsu nya".
__ADS_1
" saya akan memaafkan kamu,mari kita anggap ini satu kebodohanmu karena menaruh harapan pada calon suami ku".
"semoga kamu belum melakukan hal hal yang di luar batas,sehingga harus begitu sulit melepas kan mas ibra!".
mendengar kata kata yang begitu menyakitkan dari perempuan yang ada di hadapan nya arini merasa sangat emosi.
namun dia berusaha untuk tidak terpancing,mas ibra masih lah belum miliknya,wajar jika ada perempuan lain yang mengaku calon istrinya.
mas nanda yang sudah jadi suami sah ku saja bisa bermain dengan perempuan lain,apalagi mas ibra.
batin nya.
dengan berusaha sesantai mungkin arini membalas perkataan perempuan yang ada di depan nya itu.
"maaf ya mba..kalau mba merasa calon istrinya mas ibra,seharusnya mba membawa mas ibra kesini dan menyelesaikan semua nya".
" perlu saya yang mengabari mas ibra untuk datang kesini?".
"Atau jangan jangan mba nya ngaku ngaku?"
"karena setau saya mas ibra bukan tipikal laki laki yang suka main perempuan".
"saya mengenal dia jauh sebelum dia ada di kota ini,jadi mba gak usah merasa paling wah".
"mas ibra memang baik terhadap semua orang,hingga terkadang orang salah mengartikan ketulusan dan kebaikan nya!!".
"sebaik nya mba pulang dan tolong jangan pernah datang kesini lagi!".
"dan satu lagi..,saya memang janda tapi saya tidak pernah berbuat di luar batasan saya,apalagi berani mengakui laki laki yang bukan siapa siapa saya jadi calon suami".
dengan tersenyum manis arini berlalu dari hadapan wina,dan langsung masuk ke dalam rumah mengabaikan wina yang masih bicara dengan kata kata kasar dan kotor.
arini berdiri di belakang pintu berusaha menetral kan segala rasa yang berkecamuk didalam kepala.
lutut nya lemas membuat tubuhnya merosot terduduk di lantai belakang pintu,hingga ketukan halus dan suara salam bu taty menyadarkan.
bu taty berusaha masuk,aku dapat merasakan nya saat pintu menggeser tubuh ku,aku hanya diam tak bergeming,oh tuhan..apalagi kali ini .batinku
bu taty terkejut melihat keadaan ku dengan sigap dia langsung memapah dan membawa ku ke dalam kamar.
di kamar aku hanya menangis dalam pelukan nya.
~°°~
__ADS_1
.