Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
tetangga itu pencuri hatiku(wina)


__ADS_3

sejak kehadiran mas ibra hari hari ku menjadi lebih berwarna,aku merasakan lebih semngat dari biasanya,aku ingat jelas hari itu,hari dimana mas ibra baru pindah dan membuka bengkel kecil di seberang rumahku,wajah nya yang manis serta tatapan nya yang meneduhkan membuat malam menjelang tidurku begitu indah karena menghayalkan dirinya.


aku mulai berkenalan dan dia menyebutkan nama nya,ah.. suara nya saja membuat jantung ku berdebar,tuhaan.. kenapa ini kenapa jadi begini ??!di umurku yang hampir kepala tiga mengapa aku deg dega-an seperti ABG yang baru pertama mengenal laki laki.


semenjak perkenalanku dengan nya aku jadi sering bolak balik ke bengkel,kadang aku hanya iseng untuk menghampirinya,aku juga terkadang bingung pada diriku,sehari saja tidak melihat nya hatiku merasakan rindu yang membuat semua serba tak nyaman,dan sepertinya dia tidak keberatan dan selalu terbuka menerimaku,apakah dia juga sepertiku .


hari ini tiba tiba saja aku kepikiran untuk memasak yang banyak dan mengantar kan sebagian hasil masakan ku padanya agar dia senang,entah lah aku rasa aku benar benar sudah tidak waras sehingga sebegitu agresif nya mencari perhatian nya.


"mas aku bawain makanan,mas ibra udah makan?".


"waduh rezeki nomplok nih,kebetulan kami belum makan ya kan ris". ujar ya kepada salah satu pekerja nya,


"iya nih bos,rezeki anak soleh memang gak akan kemana mana". sahut si pekerja yang bernama riski

__ADS_1


"ya udah kamu makan duluan ris,biar kita gantian,lagian belum waktunya istirahat,nanti mana tau ada orang".


"oke bos".


"kamu udah makan win.? ".tanya nya kepada ku.


"u-udah mas,tadi siap masak aku langsung makan".aku gugup menjawab pertanyaan perhatian dari nya


"oke win,gimana penjualan hari ini?".


ya..aku jualan sarapan pagi di depan rumahku,aku hanya tinggal berdua saja dengan ayah,karena ibu sudah lama meninggal,sedangkan ayahku membuka toko harian di pinggir jalan besar,sebenarnya penghasilan ayah sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kami , aku hanya ingin menyibukkan diri agar tidak terlihat seperti seorang anak yang hanya berpangku tangan di usia ku yang tidak lagi muda makanya aku jualan sarapan di depan rumah.


"kamu rajin ya win,udah cantik,baik lagi ya kan ris??!".

__ADS_1


uhuk uhuk..tiba tiba orang yang di tanyai mas ibra terbatuk di sela makannya.


"i-ia mas bos,udah cantik, baik,rajin lagi".ucap nya gugup


melihat riski tersedak mas ibra tertawa,aku memperhatikan dirinya yang begitu tampan menurutku,bibirnya,hidungnya.. rasanya aku ingin menyentuh dan mengec*pnya, tanpa sadar aku membayangkan menjadi wanita yang beruntung mendapatkan nya,karena semenjak disini mas ibra tidak pernah sekalipun membawa atau membahas perempuan lain di dekat ku,apakah mas ibra juga menyimpan rasa?? bathin ku .


"hei win..wina hallo.... ". dia menepuk nepuk tangan nya di depan mata ku membuat aku kaget dan tanpa sadar memanggilnya sayang


"iya sayang".


dia dan riski saling menatap dan akhirnya tertawa lagi,tapi kali ini menertawai ku,


"hahahahah ris ,sampai sebegitu nya wina merindukan cowo nya sampai sampai kita di panggil sayang juga".

__ADS_1


"iya mas bos,padahal kita disini,tapi fikiran nya entah dimana dan kemana ".


"ah apaansih gak jelas,aku mau pulang dulu ya mas". ucapku sambil berlalu membuang malu


__ADS_2