
sesampai nya di taman, arini menuju tempat duduk yang di kelilingi pepohonan,udara terasa begitu sejuk,semilir angin membuat memory arini kembali ke masa lalu,masa dimana dirinya dan ibra begitu dekat,masa dimana dirinya dan ibra saling takut kehilangan,masa dimana dirinya dan ibra akan cemburu melihat jika ada orang lain yang mendekati salah satunya.
arini menarik nafas dalam dalam ada rasa sebak yang menghimpit dada dan membuat rasa sesak yang ter amat sangat kala mengingat masa masa itu,entah sudah berapa lama dia melakukan olahraga pernafasan tanpa dia sadari ibra sudah berdiri di depannya memperhatikan.
"uhuk uhuk... ".
ibra pura pura batuk untuk membuyarkan lamunan arini.
arini yang kaget langsung melihat ke arah sumber suara dengan jantung yang tidak karuan.
"eh mas udah datang".
arini bertanya dengan agak gugup
"udah dari tadi malahan,tapi kayaknya orang orang disini lagi pada asyik melamun deh rin,sampai sampai gak sadar gitu".
canda ibra ....
"hehehe gak kok mas,cuman lagi menikmati suasana aja".
"aku gak bilang kamu lo rin, kok jadi kepedean gitu sih".
__ADS_1
"ee tu siapa lagi coba?!!! mas kesini kan mau nemuin aku".
"hahahaa lagian ngapain kamu bengong kayak ayam kena hipnotis gitu?".
" gak kok mas,cuman lagi fokus merhatiin syakila aja tadi".
arini masih berkilah,dia tidak mau ibra tau isi hati dan fikiran nya.
setelah cukup lama ibra bermain dengan syakila,ibra menatap arini dengan dalam.
arini yang merasa tengah di perhatikan menjadi salah tinggkah dan gugup,detak jantung nya kembali berdetak tidak karuan ketika netra mereka bersitatap untuk waktu yang lama hingga akhirnya arini memilih memalingkan wajah nya berusaha menguasai keadaan.
"rin kamu gak berniat ngenalin aku sama suami kamu?".
"kapan kapan aja mas,dia lagi sibuk".
"maaf ya rin,meski mas tau bertemu dengan mu tanpa suami itu salah tapi tetap melakukan nya ,karena semenjak kita bertemu lagi rasa rindu ini semakin gak terkendali".
"ma maksud mas".
arini kaget dan gugup mendengar pernyataan ibra,benarkah ibra masih menyimpan rasa untuknya.
__ADS_1
"khem.. ma maaf rin,maksud mas,setelah bertemu syakila entah kenapa mas selalu merindukan nya".
ibra berusaha berkilah..
"kalau mas mau bertemu dengan syakila dan kangen sama dia gak papa kok mas,aku malah senang ada yang sayang sama anak aku,jadi dia gak kehilangan sepenuhnya figur ayah".
arini keceplosan dan langsung mengalihkan pembicaraan.
" kami pulang dulu ya mas".
arini buru buru berpamitan dengan ibra,ibra yang merasa aneh dengan sikap arini hanya mengangguk pertanda menyetujui ucapan arini.
sepeninggal arini,ibra masih terdiam di taman,otak nya berfikir keras mencerna maksud dari ucapan arini,hatinya berkata ada yang di sembunyikan arini darinya,ibra meraba dadanya dan berucap dengan lirih,,,
~oh tuhan debaran ini,rasa ini,masih sama seperti waktu itu,ampuni aku ya allah karena masih begitu mencintainya,aku tau ini salah,aku tau ini dosa,aku sudah berusaha bertahun tahun mengikis setiap rasa,aku sudah berusaha melupakan dia tapi bahkan bayangan nya saja enggan menghilang,apa yang harus aku lakukan...
ibra menangis tanpa airmata,rasa yang bertahun tahun coba ia kikis,rasa yang bertahun tahun yang coba ia hilangkan nyata nya sampai hari ini tak sedikitpun berkurang atau bergeser seinci pun dari tempat nya.
{bagaimana mungkin aku melupakan mu,sementara dirimu adalah kepingan hatiku yang hilang,ada lubang kecil yang masih menganga dan akan semakin sakit ketika angin berhembus...}
*maaf kalau bnyak typoo...masih dalam proses belajar*🙏🙏
__ADS_1