
melihat arini yang masih shock langsung saja hany memeluknya dan menyadarkan arini bahwa syakila di bawa pergi oleh nanda.
arini dan hany segera menyusul nanda dengan motor hany,di sepanjang jalan arini hanya bisa menangis dan memanggil nama putrinya dia merasa syakila pasti tengah menangis ketakutan saat ini.
"han..syakila pasti lagi nangis sekarang,dia pasti ketakutan han,tolong lebih cepat,aku gak tau apa yang akan terjadi sama aku kalau aku berpisah dengan anakku han,tolong..".
"iya rin,kamu yang tenang ya,..kamu jangan berfikir yang aneh aneh,aku bakal jadi orang pertama yang ngasih pelajaran buat si br*ngsek itu.".
setelah beberapa lama hany dan arini mencari kemana nanda membawa sang anak akhirnya mereka menemukan nanda tengah berhenti di sebuah warung.
arini langsung menghampiri nanda dan merebut syakila yang masih menangis dalam pelukan nanda,yang membuat darah arini semakin mendidih nanda memberi kan susu kemasan yang boleh di konsumsi oleh bayi seumuran putri nya.
arini melemparkan susu tersebut ke wajah sang suami dan memeluk putrinya dengan tangisan.
__ADS_1
"kamu keterlaluan ya nanda,ayah macam apa kamu.?!! bisa bisa nya kamu berbuat segila dan sebodoh ini,kamu sadar gak anak mu masih bayi,dia masih terikat dengan ibunya"!. hany langsung memarahi laki laki yang masih menyandang status suami dari sahabat nya.
"apa yang salah haa..?!!! aku hanya tidak mau anakku di besarkan oleh wanita itu"!!!".
"dan syakila terus menangis,aku kira pasti karena haus makanya aku kasih susu".
ujar nanda tetap merasa paling benar.
nanda terlihat sangat terkejut mendengar penuturan hany,tapi dengan segera dia merubah expresinya dia tidak mau disalahkan dan menjadi si paliing tersudut.
"kamu gak usah ikut campur,kamu akan selalu membela teman mu yang hina ini,jangan karena mau menutupi kesalahan nya kamu melempar kesalahan padaku".
"ck ck nanda.. nanda..,semua orang di lingkunganmu sudah tau siapa kamu,jadi gak usah sok merasa paling wah,kamu mau ngomong apapun orang gak akan percaya".
__ADS_1
sementara perdebatan sengit antara nanda dan hany berlanjut ,arini masih menenangkan diri memeluk putrinya ,setelah merasa tenang ,arini berjalan kearah hany dan memberikan syakila padanya dan menghampiri nanda dengan emosi yang mengebu gebu.
'plak..'
terdengar suara tamparan yang begitu kuat bahkan hany sempat kaget,dia mengira nanda yang melakukan itu ternyata arini.
nanda yang tidak menyangka mendapat tamparan dari arini di tempat umum merasa malu tapi lansung saja hany mengambil ponsel dan mengancam akan melaporkan nanda kepolisi,tentu saja ancaman itu membuat nyali nanda langsung menciut.
"kamu hanya modal sp*rma mas,aku yang mengandung dan menyusui syakila,bahkan nafkah yang seharusnya kau berikan sebagai seorang ayah,sudah lama tidak pernah kau ingat,jadi jangan merasa paling berhak untuk anak ku".
"dari pada dirimu sibuk mengurusi hidupku yang baik baik saja tanpa kehadiranmu lebih baik kau urus j*lang cantikmu itu,bukankah dia tengah hamil".
lalu arini mengajak hany pergi dari sana dia sudah muak melihat tingkah dan wajah sang suami yang akan jadi mantan,namun langkah nya terhenti mendengar perkataan nanda.
__ADS_1