
setelah begitu banyak pertimbangan dan beberapa kali mondar mandir,akhirnya ibra bercerita banyak hal pada riski,di mulai dari awal kedekatan hingga sampai saat ini.
riski yang mendengar cerita sang bos merasa kagum dan sedikit kesal,kagum akan rasa cinta yang sedari dulu di pertahan kan dan di jaga,dan kesal mengapa bos nya itu tidak berusaha mengungkap kan perasaan nya.
lugu atau polos kah dirimu mas bos,batin nya.
"kenapa wajah kamu seperti itu mendengar cerita saya?".
"emang wajah saya kenapa mas bos?".
"wajah kamu tambah kamu jelek".
kemudian ibra tertawa cekikikan,riski geleng geleng kepala melihat bos nya yang berusaha jadi pelawak.
"kalau ini memang bawaan lahir mas bos,bukan karena mendengar cerita bos yang mengenas kan itu".
"enak saja kamu bilang cerita saya mengenas kan".
"kan memang begitu fakta nya mas bos".
lalu keduanya terdiam,hening untuk beberapa saat.
"saya boleh jujur mas bos?".
"hmmm".
"boleh gak ni mas bos".
"ya.. udah keong kalau mau jujur,ya jujur aja gak usah banyak gaya".
__ADS_1
"lah si mas bos,sensitif amat mentang mentang lagi rindu berat".
ibra melotot ke arah riski.
"kalau boleh jujur ya mas bos,saya aja yang cuman jadi pendengar agak sedikit kesal sama mas bos".
"kok kamu kesal sama saya,emang saya ngapain kamu?!!".
"dengaar dulu mas bos,jangan asal motong aja!".
"emangnya ayam, di potong". ibra tak mau kalah.
"saya boleh ngomong jujur gak sih mas bos?, kok kayak nya mau jujur aja repot amat".
"ya udah lanjut".
untung bos kalau gak,udah saya jedotin noh ke tembok, gumamnya.
"gini ya mas bos,dulu mungkin mba arini juga kesal sama mas bos,makanya dia milih nikah dan ninggalin mas bos".
"kok kamu bisa ber anggapan seperti itu?".
"mas bos pernah mengungkapkan perasaan mas bos gak dulu sama mba arini?".
"untuk apa mengungkap kan kalau saya hampir 24 jam bersama dia,gak pernah dekat cewe lain,gak pernah pergi sama cewe kalau gak sama dia".
"mas bos itu lugu apa bodoh sih?!!".
brukk..
__ADS_1
suara benda jatuh terdengar.
riski mengaduh karena bok*ong nya terhempas tanpa aba aba.
ternyata ibra yang kesal mendengar perkataan riski menendang kaki kursi tempat nya duduk,dan mengakibatkan sebuah kecelakaan kecil.
"mas bos benar benar manusia kejam,pantas saja..
belum lagi riski menyelesaikan perkataan nya sebuah botol plastik melayang ke arah nya ,dengan sigap dia mengelak dab bergeser kesamping sehingga botol itu tidak jadi mengenai kepala nya.
"ya ampun mas bos,saya menyerah,saya menyerah, saya janji tidak akan jujur lagi mas bos".
"jadi maksud kamu,kamu akan jadi manusia dan karyawan pembohong?".
"demi menyelamatkan nyawa saya mas bos,saya belum mau mati mas bos,saya belum kawin,saya masih jomblo".
kekehan ibra lagi lagi terdengar,riski selalu bisa membuat mood nya kembali baik.
"ayo lanjutkan".
riski menarik nafas panjang lalu berkata dengan mode serius.
"wanita itu selalu butuh pengakuan mas bos,meski kita sudah ber ucap seratus kali kalau kita mencintai dan menyukainya,dia akan tetap bertanya untuk yang kesekian ribu kali"."
"mereka akan sangat bahagia hanya dengan hal hal sederhana,sedangkan mas bos tidak pernah mengatakan apapun pada mba arini".
"bagaimana mungkin dia percaya mas bos mencintainya sedang kan mas bos hanya diam seperti orang b*su".
apa benar wanita seperti itu?? tanya ibra kepada para pembaca.
__ADS_1