
"dasar istri gak tau diri kamu arini,kamu hanya orang kampung,harusnya kamu berterimakasih sama aku,aku masih akan memaafkan mu kalau kamu menerima wita dirumah,hiduplah dengan nyaman dan aku tetap menafkahi kamu dan syakila,lagian kamu bisa apa tanpa aku".
"kamu benar benar sudak tidak waras sepertinya mas,gak usah berharap terlalu banyak sama aku,tunggu saja surat gugatan perceraian kita".
"jangan harap kamu bisa lepas dari aku arini, kamu mau cerai agar bisa bersama selingkuhan mu itu kan..! aku gak akan mau menceraikan mu sampai kapanpun".
"terserah lah ,aku sudah lelah dan muak melihat tingkah hebat mu mas,kita lihat saja kelanjutan nya bagaimana,lagian sepertinya percuma bicara sama orang yang isi kepalanya sudah tidak normal,hanya buang buang energi saja,dan satu lagi mas,cukup sekali ini kamu membawa anakku dengan cara seperti ini atau kamu akan melihat diriku versi lain".
hany dan arini pun berlalu dari sana tanpa peduli dengan makian dan teriakan nanda .
hany tidak langsung membawa arini kerumah,dia memilih membawa mereka ke kost kost-an nya untuk menenangkan diri.
__ADS_1
"rin,sebaiknya kamu telfon orang tua kamu,mereka berhak tau keadaan kamu rin,biar bagaimanapun seharusnya mereka orang yang pertama tau tentang masalah kamu". nasehat hany pada arini.
arini hanya terdiam,hening tanpa jawaban,melihat sahabatnya hanya diam membisu membuat hany mendekat dan memeluk.
"kalau mau nangis nangis aja rin,gak usah di tahan,menangis itu manusiawi,bukan karena kamu lemah tapi karena memang semua nya pantas,tapi setelah itu bangkitlah dan tunjukkan bahwa kamu bisa tanpa dia".
"bukannya aku sok bijak rin,mungkin aku juga belum berpengalaman seperti mu tapi aku yakin kamu jauh lebih kuat dan lebih faham dari semua kekacauan ini".
"mung...mungkin ini karma buat aku han,aku ninggalin kalian semua cuman buat dia,sekarang tuhan balas semua nya".
di sela isak tangis nya arini membalas perkataan hany.
__ADS_1
"udah ya cantik..mau gimanapun yang lalu akan tetap berlalu,gak usah di bahas,mending sekarang tenangin diri kamu,setelah tenang kasih kabar ke kampung ya..kasihan ibuk sama bapak gak tau apa apa tentang anak nya,dan minta nasehat dan pendapat mereka,biar semua nya di permudah oleh allah".
"waduhh..udah cocok belum aku ngisi pengajian rin?". canda hany berusaha menghibur arini.
"belum cocok han,kamu cocok nya nikah,udah tua juga belum nikah nikah,aku aja udah mau jadi janda..".
akhirnya mereka tertawa bersama,arini berjanji pada dirinya dan hany,bahwa dia akan kuat dan tidak akan menangisi nanda lagi demi anak nya.
meski arini bertanya tanya dalam hati dari mana nanda mendapatkan fhoto itu,apa ada orang yang sedang memata matai nya.?!!!..
"han,kok mas nanda bisa dapat fhoto aku sama mas ibra ya.? apa ada orang yang sengaja memata matai aku?".
__ADS_1
{hidup tak selalu seperti harapan,kita hanya menjalani pada akhirnya tuhan lah sang penentu ,bukan tentang karma tapi siapa yang menyemai akan selalu menuai entah itu kebaikan atau sebuah luka.}