
semenjak kejadian wina mendatangi arini ,kelakuan wina semakin membuat riski kesal.
sementara arini sikap nya pun kepada ibra sedikit berubah,dia berusaha untuk tidak terlalu menaruh harapan besar lagi kepada ibra,bahkan syakila pun dia ajarkan untuk tidak terlalu bergantung pada laki laki yang di anggap ayah olehnya.
ketika ibra datang untuk mengajak syakila sekedar jalan jalan,arini akan membuat banyak alasan.
ibra merasa ada yang berubah dari arini,ibra merasa arini berusaha menjauh,namun ibra berusaha untuk berfikir positif.
terkadang arini sengaja menitip kan syakila di rumah bu taty saat dirinya menerima pesanan,bu taty berkata akan membantu arini untuk membuat pesanan ,namun arini menolak dan mengatakan dengan menjaga syakila di rumah bu taty sendiri sudah sangat membantu nya.
bu taty hanya bisa pasrah kalau sudah melihat mata indah milik arini,mata indah yang menyimpan begitu banyak luka.
berbeda dengan arini yang menjaga jarak,wina semakin agresif untuk mendekati ibra.
dia akan datang dan menggedor gedor pintu ruko di pagi pagi buta untuk membangun kan ibra.
setelah pintu terbuka tanpa ba bi bu wina
akan langsung bergegas masuk untuk ber aktifitas di dapur dan membuat kan sarapan,setelah itu dia akan bersih bersih layaknya seorang istri yang sedang mengurus sebuah kehidupan rumah tangga.
riski akan mengomel pada wina agar tau diri,tidak seharusnya perempuan yang tidak memiliki ikatan dengan mereka melakukan itu semua,terlebih lagi hari masih sangat pagi.
apa kata orang orang nanti kalau mereka tau,bisa bisa ibra yang akan di salah kan.
tapi seperti nya urat malu wina sudah tidak berfungsi,maka dari itu apapun yang di katakan riski tak pernah dia perdulikan.
setelah menyelesaikan pekerjaan nya,wina akan meninggal catatan kecil di makanan yang sudah dia siapkan.
*makan yang banyak ya mas*.
bahkan baril yang awalnya menaruh harapan pada wina tiba tiba saja merasa hilang rasa,melihat kelakuan perempuan yang satu itu.
hingga akhirnya riski,baril dan ibra,duduk bersama untuk mendiskusikan kelakuan wina yang sudah sangat meresah kan mereka.
"maaf ya mas bos,bukan nya saya lancang ataupun merasa paling wah dari mas bos,tapi jujur saya sudah sangat muak melihat kelakuan si wina!".
ucap riski terlihat kesal.
"mas bos harus mengambil tindakan,jangan diam terus,bahaya mas bos!!".
baril mengangguk angguk tanda setuju mendengar apa yang di ucap kan riski.
"setuju mas bos,mas bos gak boleh diam saja melihat kelakuan wina yang sudah agak melenceng menurut saya mas bos".
"iya ris,ril..saya juga merasa risih tapi gimana ya cara ngomong nya sama wina".
"saya takut nanti kata kata saya buat dia tersinggung".
"mas bos ...mas bos..bisa bisa nya mas mikirin ketersinggungan sekarang".
riski geram mendengar bos nya masih memikirkan wina.
"bukan gitu ris,selama ini dia baik sama kita,masa iya saya harus kasar sama dia ".
__ADS_1
"baik sih baik mas bos,tapi kalau ujung ujung nya buat orang gak nyaman ya mau gimana..!".
"seharusnya mas bos bisa lebih tegas dong,jangan cuman diam aja,udah hampir sebulan lo ini..".
riski masih berucap dengan kesal.
ibra terdiam,tiba tiba dia teringat arini.. dia merasa arini juga mulai berubah hampir sebulan ini.
dengan menarik nafas panjang ibra mengatakan bahwa besok seandainya wina datang lagi,agar tidak usah di buka kan pintu.
seperti kesepakatan mereka tidak ada satupun yang membuka pintu waktu wina datang dan menggedor gedor pintu ruko,mereka berpikir akan aman setelah nya ,tapi bukan wina namanya jika tidak membuat ulah.
dia berteriak teriak heboh dan meminta agar di bukakan pintu,awalnya mereka mendiam kan saja,tapi bukan nya berhenti wina malah menghubungi nomor ibra ber ulang ulang.
karena takut terjadi kesalah pahaman akhirnya ibra menyuruh baril membuka kan pintu ruko.
setelah pintu terbuka,wina langsung masuk dan berniat langsung ke dapur,namun ibra memanggil.
dia melihat ibra,riski dan baril tengah duduk menunggu kedatangan nya,sambil tersenyum wina mendekat.
"kamu benar benar sudah keterlaluan win".
"apa kamu gak sadar kalau kamu itu menganggu ketenangan orang lain".
ungkap riski dengan menahan marah.
namun seperti nya wina tidak perduli dengan ucapan riski.
"mas ibra mau di masakin apa pagi ini?".
wina malah bertanya dengan nada manja kepada ibra.
ibra menarik nafas sebelum akhirnya mengungkap kan ketidak sukaan mereka akan kehadiran wina.
"apa ayah kamu tau,kalau kamu sering buat kegaduhan di sini win?".
"kamu sadar gak kalau kamu itu sudah menganggu ketenangan kami?".
ibra bertanya dengan wajah dan ekpresi dingin,wina yang baru pertama kali melihat ekpresi itu menjadi sedikit gugup.
"a.apa salah ku mas??, aku gak pernah berniat menganggu mas ibra".
"aku hanya mau melayani mas ibra sebagi calon istri yang baik".
ucap wina dengan kepala tertunduk.
"calon istri?!".
ibra,baril dan riski serentak bertanya.
"i..iya calon istri". wina kembali menekan kan kalimat nya meski masih dengan ke gugupan.
"siapa yang bilang kalau kamu calon istri saya?".
__ADS_1
ibra nampak mulai kesal dengan pernyataan wina,bagaimana jadinya kalau sempat arini mendengar hal ini, batin nya.
"mungkin mas ibra memang gak pernah bilang,tapi aku tau kok,kalau mas ibra suka sama aku ,buktinya mas ibra selalu perhatian".
"selalu menerima makanan yang aku antar".
"selalu membalas pesan yang aku kirim".
ucap nya dengan malu malu.
riski dan baril hanya geleng geleng kepala melihat wina ber ucap dengan begitu pede nya.
"win...win..,sepertinya kamu benar benar mahluk gua yang gak faham artinya saling menghargai sesama ciptaan tuhan".
riski dan baril terkekeh pelan.
"apaan sih,bilang aja kamu iri..iyakan!".
dengan kesal wina membalas perkataan riski yang memojokkan dirinya.
"dengar ya wina..maaf sebelum nya kalau sikap saya selama ini membuat kamu salah faham,saya hanya berusaha membalas kebaikan kamu".
"saya tidak pernah menyimpan rasa apapun sama kamu,itu semua murni karena kita tetangga dan kamu sering membawa kan makanan, tidak lebih".
ucap ibra tegas.
wina yang mendengar perkataan ibra merasa tidak terima dan menggeleng gelengkan kepala.
"gak mas,saya tau mas berbohong,selama ini mas gak pernah bicara kasar seperti ini sama aku,ini semua pasti gara gara janda m*rah*an itu kan!".
"selama ini mas selalu ngasih perhatian sama aku,selalu memuji masakan ku,kenapa sekarang mas berubah..apa hebat nya janda itu mas..!".
bentak wina ber api api.
awalnya ibra tidak memahami kemana arah pembicaraan itu ,tapi setelah beberapa kali wina mengatakan janda,ibra mulai mengerti.
dengan emosi yang tertahan ibra menanyai apa maksud dari perkataan wina,meski sempat menolak membahas itu, akhirnya mau tidak mau wina menjelas kan bahwa dirinya telah mendamprat arini ke rumah kontrakan nya.
wina masih terus menyalahkan arini atas perubahan ibra,dia menyumpahi arini dengan segala kata kata tak pantas,membuat telinga ibra semakin memerah karena sudah berusaha terlalu lama menahan emosi .
dengan mata dan telinga yang memerah ibra mencekal pergelangan tangan wina,dan mengatakan tidak ada satupun yang boleh menghina ibu dari anak nya.
ibra juga menyuruh wina agar tau diri,bahkan ibra juga berkata sepuluh orang wina tidak akan bisa menggeser satu inci pun posisi arini di hati nya.
dengan pergelangan tangan yang merah bekas cekalan tangan ibra,wina meringis menahan tangis,
pagi ini dia tidak hanya mendapat kan rasa sakit di pergelangan tangan,tapi juga di hati nya.
wina akhirnya meninggal kan bengkel ibra dengan rasa sakit dan kesal,setelah ibra mengeluar kan segala kekesalan akibat mendengar cerita wina.
perkataan yang dia katakan pada arini begitu melukai hati seorang ibra pratama.
akhirnya ibra mengerti mengapa sang pemilik hatinya itu akhir akhir ini berusaha menjauh.
__ADS_1
hari itu pintu ruko tak terrlihat terbuka hingga sore.. karena sang pemilik dan para sahabat kehilangan semangat akibat perbuatan wina yang entah lah...
~••~