Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#maukah..?


__ADS_3

seperti yang sudah di rencanakan di hari sebelumnya,ibra pergi menemui sang pemilik hati.


dengan wajah yang sumringah dan hati berbunga bunga,ibra menuju kontrakan arini.


meski terlihat sedikit gugup,ibra tak henti henti nya tersenyum sepanjang jalan.


ah..terkadang cinta memang segila itu.


sesampai nya di depan kontrakan arini,ibra tidak langsung mengetuk pintu rumah,dia mencoba membuang segala ke gugupan nya dengan menarik nafas panjang kemudian menghembus kan nya secara perlahan.


di rasa cukup,baru lah ibra mengetuk pintu dan mengucap salam.


setelah mengulang beberapa kali ketukan namun tetap tidak ada jawaban.


akhirnya ibra memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di teras, menyibukkan diri dengan ponsel nya. di saat dirinya tengah fokus dengan ponsel,terdengar suara lucu yang khas memanggil manggil ayah.


ibra langsung tau siapa pemilik suara indah nan menggemas kan itu,dia langsung berdiri dan merentang kan tangan menyambut syakila yang tergopoh gopoh berlari ke arah nya.


"ayya..hh,kila lindu".


ucapnya sendu.


"iya sayang..ayah juga rindu,maaf ya ayah baru bisa datang,soalnya ayah kerja".


"kelja telus,kelja telus".


syakila terlihat kesal mendengar jawaban ayahnya.


ibra terkekeh gemas dan menggelitiki syakila hingga keduanya cekikan.


arini yang menjadi penonton,begitu terharu..


bagaimana tidak..,putrinya yang baru ber umur dua tahun itu terlihat begitu dewasa dari umurnya.


dia akan mengerti ketika mama nya memberi penjelasan kenapa ayahnya tidak pulang pulang.


dia akan faham ketika arini tengah disibukkan dengan segala aktifitas ketika ada pesanan.


dia akan menurut dan patuh di saat hany mengatakan" tunggu ya sayang,mama lagi repot bobo sama aunty aja ya..".


di usianya yang begitu kecil dia di dewasakan oleh keadaan.


tak terasa butiran hangat bergulir begitu saja di pipi arini,dia benar benar butuh seseorang seperti ibra.


tapi apakah mungkin dan pantas, batinnya.


ibra yang baru tersadar bahwa ada arini juga bersama nya langsung berdiri sambil menggendong syakila.


dengan cepat arini mengalihkan pandangan dan menghapus sisa sisa air mata yang masih tersisa.


"dari mana rin??".


"dari ngantarin pesanan orang mas".


"motor nya mana? kok jalan kaki??".


"motornya lagi di pake sama anak nya bu taty mas,ada perlu".


"kok gak minta di antar kerumah dulu sih rin,kan kasihan kalian jadi capek".


"gak papa mas,lagian dekat kok,tadi udah sempat mau di antarin sama anak nya bu taty,tapi aku tolak ,karena udah lama gak jalan kaki".


"yakin kamu gak capek??!".


ibra masih meragukan arini.


"iya mas...syakila aja senang kok jalan kaki ,iyakan sayang..?".


syakila memberi jawaban atas pertanyaan arini dengan beberapa kali anggukan.


"apa gak ada niat mau nyuruh masuk rin?".

__ADS_1


ibra menggoda arini.


arini yang mendapat pertnyaan yang menyindir langsung gugup,dan mempersilahkan ibra untuk masuk ketika pintu sudah terbuka.


ibra senyum senyum sendiri melihat ke gugupan arini yang berhasil di godanya.


"mari masuk mas..".


"gak usah rin,mas duduk disni aja,gak enak sama tetangga".


ibra menolak masuk dan memilih duduk di kursi depan dan bermain dengan syakila.


"iya mas,terimakasih karena sudah mengerti posisi aku".


"aku juga sebenarnya gak pernah mau menerima tamu laki laki sampai masuk ke dalam".


"tapi karena takut mas ibra tersinggung makanya aku tawarin aja".


ucap arini dengan kepala tertunduk.


ibra langsung menatap arini,dia melihat begitu banyak perubahan dari sang pujaan.


arini yang dia lihat di hadapan nya sekarang lebih dewasa dan banyak diam,mungkin luka dan keadaan nya yang merubah nya.


ibra tersenyum usil dan berniat menggoda arini lagi.


"memang nya kenapa kalau mas tersinggung?".


"memang nya kamu peduli??".


pancing ibra.


"ya peduli lah mas".


"kalau mas tersinggung dan gak mau liat syakila lagi,gimana cara nya aku bilangin ke dia kalau ayah nya gak bakalan datang datang lagi".


"ooooo jadi semua cuman karena syakila?".


"iya mas".


ibra terus menebar umpan.dia ingin tau apakah arini masih menyimpan rasa meskipun hanya setitik.


"kalau mama nya gimana?".


"apa mama nya gak lindu sama ayah??".


arini tersipu,mukanya yang bersih dan putih sedikit memerah mendengar perkataan ibra.


untuk menghilangkan malu nya,arini pamit masuk dengan alasan untuk mengambil air dan cemilan.


setelah kepergian arini,ibra kembali bermain dengan syakila di iringi tawa riang keduanya.


"minum dulu mas".


"makasih rin".


ibra menghabiskan air yang di suguhkan arini dengan sekali tegukan,arini dan syakila yang melihat nya nampak begitu heran.


"ayaa..h hauss??".


syakila mewakili arini untuk bertanya dengan ekpresi polos nya.


"hehe iya sayang,ayah haus,nungguin kila dari tadi tapi kila gak datang datang".


ucap ibra pura pura sedih,syakila yang melihat ayahnya sedih kemudian datang memeluk dan menepuk nepuk punggung nya.


ibra terkekeh dalam haru,arini pasti mengajarkan banyak hal pada putrinya hingga ia begitu pintar.


"mas udah lama ya nungguin?".


akhirnya arini ikut berkomentar.

__ADS_1


"belum kok rin,baru satu jam ". canda ibra


"maaf ya mas,kami gak tau kalau mas datang,lagian salah mas sendiri mau datang gak ngasih kabar".


ibra yang mendengar cerocosan arini hanya menepuk kening.


"gimana mau ngasih kabar arini cantik,nomor mas aja masih di blokir".


arini cengengesan karena malu.


"ooo iya ya mas,aku lupa".


ungkap nya dengan tersenyum unjuk gigi.


"kamu sibuk gak rin?".


"gak kok mas,untuk hari ini semua pesanan udah selesai".


"ajak syakila jalan jalan yuk rin".


"mas kadang sibuk,bengkel gak bisa mas tinggalin sering sering,jadi mas gak tau kapan bisa ngajak syakila jalan jalan".


ibra beralasan.


arini nampak ragu,tapi ibra punya jurus jitu agar arini mau,dia langsung menggendong syakila ke atas motor nya dan mengatakan akan mengajak nya jalan jalan.


syakila bersorak sorak gembira karena akan pergi bersama ayah dan mama nya,


melihat itu arini tak lagi punya alasan untuk menolak.


mereka pergi taman yang banyak permainan anak.


syakila nampak begitu bahagia,dia tak berhenti tersenyum dan tertawa,sesekali dia akan berlari ke arah ibra dan menciumi pipi nya.


arini dan ibra duduk berdekatan di kursi taman yang teduh sambil mengawasi putrinya.


mereka terdiam cukup lama,hingga akhirnya ibra bertanya satu hal yang membuat arini kembali salah tingkah.


"rin...".


"iya mas,kenapa?".


"maukah kamu menikah dengan ku??!".


tanpa basi basi ibra langsung mengungkap kan niat nya,yang membuat arini terbatuk karena tersedak ludah nya sendiri.


"tapi mas..".


belum sempat arini menjawab ibra kembali membuat degub jantung arini tidak terkendali.


ibra menggengam tangan sang pujaan dan mengarah kan nya ke jantung agar arini bisa merasakan betapa heboh nya di dalam sana.


"tak perlu menjawab sekarang rin,cukup dengar kan saja betapa kuat dan cepatnya detak jantung ku saat mengucap kan itu".


"mas masih selalu mencintai mu,dari dulu hingga sampai saat ini".


"maafkan mas rin,yang tidak pernah mengungkap kan perasaan mas dulunya,dan itu sudah cukup jadi pelajaran yang sangat berharga buat mas".


"mas gak mau kehilangan kamu lagi".


arini menatap mata elang ibra,mata yang tampak dingin bagi orang orang yang tidak mengenal bagaimana lembut nya hati sang pemilik.


arini menangis tersedu,mengingat betapa besar nya perhatian ibra dari dulu.


di sela tangisnya arini berkata belum bisa menjawab nya saat ini,dia masih membutuhkan waktu dan ibra menerima itu.


ibra menghapus sisa sisa telaga bening di mata indah arini,dan mengatakan agar jangan lagi ada tangisan.


setelah syakila lelah dengan segala aktifitasnya,dia meminta di belikan jajanan dan es cream pada sang ayah.


ibra memenuhi segala permintaan syakila,karena tugasnya adalah memberi kebahagiaan bagi keduanya.

__ADS_1


hingga akhirnya syakila mengajak pulang dan mengatakan pada ayahnya dia sangat mengantuk dan ingin tidur di pelukan ayahnya lagi.


~••~


__ADS_2