
hany memindah kan syakila yang masih terlelap di pangkuan ibra,dan mengajak bu taty dan riski untuk pergi dengan alasan makan.
setelah semua pergi tinggal lah arini dan ibra yang masih membisu.
"kamu sehat rin?".
"alhamdulillah sehat mas".
"hmmm,kamu blok nomor mas ya?".
"i..itu ..iy..iya mas,maaf".
arini gugup di tanyai to the poin oleh ibra,ibra memang seperti itu,tidak terlalu suka basa basi.
"pantas saja,pesan yang mas kirim tak pernah berbalas hehe".
"ternyata dia gak sampai ketujuan karena kehabisan ongkos".
ucap nya berusaha melucu.
sementara arini tetap diam tak bergeming.
"kamu gak penasaran gitu, bagaimana mas bisa sampai disini?".
arini hanya mengangguk.
melihat arini hanya mengangguk saja,membuat ibra menarik nafas panjang,membuat arini langsung menatap ibra.
"mas tadi ke rumah kamu yang lama,tapi kata tetangga kamu,kamu udah pindah".
"mas mondar mandir nyari alamat baru kamu,tapi gak ada yang tau,hingga akhir ya mas ketemu sama satu tetangga kamu yang udah langganan sama kamu katanya".
"dia yang anterin mas sampai depan gang sana".
"kamu jualan apa rin? mas mau beli juga ah..".
"yakin mas mau beli?".
"iya,memang nya kenapa?".
"mas mau glowing juga?".
"maksud nya??".
"aku jualan produk kecantikan gitu mas,
"jadi kalau mas mau beli gak boleh?'.
"boleh boleh aja sih,tapi kebanyakan yang order sama aku ya perempuan mas".
"ya udah mas mau beli yang bikin glowing ya rin".
"mas yakin???,mas mau pake gituan juga ?".
"bukan buat mas,tapi buat seseorang yang spesial".
"oooo,i iya mas nanti aku pilih yang paling bagus".
entah mengapa hati arini merasa tidak nyaman setelah ibra berkata demikian.
ternyata mas ibra sudah punya wanita istimewa batin nya.
suasana kembali hening kedua nya sama sama diam,sibuk dengan fikiran masing masing.
"kamu sudah resmi pisah dengan suami mu rin?".
"iya mas".
jawab arini terlihat malu mengakui status nya.
"sudah berapa lama?".
"sudah hampir enam bulanan mas".
__ADS_1
"mengapa tidak pernah menghubungi mas?".
"mas menunggu nunggu kabar dari mu rin".
"maaf mas,aku malu!".
"malu??! ,kenapa? apa mas membuat mu malu?".
"bu..bukan itu mas.. aku hanya merasa malu dengan status ku".
"kenapa dengan status mu?? apa kamu baru mengenal mas rin?".
"mas.. maaf ,aku hanya gak mau mempersulit mas nantinya".
"ternyata kamu memang tidak mengenal mas dengan baik rin".
"apa boleh mas bertanya,tapi mas mohon jawab dengan jujur".
arini mengangkat kepala nya yang tertunduk,dan menatap lekat ke manik mata ibra kemudian mengangguk.
"kenapa syakila memanggil ku ayah?".
arini tidak menyangka segamblang itu ibra menanyai dirinya.
"anu... it...itu..". jawab nya gugup.
ibra menggeser duduk nya mendekat ke arah arini
dia ingin melihat wajah arini lebih dekat,wajah yang wanita yang begitu ia rindukan selama ini.
degup jantung arini tak beraturan karena ibra mendekat,dia merasa seperti anak smp yang mati gaya ketika sang pujaan menghampiri.
"anu siapa rin?? eh.. anu kenapa rin?".
"apa mas gak lapar?".
ucap arini mengalihkan pandangan nya ke arah pintu.
"gak rin,jawab aja pertanyaan mas".
di saat dirinya bingung menjelas kan jawaban atas pertanyaaan ibra,syakila menangis dari kamar dan memanggil manggil ayah.
arini bergegas mendatangi dan melihat sudah ada hany memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang.
arini dan hany berusaha menenangkan namun syakila tetap saja menangis dan meminta agar di gendong oleh ayah nya.
ibra yang mendengar sang tuan putri menangis,hanya bisa memanggil dari ruang tamu.
riski dan bu taty juga sudah di depan kembali duduk bersama ibra.
setelah beberapa saat akhirnya yang di tunggu tunggu datang,syakila masih menangis di gendongan arini.
ibra langsung berdiri dan mengambil syakila dari gendongan arini.
"kenapa sayang..kok lagi bobo nangis??".
tanya ibra penuh kasih sayang.
"ayy...ahh..".
"iya sayang,ayah disini,udah yaaa jangan nangis lagi".
"kia mau bobo cama ayah".
ucap nya sambil sesenggukan.
ibra bingung harus apa dan bagaimana,dia menunggu bala bantuan datang dari arini ataupun hany,namun mereka hanya diam tak bersuara.
melihat keheningan yang tak berujung,riski inisiatif memecah suasana.
"kila sayang... coba tanya sama mama,boleh gak kila bobo ma ayah?".
mendengar penuturan riski ,bu taty dan hany hanya bisa senyum senyum sendiri,sementara ibra dan arini terlihat bingung.
__ADS_1
"ma....kia bobo cama ayah cama mama".
arini langsung melotot dan menggeleng mendengar permintaan syakila.
"sayang mama...sini sama mama,kasihan ayah capek gendongin syakila dari tadi".
"ndak.....ndak mau..hu.....".
"bobo cama ayah hu...".
tangis syakila semakin pecah membuat ibra benar benar tidak ingin berpisah dengan si putri lucu.
"cup cup... ,udah jangan nangis ya sayang,kila mau bobo sama ayah?".
"tapi bobo di depan aja ya,biar ayah bisa peluk lama lama".
lalu ibra menepuk nepuk dan menggosok pelan punggung syakila sampai dia kembali terlelap.
tak terasa hari sudah menjelang sore,ibra pamitan pada arini dan mengatakan akan sering sering mengunjungi nya.
"mas belum mendapat kan jawaban dari pertanyaan mas yang tadi rin".
"tapi tidak apa,tidak usah buru buru,masih ada hari esok".
"ayah pulang dulu ya ma...".
ibra berbisik pelan di telinga arini.
~°°~
dua hari berlalu ibra masih belum datang berkunjung,membuat arini gamang,entah mengapa dirinya begitu rindu.
untuk saat ini bu taty dan arini berhasil mengalihkan ingatan syakila tentang ibra yang dia sangka ayahnya.
namun sepertinya hanya ingatan syakila yang ter alihkan, tapi tidak dengan arini.
*aku pasti sudah ketularan gila nya mas nanda*
*kenapa aku begitu resah merindui mas ibra*
*ya allah.. aku kenapa? kenapa rasanya begitu rindu*
monolog nya dalam hati.
melihat wanita kuat nan cantik itu lebih sering diam akhir akhir ini membuat bu taty geleng geleng kepala.
"kalau rindu di telfon atau di sms gitu mba rin".
"sekarang mah sudah canggih,beda waktu saya muda dulu".
ucapnya pada arini.
"ah bu taty mah sok tau, saya gak kenapa napa kok".
"yang bilang mba rin kenapa napa,siapa??".
"saya cuma bilang kalau rindu ya.. di telfon".
arini menarik nafas panjang,bu taty saja tau dia sedang merindui ibra,apa sejelas itu ya,pikirnya.
"mba rin..gak usah malu atau gengsi,kalian bukan lagi abg atau anak smp yang sedang labil".
"kalau rindu ya tinggal bilang saja, saya lihat nak ibra orang nya penyayang dan baik".
"iya bu taty...dia memang baik,saya yang tidak baik,saya hanya merasa tidak pantas".
"tapi di satu sisi saya begitu menginginkan bersama dia bu,ahhh... entah lah bu taty,saya kok jadi gak jelas gini hehehehe".
"kita gak ak usah bahas itu lagi ya bu".
lalu arini merubah topik bahasan agar tidak terlalu memikirkan ibra,dia tidak ingin berharap,dia sadar diri apa statusnya dan kesalahan nya di masa lalu .
:(
__ADS_1
~••~