Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#pulang


__ADS_3

arini telah bangun sejak tadi.dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan buah hatinya,dan semua orang orang yang di sayangi nya.


di segera merapikan kasur yang di tempati nya.dan menyapu segala penjuru kamar,setelah semua nya selesai baru lah arini melongok keluar kamar untuk melihat apakah wita atau ibu nya sudah bangun.


"eeh na arini sudah bangun"


tanya ibu wita yang kebetulan lewat.


"i..iya Bu,wita mana ya bu.apa dia belum bangun"


tanya arini sambil celinga-celinguk mencari keberadaan wita.


ibu nya wita tersenyum melihat arini yang terlihat canggung saat bersama nya.


"sudah kok nak arini.tapi dia masih di kamar nyusuin anak nya,kalau nak arini tidak keberatan ibu mau minta tolong, bantuin ibu bawain ini ke depan"


ucap ibu nya wita berusaha membuat arini nyaman berada di dekat nya.


arini hanya mengangguk dan menuruti permintaan ibu wita untuk membantu nya.


"kamu udah siap siap Rin"


tanya wita yang tiba tiba saja sudah ada di dekat nya.


"sudah dari tadi wit,kamu nya aja yang kelamaan"


sahut ibunya sebelum arini menjawab.


"maaf ya rin.jika aku membuat mu menunggu"


"gak apa apa wit. aku maklum kok,kamu kan punya anak kecil"


"terimakasih rin"


"sama sama.apa sekarang kita sudah bisa pergi"


tanya nya dengan rasa tidak enak karena lagi lagi akan merepotkan


wita.


"tentu saja rin.memang sudah saatnya kita pergi"


lalu keduanya berpamitan dengan ibunya wita.dan menitipkan si bayi kecil.


wita mulai memacu kendaraan roda dua nya memecah jalanan yang mulai di padati oleh orang orang yang ingin mencari rezeki nya pagi ini.


di sepanjang perjalanan arini hanya diam.rasa rindu yang ter amat sangat kepada buah hati nya dan orang orang yang di sayangi membuat dia seakan kehabisan kata.


hingga setengah jam berlalu,dan kendaraan wita mulai memasuki jalan menuju rumah arini.


seakan sudah tak sabar bertemu dengan sang buah hati.arini menegak kan punggung nya dan menatap jauh ke depan dengan rasa yang tak bisa di artikan.

__ADS_1


wita menghentikan kuda besi nya tepat di depan kontrakan arini.


lalu keduanya turun dan melangkah menuju pintu untuk mengetuk.


tangan arini masih terjulur saat dirinya mendengar suara tangisan putrinya dan hany.


"aunty...kila mau mama.kok mama gak pulang pulang,hu..."


terdengar suara syakila mengadu kepada hany.


"sabar ya sayang,mama lagi ada perlu.pasti sebentar lagi pulang"


"tapi lama aunty..kila mau nya sekarang"


sahutnya dengan suara tangis yang semakin menjadi jadi.


wita benar benar bingung harus melakukan apa.


saat dirinya hampir saja ikut menangis,di saat yang bersamaan terdengar seseorang mengucap salam.


hany berjalan dengan gontai ke arah pintu dengan wajah yang kusut,sambil mengandeng syakila yang masih menangis meski tak sekeras tadi.


"assalamualaikum"


"waalaikum salam"


jawab hany sembari memutar kenop pintu,wajah nya semakin terlihat aneh setelah melihat siapa yang berdiri di sana.


tanya hany dengan ekpresi kesal.dia merasa bukan saat yang tepat bagi wita untuk mencari masalah dengan nya saat ini.


"aku.."


"dasar perempuan gak tau malu.udah jadi perusak rumah tangga orang,masih aja berani berani nya datang kesini.aku heran deh sama kamu,apa segitu gak tau malu nya sehingga kamu dengan santai nya bolak balik datang"


bentak hany sebelum wita berhasil menyelesaikan perkataan nya.


"hany...kamu gak boleh ngomong gitu"


tiba tiba saja arini muncul di samping hany dan memarahi nya karena perkataan kasar yang ia ucapkan kepada wita.


hany terlihat seperti orang bodoh sangking kaget nya melihat kemunculan arini yang tiba tiba.tanpa dia sadari air mata membanjiri pipinya.


persendian nya terasa melemah,tubuhnya luruh ke lantai seperti tak bertulang di iringi tangisan pilu.


syakila yang menyaksikan aunty nya menangis menjadi takut dan memeluk nya dengan erat.


"aunty jangan nangis.kila janji gak nakal nakal lagi"


ucapnya berusaha menenangkan hany.


arini ikut terduduk dan memeluk keduanya dengan penuh kasih sayang.bak tak bertemu dua purnama ketiga nya larut dalam tangisan kerinduan.

__ADS_1


"kamu kemana aja rin.aku takut kamu kenapa napa"


ujar hany yang di sela tangisan nya.


"semua orang khawatir sama kamu,kami nyariin kamu ke semua tempat,tapi kamu gak ada"


sambung nya lagi.


arini mengangguk tak bisa berkata kata.dia percaya apa yang di ucap kan oleh hany.salah satu kebahagiaan dan rasa syukur yang tak terkira dalam hidup nya adalah di kelilingi orang orang yang menyayangi nya dengan tulus.


"mama kemana aja,kila kangen"


"maaf kan mama ya sayang..,mama janji gak bakalan tinggalin kila lagi"


"kata aunty mama kerja.tapi kok aunty nangis ma"


tanya nya lagi dengan ekpresi sedih melihat aunty kesayangan nya masih terisak.


"iya sayang,mungkin aunty juga kangen banget sama mama,makanya nangis"


setelah hany merasa lebih tenang,arini dan syakila memapah nya masuk ke dalam rumah.begitupun dengan wita,dia mengikuti ketiga dari belakang tanpa bicara.


hany langsung menghubungi semua orang dan mengatakan jika arini sudah pulang.


orang yang pertama datang adalah bu taty dan suami nya,dia menangis memeluk dan menciumi arini bak seorang ibu yang baru saja bertemu putri kecilnya.


mereka bertanya apa yang terjadi dan mengapa arini tiba tiba menghilang,arini mengatakan akan bercerita jika semua sudah berkumpul.


tak berapa lama kemudian,ibra,baril,riski dan wina sampai di rumah arini,raut wajah mereka semua terlihat begitu lega karena arini sudah kembali.


ibra tanpa sungkan langsung memeluk arini,namun setelah arini berbisik jika semua orang menatapi mereka,barulah ibra melepas pelukan nya.


sesuai janji arini,setelah semua orang berkumpul,dengan linangan air mata dia menceritakan awal kejadian sampai dia di bantu oleh wita dan di bawa pulang kerumahnya.


semua orang sangat marah dan mengutuk perbuatan nanda yang sudah keterlaluan.


bahkan ibra langsung berdiri dan ingin membuat perhitungan dengan nanda namun di cegah oleh arini.dia mengatakan jika nanda sudah mendapatkan ganjaran nya.


wita mendapatkan banyak ucapan terimakasih dari mereka semua,terlebih dari ibra yang sangat merasakan ketakutan jika terjadi sesuatu kepada arini.


bahkan ibra berkata jika saja wina membutuhkan sesuatu,di tinggal mengatakan nya,selagi masih dalam batas wajar dan mampunya,dia berjanji akan mengabulkan nya.


wita mengangguk sambil tersenyum.dia merasa sangat bahagia bisa berkumpul dengan orang orang di sekitaran arini yang penuh dengan kasih sayang.


wita akhirnya pamit untuk pulang karena bayinya hanya tinggal dengan ibunya saja.sementara sang ibu harus berjualan untuk memenuhi kebutuhan mereka.


arini memeluk dan mengucapkan terimakasih kepada wita sebelum dia pergi,tak lupa arini juga berpesan agar wita tetap menjaga komunikasi di antara mereka nanti nya jika arini sudah memiliki ponsel lagi.


senyum bahagia tak lepas dari bibir semua orang yang hadir di sana.meski dalam hati arini masih tersembunyi rasa takut,namun dia berusaha menutupinya karena melihat orang orang begitu bahagia dengan kepulangan nya.


****

__ADS_1


__ADS_2