
arini mulai terbiasa tanpa kehadiran suaminya di rumah ,begitu juga dengan putri kecilnya yang seakan akan faham dengan keadaan.
bisnis online yang di jalankan arini pun semakin lancar,bahkan arini menjual produk kecantikan dan cream pencerah wajah yang lagi viral,sebelum mempromosikan produknya arini terlebih dulu mencoba sendiri dan hasilnya begitu memuaskan,
wajah arini semakin hari semakin cerah dan glowing,hingga tetangga dan orang orang yang mengenal arini berebut membeli dagangan arini.
arini yang hendak berbelanja kebutuhan putri nya sambil mengendong arini turun dari motor di parkiran mini market yang tidak jauh dari rumah nya, tanpa sengaja menabrak seorang pria hingga barang bawaan pria tersebut jatuh,buru buru arini membungkuk meminta maaf sambil berusaha mengambilkan barang yang terjatuh.
tapi ketikaa arini mengangkat kepala dan beradu pandang dengan orang yang di tabrak nya mereka berdua sama sama kaget karena ternyata mereka saling mengenal satu sama lain.
"arini..??!!! ini benaran kamu"? tanya si pria dengan tatapan tidak percaya.
"eh,ini mas ibara?!, iya mas,ini arini" jawab arini terlihat gugup dan berusaha menetral kan degub jantung nya.
"mas ibra kok ada disni?"
"iya rin,mas mencoba peruntungan ke kota ini demi sesuap nasi dan sebongkah berlian hehe" canda ibra membuat arini tersenyum.
"gimana hasilnya mas,apa udah ketemu bongkahan berlian nya? aa udah, selamat ya mas jadi orang kaya dong sekarang,jangan lupa traktiran nya ya"
"apasih kamu rin, kamu gak berubah ya belum di jawab juga udah main jawab sendiri aja,kalau mau traktir kamu gak usah nunggu mas kaya,sekarang aja mas masih bisa traktrir kamu".
arini cengengesan mendengar perkataan ibra..
"hehe arini bercanda kok mas".
"ini anak kamu rin?".
"iya mas cantik kan"?
"iya cantik".
jawab ibra sambil mencubit pelan pipi gembul syakila
"iyalah cantik,bunda nya kan juga cantik imut lagi"
"iya kamu imut,imut imut kayak marmut".
"iss apaan sih mas ibra gak lucu tau,memang aku imut kok ,kalau aku gak imut gak mungkin dulu mas suka sama aku"arini tanpa sadar keceplosan membahas masa lalu.
"ehh... hmm maksudnya itu ,anu,aa aku mau belanja dulu ya mas" kata arini sambil menunjuk kearah mini market, arini merutuki dirinya dan mengayun langkah nya.
ibra hanya tersenyum melihat tingkah arini sambil bergumam pelan,
*kamu benar rin aku menyukai mu sejak dulu,bahkan sampai sekarang*
seakan tak ingin kehilangan kabar arini lagi ibra bergegas menyusul,setelah langkah kaki mereka ber iringan ibra meminta nomor ponsel arini dengan alasan ingin bersilaturahmi karena sana sama anak perantauan dan bagi arini tidak ada alasan untuk menolak.
sesampai nya dirumah arini langsung menuju kamar menidurkan syakila,arini antara kesal dan bahagia mengingat betapa manisnya ibra dulu kepadanya,
tapi dengan tega dia meninggal kan orang yang begitu menyayangi dirinya itu hanya karena berondong br*ngsek seperti nanda,tapi arini tak ingin menyesali pernikahan nya jika dia menyesal berarti dia tidak bersyukur dengan kehadiran putri kecilnya itu.
__ADS_1
*ting*
bunyi pesan masuk ke ponsel arini.
arini yang tengah mengingat pertemuan nya dengan ibra langsung membuka pesan yang masuk dari nomor baru,arini yakin itu pasti ibra....
*kamu udah sampai rumah rin?
*kamu makin cantik ya sekarang,pasti kamu sngat bahagia dengan suami kamu,mas kok jadi tambah iri sama suami kamu rin,mas selalu membayangkan mas yang jadi suami kamu hehe
*eh maaf ya rin, cuman becanda gak usah di ambil hati ya ,titip salam tuk suami dan anak kamu yg cantik.*
setelah membaca pesan dari ibra
pandangan arini mengabur,telaga bening tergenang di pelupuk mata nya,arini menarik nafas berat,dia tidak membalas pesan dari ibra.
ingatan arini kembali ke masa dulu tepat nya 2 tahun silam ,ketika dia belum menikah dan hanya dekat dengan ibra
#flasback 2 tahun silam#
* halo~ kamu mau mas bawain apa rin,mas mau kesana..
*gak usah bawa apa apa mas,yang penting mas udah disini udah buat aku kenyang dan bahagia kok.
*elehhh... beneran ya,nanti kalau mas bawa makanan jangan minta,soalnya mas lapar tapi mau makan disana aja.
*hehe ,beliin bakso kosong pake telor yang pedas,pake cuka,banyakin saos nya .
*hueeekk mau muntah ah,*
kata arini tersenyum sambil mematikan sambungan telefon ibra,begitulah arini dan ibra saling menyayangi dan saling cemburu jikalau ada orang yang mendekati salah satunya,tapi kalau ada yang bertanya hubungan mereka,mereka akan menjawab hanya teman,karena ibra tak pernah mengungkapkan rasa suka nya,dan mengajak arini berhubungan,ibra berfikir tidak perlu ada kata kata jadian yang penting perhatian dan kasih sayang begitulah menurut ibra defenisi tentang cinta .
ibra tidak faham perempuan itu begitu rumit dari pada benang kusutt meskipun pria menunjukkan kasih sayang dan perhatian nya secara nyata jika tidak ada ungkapan rasa, makaa si perempuan tidak akan mengakui bahwa si pria itu menyukainya maka itulah yang terjadi antara arini dan ibra.
hari hari berlalu kedekatan arini dengan ibra sudah mendapat lampu hijau dari orang tua arini karena ibra pratama adalah anak yang baik,sopan,dewasa,
dan selalu bisa menasehati arini kalau sedang bermasalah dengan orang tua nya.
hingga arini memutuskan untuk pergi ke kota lain mencoba peruntungan bersama hany.
awalnya orang tua arini tidak mengizinkan,orang tua arini takut arini akan salah pergaulan jika tanpa pantauan mereka,hingga akhirnya setelah perdebatan yang panjang dengan berat hati mereka mengizinkan arini pergi.
di tengah perjalanan hany bertanya mengapa arini tidak pamit kepada ibra.
"kamu gak pamitan sama mas ibra rin?".
"gak han,malas mas ibra suka bikin aku kesal".
"kesal kenapa ? padahal kalian kelihatan mesra mesra aja".
"mesra apa nya,! mas ibra tu gak mau ungkapin perasaan nya sama aku,kalau aku tanya pasti jawaban nya ~gak usah ke G-eran deh rin..! siapa coba yang gak kesal di gituin".
__ADS_1
"tapi kan kamu juga suka sama dia,ya udah kamu aja yang ungkapin duluan kenapa sih?"
"ya gak bisa gitu dong han,mas ibra kan laki laki harus nya lebih berani dong ,udah ah gak usah bahas dia lagi".
hany hanya bisa geleng geleng kan kepala sambil tersenyum melihat tingkah sahabat nya itu.
sementara itu arini tengah bimbang mau memeberi kabar sekarang pada ibra atau sesampainya di tempat tujuan...
arini berdebat dengan fikiran nya sendiri,akhirnya dia memutuskan akan menghubungi ibra sesampainya di tempat tujuan.
setelah perjalan yang panjang dan melelahkan akhirnya arini dan hany sampai di tempat yang di tuju,hany langsung membawa arini ke kos kosan nya untuk ber istirahat karena besok mereka akan mulai bekerja,hany bekerja sebagai karyawan di di sebuah pabrik dan disaat pabrik ktempat nya bekerja kekurangan beberapa anggota,hany memutuskan untuk mengajak arini ikut bersama nya.
ketika hany sudah menjemput mimpinya arini masih di landa berbagai rasa, rasa gundah, dan rindu yaa..arini tiba tiba begitu merindukan ibra,karena ini kali pertama mereka berjauhan seperti ini,tidak.sanggup lagi memendam kegelisahan nya arini memutuskan akan mengubungi ibra.
arini menghidupkan ponselnya yang sengaja di matikan selama perjalanan mendapat kan banyak pesan dan berpuluh puluh panggilan tak terjawab dari nomor ibra begitu ponselnya menyala.
*rin kamu dimana*
*rin kok nomor kamu gak aktif*
*kamu kenapa sih rin,aku ada salah sama kamu*
*besok aku kerumah kamu,hari ini aku belum bisa masih banyak kerjaan*
dan masih banyak pesan lainnya...
arini menghubungi ibra,baru saja tersambung suara ibra langsung terdengar menyapa arini
"kamu kemana aja sih rin,kok nomor kamu gak aktif,hp kamu rusak ya?!".
"gak mas hp aku gak rusak kok"
"terus kok nomor kamu gak aktif?".
"iya mas,aku memang sengaja matiin",
dan ibra pun tambah bingung mendengar jawaban arini.
"aku kemaren lagi di jalan,takut baterai hp nya habis makanya aku matiin".
"tumben lagi di jalan matiin hp,kayak kamu pergi jauh aja!!".
"hmmm,iya mas aku memang pergi agak jauh sih".
"hhaha dasar kamu rin.. kelihatan ya gak pernah jauh dari ketiak ibu mu, pergi agak jauh dikit aja lebay,main matiin ponsel pula,alasan nya takut habis baterai" kekeh ibra..
"iya aku memang gak pernah jauh dari ibu gak usah ngejek juga dong," sungut arini.
"hehe iya iya maaf ya,cup cup jangan ngambek dong cantik,nanti hidung nya melar lo" canda ibra.
"mas aku ikut sama hany,dan besok rencana nya aku udah mulai kerja".
__ADS_1
"ikut kemana ? bukannya hany merantau di kota A ya??, gak usah sok sok an mau merantau juga ya cantik,biar mas aja yang kerja ,nanti mas kasih kamu uang untuk keperluan mu".