Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
# pertengkaran


__ADS_3

di pagi harinya setelah arini selesai melakukan pekerjaan rumah seperti biasa,arini bersiap siap hendak pergi keluar,dia janjian dengan sahabatnya.


arini meminta di carikan pekerjaan kepada hany


karena arini sadar dia sudah tidak bisa lagi menjadikan suami nya sandaran,dia harus mulai belajar mandiri.


"mas aku izin keluar sebentar ya". kata arini kepada suaminya yang sedang bermain ponsel,karena arini tau walau bagaimana pun saat ini nanda masih suami sah nya,arini tidak mau pergi tanpa izin suaminya.


"kamu mau kemana rin,tumben kamu mau keluar,mas lagi di rumah lo,mas hari ini izin gak masuk sama bos mau menghabiskan waktu sama keluarga mas" kata nanda sambil menatap arini.


"maaf mas,aku ada janji sama hany dia ngajakin ketemuan sebentar,udah lama juga aku gak ngumpul sama teman teman aku mas" .


ngapain kamu ngumpul ngumpul sama mereka,


ingat ya arini kamu itu punya suami,tugas istri itu melayani dan patuh sama suaminya.


nanda meninggi kan suara nya kepada arini..


arini menarik nafas,dia berusaha tidak terpancing dengan keadaan,


"iya mas,aku tau kok aku seorang istri tapi apa salahnya sih aku ngumpul sebentar sama mereka,udah lama aku gak keluar walau hanya untuk jalan jalan".arini pura pura sedih


setelah beberapa saat nanda akhirnya mengizinkan arini pergi.


sambil menunggu jemputan trnsportsi online yang di pesan nya,arini bermain ponsel sambil menggerutu


*dasar suami gak tau malu,masih aja sok sok an bersikap sebagai suami yang baik,padahal menjijik kan,enak aja dia minta di layani, membayangkan dia lagi main sama lac*r nya membuat aku geli plus jijik*


setelah menunggu beberapa saat jemputan arini pun datang,dan mengantar arini ke tujuan.


sesampai nya di tempat yang di tentukan hany,arini berjalan mencari cari hany,dan akhirnya melihat sahabat nya itu tangah bermain ponsel di sudut cafe tempat mereka janjian dan arini berjalan ke arah hany sambil menggendong syakila putrinya.


"hay cantik,sendirian aja nih abang temenin ya" kata arini sambil senyum senyum membuat hany mendongak melihat siapa yang bicara..

__ADS_1


hany pun berdiri dan langsung memeluk sahabatnya itu,dia begitu merindukan arini sahabat tempat berbagi suka duka nya sedari dulu,namun terpaksa berjarak setelah arini menikahi nanda si berondong brengsek .


hany juga mencium cium pipi imut syakila,yang berada di gendongan arini..


"sama aunty yok sayang" arini langsung menggendong syakila yang mengemaskan, syakila seperti tau kalau itu adalah sahabat bunda nya dia pun tidak menolak di gendongan hany.


setelah lama membahas hal hal yang lucu


akhirnya bahasan yang utama tentang pekerjaan


yang di minta arini pun di bahas oleh hany.


kamu gak usah kerja deh rin,kasihan anak kamu masih kecil,kamu jualan online aja dari rumah,aku punya temen yang punya usaha online nanti aku kasih tau dia biar kamu jadi seller dia,kata arini.


hany menatap mata sahabat nya itu dengan rasa iba,kemudian arini tertawa,kamu ngapain sih liat aku kayak gitu tenang aja aku gak apa apa,ucap arini..


hany tau meskipun arini tidak menangis di hadapan nya tapi arini menyimpan luka yang dalam.


karena banyak nasehat yang di berikan oleh hany,arini pun akhirnya menurut saja,dia juga sebenarnya tidak tega pada anaknya tapi mau tidak mau harus tega ,begitulah pikir arini


sesampainya di rumah arini langsung bergegas ke kamar dia hendak menidurkan syakila yang sudah ngantuk di pelukan nya,ketika arini menidurkan syakila di atas kasur,samar samar arini mendengar orang berbicara sambil mendes*h dari arah kamar mandi,dengan berjalan pelan sambil berjinjit arini menguping dari pintu kamar mandi..


"sayang aku lagi pengen,yok ketemuan aku tersiksa banget tanpa kamu",terdengar suara nanda berbicara.


" aku gak bisa mas,aku lagi kerja besok aja ya mas"


sahutan suara dari sebrang sana.


arini menarik nafas kasar dia begitu jijik mendengar suaminya sedang bermesraan dengan selingkuhan nya meskipun di ponsel,lalu dengan sengaja arini menghentakkan kaki nya dengan kuat agar suami mendengar kalau dirinya sudah sampai rumah. arini menjatuhkan tubuhnya di kasur,dia berusaha menetral kan emosi dan degup jantung nya, dia tak ingin menangis lagi,tak ada rasa lagi rindu atau sejenisnya terhadap sang suami yang ada hanya rasa jijik dan rasa muak,tapi arini tidak mau terburu buru dia harus bisa mengontrol emosinya untuk saat ini.


"kamu udah pulang rin?" kata nanda sambil ber jalan ke arah arini.


"udah mas udah dari tadi,mas ngapain aja di kamar mandi kok lama banget"

__ADS_1


"khemm ,itu..,oo mas sembelit makanya lama" .


nanda nanpak agak gugup menjawab pertanyaan arini,dia mendekat ke samping tubuh arini dan ikut merebahkan diri,tangan nya mulai menjal*ri tengkuk dan telinga arini..


nafas nya terdengar berat seperti menahan sesuatu,arini bergeser dan menjauhkan tangan nanda.


"mas aku lagi halangan" sungut arini


"gak papa sayang mas udah gak tahan,mas sangat kangen sama kamu sebentar aja ya" nanda menatap arini dengan nafas yang sudah tidak beraturan.


"ya gak bisa dong mas" aku gak mau" ,tolak arini dan berusaha menjauh.


nanda menarik paksa arini dengan kasar dan hendak menciuminya,arini melawan dengan mendorong tubuh nanda dengan kuat,membuat nanda sangat marah..


"kamu apa apaan sih


,berani berani nya menolak ajakan suami mu ,itu kewajiban mu melayaniku sebagai seorang istri" nanda berteriak pada arini .


muak mendengar ucapan sang suami,arini menyahuti teriakan suaminya


"kewajiban?!!! selalu itu yang jadi landasan mas berbicara,apa mas udah melakukan kewajiban mas sebagai seorang suami!!? arini tak mau kalah.


"kewajiban aku udah aku penuhi,aku kerja banting tulang buat kalian,sukur sukur aku sudah mau kerja,kalau aku gak kerja kamu mau makan apa haa?" !!


dengan emosi yang sudah tidak bisa di bendung lagi arini menjawab


"kamu yakin banting tulang untuk aku mas,bukan buat selingkuhan mu yang bernama wita itu?!!!,udah berapa lama kamu selingkuh di belakang aku mas", teriak arini dengan nafas yang menderu,arini tak lagi sanggup menutupi sesak dalam dada nya,tanpa sadar air matanya menetes begitu saja...


dengan expresi kaget nanda mencoba berkilah


"wita siapa? kamu jangan fitnah mas ya!! mas gak pernah selingkuh,udah gak mau melayani suami sekarang malah menuduh suaminya yang tidak tidak,jangan sampai perkataan kamu itu jadi kenyataan ya arini, ingat suami mu ini masih muda,


tampan,kalau pun banyak yang suka sama mas ya... gak salah mas dong.

__ADS_1


nanda mengambil kunci motor nya sambil melanjutkan ocehan kekesalan nya pada arini...


" dapat suami tampan bukannya bersyukur malah cari masalah, mending aku pergi keluar dari pada dirumah,punya istri gak tau diri" kata nanda berlalu pergi meninggal kan arini yang tengah menangis.


__ADS_2