Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#ibra pratama 2 ( masih flash back)


__ADS_3

arini yang kesal mendengar celotehan ibra langsung menjawab..


"mas gak usah mikirin aku,aku bukan tanggung jawab mas,aku bisa kok usaha untuk diri sendiri,dan sekarang aku lagi di kost nya hany,udah ya aku mau tidur,besok mau kerja".


*tuttt*arini mematikan ponselnya.


arini kesal karena ibra selalu seperti itu,arini yang awalnya merasa bersalah karena tidak memberi tahu ibra akan kepergian nya malah jadi kesal kepada ibra.


selalu saja seperti itu,kalau dia memang suka kenapa tidak mengungkap kan,aku bukan cewek matre yang hanya mengharap kan uang saja,aku juga butuh kejelasan status,tapi setiap kali di tanya pasti banyak alasan.


arini menggerutu sambil membenarkan posisi tidurnya,dirinya harus tidur karena besok hari pertama nya bekerja arini tidak mau telat di hari istimewa nya itu.


sedangkan ibra yang sedang berusaha mencerna ucapan arini terlihat gelisah,


~apa maksud arini pergi bersama hany,apa dia serius,gak biasanya dia bercanda sperti itu,aku harus ke rumahnya sekarang juga.


akhirnya ibra sampai di rumah arini setelah berbasa basi dengan orang tua arini,ibra bertanya tentang keberadaan arini,orang tua arini terlihat kaget,,kenapa ibra sampai tidak tau,apa arini tidak memberi tau ibra bathin orang tua arini...


setelah mendapatkan jawaban ibra memutuskan untuk pulang,tidak ada lagi wajah semangat yang terlihat seperti biasa dari wajah ibra,bahkan untuk melangkahkan kaki pun terasa berat,


yaa begitu lah ibra pratama dia yang begitu mencintai arini kehilangan semangat hidupnya karena ditinggal arini merantau tanpa pamit ..


setelah beberapa hari arini di bekerja di kota barunya, ibra selalu menghubungi dirinya tapi arini selalu mengabaikan,arini masih kesal dengan ibra


karena bahkan sampai saat inipun ibra tak pernah mengungkapkan perasaan nya.


arini dan hany menjalani hari hari mereka dengan semangat,pekerjaan yang mereka lakukan terasa ringan walau kadang mereka harus lembur.


di tempat kerja arini begitu cepat akrab dengan karyawan yang lain hingga arini banyak di sukai karyawan disana. tidak sedikit pula karyawan laki laki yang ingin dekat dengan arini dan mengenal lebih jauh seorang arini tapi lagi lagi arini tidak tertarik.


tidak terasa waktu berjalan dengan cepat sudah hampir satu bulan arini bekerja dan tidak pernah peduli dengan pesan ataupun panggilan dari ibra.


hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengirim pesan ..


*maaf mas,aku lagi sibuk jadi gak sempat balas pesan *


tidak berapa lama menunggu balasan ibra pun datang


*iya gak papa rin,kamu sehat kan?,kamu udah makan? jangan suka telat makan nanti kamu sakit,bekerja seperlunya nya aja .*


*ciee perhatian banget sih,iya mas,aku sehat,mas juga sehat sehat ya disana*


*iyalah perhatian,nama nya juga adek tersayang*


~degh..!


antara sakit dan kecewa pesan dari ibra membuat arini galau.ternyata selama ini dia dan orang tuanya ke G-eran atas perhatian dan kasih sayang ibra terhadap nya,sambil terkekeh pelan menertawai dan merutuki dirinya arini membalas pesan ibra.


*iya mas,aku kan adeknya mas kok aku bisa lupa ya


hehe,yaudah ya mas arini capek mau rehat dulu,titip salam sama bapak sama ibu ya*


arini menutup ponselnya dia tak lagi membalas atau membaca pesan dari ibra,arini menatap langit langit kamar dia membayangkan semua kenangan yang di lalui nya bersama ibra,


~ternyata mas ibra hanya menganggap ku sebagai adek haha kenapa aku bisa Gr seperti ini,mengharap kan ungkapan rasa nya selama bertahun tahun,ungkapan rasa coklat kali yaaa ..


arini tertawa sendiri..menertawai diri nya yang merasa ke G-eran, di celah tawanya tanpa sadar airmata arini menetes, dada nya begitu sesak,arini patah hati......


setelah malam itu arini memutuskan membuka hati untuk siapapun yang mendekat,hingga akhirnya arini berkenalan dengan seorang pria yang bernama nanda syahputra,arini seperti tersihir


dengan semua gombalan dan janji manis yang di ucapkan oleh nanda,hany sangat menentang hubungan arini ,karena hany mendapat kabar dari teman teman nya kalau si nanda syahputra itu seorang playboy cap kodok hijau ,sudah banyak yang menjadi korban nya.


"rin,aku gak setuju ya kamu pacaran sama sikodok itu,dia tu playboy lo rin,di kantor banyak kok yang suka sama kamu ganteng ganteng lagi,lagian mas ibra mau kamu kemana in,dia sayang banget lo sama kamu !!!".

__ADS_1


"kamu jangan dengerin gosip murahan yang gak jelas kebenarannya dong han,aku tau kamu peduli sama aku,mas nanda baik lo orang nya coba deh sesekali kamu ikut aku jalan sama dia biar kamu tau dia itu gimana,ini bukan masalah kegantengan han,tapi kenyamanan! dan gak usah bahas mas ibra lagi,dia gak suka sama aku,dia cuman anggap aku adeknya,dia sendiri kok yang bilang..!".


"tapi rin dia itu umurnya masih di bawah kamu,kenapa sih kamu gak cari yang sedikit dewasa,yang umurnya di atas kamu".


"umur itu gak menjamin kedewasaan seseorang hany ku sayang,harusnya kamu ikut senang dong sahabat kamu dapat brondong,udah ya gak usah bahas yang gak penting lagi,yang jalani aku han,jadi aku yang tau mana yang cocok atau gak nya".


"aku gak yakin dia bakalan serius sama kamu rin,kamu kok keras kepala banget sih di kasih tau yang baik juga". hany mulai merasa kesal terhadap sahabatnya itu


"udah deh han,aku yang jalanin kenapa sih kamu yang sewot,mas nanda bilang dia mau serius kok".


"terserah kamu lah rin,capek ngomong sama kamu".


akhirnya hany menyerah berdebat dengan arini.


hari hari berlalu komunikasi antara ibra dan arini sudah hampir tak lagi terjalin,ibra masih sering mengirimi arini pesan dan mengubungi nya tapi arini selalu mengabaikan ,sementara hubungan arini dengan nanda semakin dekat.


sudah hampir 3bulan arini bekerja bersama hany,hampir 3 bulan juga hubungan arini dengan nanda terjalin,hingga arini memberanikan diri bertanya arah hubungan mereka,nanda berkata akan segera menikahi arini,arini yang kasmaran begitu bahagia,dirinya yang tidak pernah dekat dengan laki laki selain ibra merasa sangat bahagia bisa dekat dengan nanda,apalgi nanda sangat pandai merangkai kata dan romantis,membuat arini benar benar jatuh cinta ..


seperti hari ini nanda mengajak arini jalan jalan di sela waktu libur kerja,nanda mengajak airini ke sebuah taman,arini begitu bahagia,bibirnya tak berhenti tersenyum,mereka bergandengan tangan mencari tempat duduk di taman tersebut.


setelah duduk dan bercanda tiba tiba nanda berdiri dari kursi taman, dan bersimpuh di hadapan arini sambil mengeluarkan kotak kecil dari kantong jaket nya,


nanda mengangkat kotak kecilnya dan membukanya di hadapan arini dan nannda mengeluarkan sebuah cincin dari kotak itu.


"maukah kamu menikah dengan ku"??.


arini yang kaget terlihat begitu tidak percaya dengan apa yang terjadi,dengan gugup arini bertanya..


"k-kamu ngapain mas".


melihat arini yang shock nanda mengulangi lagi permintaan nya.


"arini lestari maukah kamu menikah dengan ku,?".


"aku gak peduli umur kamu arini,kita hanya selisih 3 tahun,dan itu tidak mengurangi rasa ku padamu,kalau kamu mau tolong terima cincin ini,dan kalau kamu menolak buang saja cincinnya".


arini yang sedang berbunga bunga tidak langsung menjawab pertanyaan nanda,dia masih agak sedikit shock dengan lamaran nanda yang tiba tiba


"ini,,, aku rasa aku gak mungkin mas".


"kenapa rin,apa yang salah dengan ku,? aku memang bukan orang kaya,tapi aku akan membuat mu bahagia".


nanda terlihat lesu mendengar jawaban arini.


"hmmm,aku rasa aku gak mungkin......


gak mungkin menolak kamu mas".


arini mengambil cincin lamaran dari nanda dan menyuruh nanda memasangkan di jari manis nya,mereka berpelukan,,arini terlihat sangat bahagia,setelah mereka lelah berjalan jalan dan bercanda di taman mereka memutuskan untuk pulang


sesampai nya di kost,arini menyampaikan kabar bahagianya kepada sahabat nya hany,


hany begitu shock mendengar kabar dari arini yang sudah seperti saudara nya itu,hany menatap lekat mata arini dia ingin melihat kebenaran disana,


hany merasa arini terlalu buru buru mengambil keputusan,


"kamu serius mau nikah sama si nanda itu rin? kamu baru 3bulan kenal sama dia,secepat itu kamu melabuhkan harapan hidupmu?!!".


"iya han,untuk apa aku berlama lama,kan kemaren kamu yang bilang kalau mas nanda gak serius nahh giliran dia ngajak aku nikah kamu malah gini,aku udah yakin kok sama dia aku ingin melabuh kan harapan ku padanya,dia yang begitu pandai membuat ku melayang dengan ucapan nya,dia yang jujur dan berani mengungkap kan isi hatinya,dia yang mengerti dan faham apa yang aku inginkan sebagai seorang perempuan".


hany benar benar seperti tidak lagi mengenal sahabatnya itu,dengan kesal hany menyuruh arini menghubungi orang tua nya.


arini memberi tau orang tua nya dia ingin menikah, meski awalnya banyak perdebatan yang terjadi dan arini mengancam akan menikah tanpa orang tua nya akhirnya orang tua arini menyetujui dan menyuruh arini membawa calonnya pulang ke kampung halaman .

__ADS_1


di tengah sibuknya persiapan pernikahan nya ,arini di landa kegundahan akankah dia mengabari ibra atau membiarkan saja ibra tau sendiri...


setelah beberapa saat berdebat dengan fikiran nya sendiri


akhirnya arini mnegirim pesan pada ibra,


*mas aku 2 minggu lagi mau nikah,mas datang ya kerumah*


setelah beberapa saat ponsel arini berdering,ternyata itu panggilan dari ibra,arini tidak menjawab dirinya bingung memulai pembicaraan dengan ibra nantinya.


sekali,dua kali 3kali sampai berpuluh puluh kali panggilan dari ibra masuk ke ponsel arini tapi arini tidak ingin menjawab,dia hanya menatapi ponselnya,hingga panggilan dari ibra terhenti berganti dengan pesan pesan yang begitu banyak.


*kamu kenapa rin,tolong jawab panggilan mas rin,


kamu baru 3bulan disana dan kamu udah mau nikah?! jadi mas selama ini gak berarti apa apa buat kamu rin,?? tolong jangan seperti ini,mas sayang sama kamu*


*rin mas gak mau kehilangan kamu,dimana alamat kamu biar mas datang,mas mau jemput kamu,kita pulang ya,kamu gak usah kerja lagi biar mas aja yang kerja*


antara kesal dan kasihan membaca pesan dari ibra


arini mencoba menetral kan emosinya yang kacau,


di sisi lain jauh di lubuk hati nya masih begitu menyayangi ibra,dan di sisi lainnya dia juga kesal kenapa baru sekarang ibra mengatakan sayang dan tidak mau kehilangan dirinya,setelah dia menerima rasa dan lamaran dari orang lain.


sementara itu di kediaman ibra,ibra terlihat seperti orang linglung,sebentar duduk kemudian berdiri dan duduk lagi,terus seperti itu hingga ibu ibra merasa jengah melihat putra nya itu.


"kamu kenapa sih nak? dari tadi gak mau diam,kamu ada masalah ?".


ibra yang memang tidak pernah ingin membuat susah orang tua nya lebih memilih memendam resah nya sendirian.


"gak kenapa napa kok buk cuman kecapean aja,ibra istrahat ke kamar dulu ya buk"


dikamarnya,ibra menepuk nepuk dada nya,ada yang sakit disana,seperti di himpit sebuah batu besar membuat nya kesulitan bernafas,netra nya mengabur dia menangis dalam diam.


*kenapa harus seperti ini rin?!,aku yang bertahun tahun membayangkan kamu jadi istriku,aku yang selama ini bersusah payah menjaga bunga itu agar tidak di sentuh orang, aku yang selama ini selalu menjaga hati ku,tapi kenapa akhirnya seperti ini?? kenapaaaa??!!!!*


ibra tak lagi sanggup menahan sakitnya,dia ingin berteriak agar semua sebak di dada nya berkurang


tapi dirinya tidak mau sang ibu tau kalau anak nya sedang tidak baik baik saja.


ibra memutuskan keluar rumah,dia tidak bisa berdiam diri saja di kamar,dia ingin mencari penawar sakitnya.


akhirnya ibra ikut nongkrong dengan teman teman nya,dia langsung meminum alkoh*l yang selama ini tidak pernah di sentuhnya,teman temanya nya yang selama ini mengetahui kedekatan nya dengan arini faham apa yang ibra rasakan,mereka tidak menghalangi ibra,mereka hanya memantau agar ibra tidak sampai berlebihan,dan mereka berharap setelah malam ini ibra akan kembali seperti biasa.


tidak terasa pernikahan arini pun telah di langsungkan,arini yang berharap melihat ibra tuk yang terakhir kali nya sesekali melihat lihat ke arah keramaian orang orang yang berkerumun namun dia tak menemukan ibra di sana.


setelah selesai acara pesta ala kampungnya arini di kerumuni teman teman nya,mereka berbagi cerita


dan sesekali mencandai arini


*rin,kamu kejam banget sih ninggalin mas ibra,padahal dulu nya kami yakin kalian bakalan jodoh*, kata salah satu teman nya arini


*iya ya padahal mas ibra mah masih menang dalam segala hal di banding suaminya arini*, celoteh teman arini yang satunya


*dengar dengar sih mas ibra terpukul banget lo rin,kata cowok aku dia sempat mabuk mabukan gitu*, teman arini yang lain ikut menimpali


*kayak nya dia udah gak di kampung nya lagi deh,udah beberapa minggu ini cowok aku gak pernah liat dia lagi* .


degh.. hati arini begitu sakit bagaikan ribuan jarum menusuk bersamaan mengetahui fakta bahwa ibra tenyata begitu mencintainya,tanpa sadar dia menangis sesengkukan,hari bahagia nya bercampur dengan kesedihan,teman teman arini mencoba menenangkan,mereka takut ucapan mereka menyakiti arini,tanpa mereka ketahui jauh di dalam hati arini,dia menyesal telah meninggalkan ibra ,dia menyesal terburu buru mengambil keputusan,dia menyesal karena tidak bersabar sedikit lebih lama ,tapi sebesar apapun penyesalan arini tidak akan merubah kenyataan bahwa dirinya kini telah menikah.


setelah menikah arini ikut suaminya ke kota A semenjak itu dia tak pernah lagi mendengar berita tentang ibra.


#flasback off

__ADS_1


__ADS_2