
waktu berlalu,bergulir begitu saja..hari menjadi minggu,minggu pun berganti bulan,tidak satu pun mahluk yang bisa menghentikan waktu.
ibra menyibukkan diri di bengkelnya yang semakin ramai,meskipun dia bos dan memiliki karyawan tak lantas membuat dirinya hanya diam berpangku tangan.
dia melakukan kesibukan agar ingatan nya tak selalu tentang arini,ibra mengira arini sudah kembali berbaikan dengan suami nya,dan dia tidak ingin menjadi benalu di kehidupan arini,sang wanita terkasih.
sementara arini,setelah resmi bercerai dengan nanda,dia memutuskan pergi dari rumah yang di tempati nya bersama keluarga kecilnya dulu,seperti apa yang di ucapkan nanda waktu itu.
arini memutuskan mencari tempat tinggal yang lumayan jauh dari tempat tinggal lama nya,agar bisa hidup dengan tenang.
tak terasa syakila sebentar lagi akan ber umur dua tahun,hany sering mengunjungi arini dan membantu arini mempersiapkan jika ada pesanan.
ya..selain menjadi seller dari berbagai cream dan kosmetik yang tengah viral,arini juga menerima pesanan prozen food atau apapun yang di pesan oleh orang orang jika ada acara di sekitar tempat tinggal nya.
kelihaian nya dalam mengolah berbagai jenis makanan,sering kali membuat orang memuji apapun yang di jual oleh arini.
__ADS_1
acap kali mereka menyuruh arini untuk membuka gerai agar semua orang tau dan dapat menikmati lezat nya olahan yang di sajikan oleh arini.tapi arini menolak nya dengan sopan.
"mba arini..di depan jalan besar di samping gang komplek kita ini ada ruko yang kecil di sewakan lo mba".
"memang nya kenapa buk taty?".
tanya arini kepada orang yang di panggil nya bu taty. ibu taty adalah tetangga arini yang sering bermain dengan syakila ketika sore hari atau ketika arini sibuk dengan pesanan nya.
"yaa di sewa dong mba arini.. masa iya di liatin".
"ahh bu taty bisa aja,untuk apa saya menyewa ruko buk?".arini bertanya seolah olah tidak faham.
"hehe buk taty ini, syakila masih kecil buk.saya belum berani ninggalin dia,mungkin nanti kalau syakila nya sudah agak besar".
"saya kan ada mba arini. saya sudah anggap syakila itu seperti cucu saya sendiri,mba arini gak usah takut atau khawatir".
__ADS_1
"lagian kan saya tidak punya aktifitas selain pekerjaan ibu rumah tangga biasa,bisa kok saya jaga syakila si lucu itu".
"bukan itu maksud saya buk taty.. saya hanya tidak mau kehilangan kesempatan menyaksikan tumbuh kembang nya.apalagi buk taty tau sendiri syakila hanya memiliki saya".
"saya tau maksud bu taty itu baik,terimakasih perhatian dan kebaikan ibu selama ini ya buk".
"kalau syakila sudah sedikit lebih besar dan saya bisa buka gerai,ibu taty adalah orang pertama yang saya kasih tau,dan akan saya minta tolong untuk bantuin saya".
ucap nya tersenyum sambi menepuk nepuk pelan tangan bu taty.
bu taty mengangguk angguk saja macam orang kena sentrum.
untuk saat ini begitulah pola pikir arini,dia tidak ingin menyia nyia kan setiap hal hal kecil dari pertumbuhan buah hatinya.
arini merasa untuk saat ini tabungan dari hasil penjualan creamnya sudah lebih dari cukup untuk bertahan hidup untuk dirinya dan peri kecilnya yang lucu.
__ADS_1
belum lagi hasil dari pesanan pesanan yang selalu datang meski tidak banyak.
arini sangat bersyukur meski tanpa suami,tuhan sangat menyayangi nya dengan memberi kan kesehatan dan rezeki yang berlimpah.