Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#seperti rencana(nanda)


__ADS_3

sudah sebulan lebih wita tinggal di rumah ibunya.setiap kali


aku mengajak nya pulang kerumah kami,dia selalu saja menolak dengan mengatakan kalau ibu mertua masih sakit.


aku merasa sedikit kacau akhir akhir ini,semua pekerjaan rumah aku yang mengerjakan.aku harus menyiapkan makanan bapak sebelum dan sesudah aku pulang dari bekerja.


sedangkan bapak hanya bisa mengatur ini dan itu.bahkan untuk menyapu rumah yang sudah sangat kotor pun dia tidak mau.dia malah menyuruh ku memaksa wita untuk pulang.


aku berusaha memberikan alasan jika ibu wita masih sakit,tapi dia tetap saja menyalahkan aku sebagi suami yang tidak berguna dan selalu saja mau di injak injak oleh istri.


jika sudah begitu,aku hanya akan diam dan tidak lagi menyahuti ucapan nya.


karena dikepala ku sudah penuh diisi dengan bagaimana cara nya nanti agar rencana ku berjalan mulus tanpa kendala.


aku benar benar merasa tidak akan sanggup jika harus kehilangan arini selamanya.


selama ini aku bertahan karena masih ada wita yang mengurusku dengan baik,meski tingkah dan ucapan nya sering membuat ku kesal.


arini masih saja begitu meninggi kan gengsi nya,hanya karena tidak ingin mengakui rasanya yang masih begitu besar kepada ku,dia malah berpura pura mencintai orang lain.


mungkin wajah laki laki itu sedikit tampan,tapi tetap saja tidak bisa menyaingi ketampananku.dan yang lebih penting aku jauh lebih muda darinya.


arini begitu bod*h karena menjatuhkan pilihan secara asal asalan,jika dia ingin membuat ku cemburu seharusnya dia memilih laki laki yang jauh lebih muda dariku.tapi ini malah mencari laki laki dewasa yang lebih pantas menjadi om nya ketimbang kekasih atau suami.


aku berusaha memaklumi arini,mungkin saja dia terlalu malu untuk mengakui keinginan nya yang begitu masih ingin bersama ku.sehingga bertingkah seperti itu.


setiap hari aku deg degan,menunggu datang nya hari dimana aku harus mendapatkan arini dengan acara apapun.seperti yang telah aku rencana kan bersama bapak,aku akan membawa arini ke suatu tempat dan kembali mengingatkan dia betapa indah nya saat kami tengah berbulan madu waktu itu.


kata bapak hanya dengan begitu arini tidak akan malu malu lagi untuk mengakui perasan nya.sungguh aku merasa arini seperti anak kecil yang baru pandai berpacaran saja.


jika dia mau,dia hanya perlu mengatakan nya,maka aku akan dengan senang hati memberikan dia kehangatan seperti dulu.

__ADS_1


aku tersenyum mengingat saat saat pertama kali kami mengawali hubungan sebagai suami istri.saat itu pun dia sempat mengulur waktu dan mengatakan jika dia belum siap.namun setelah aku memaksa akhirnya dia mau melakukan nya,untuk menutupi rasa malunya padaku dia berpura pura menangis dan bergumam mengatakan maaf.


entah untuk apa dia meminta maaf padaku malam itu.


"nan..buatin bapak kopi"


ucapan bapak seketika membuyarkan lamunan ku tentang arini.


aku sangat kesal pada bapak,apa salahnya dia buat kopi sendiri.padahal dulu sewaktu masih tinggal sendiri di rumah nya di kampung,dia bisa mengurus dirinya sendiri tanpa ada orang yang harus di suruh suruh.


"emang bapak gak bisa buat kopi sendiri"


tanya ku dengan suara ketus.


"kamu kan ada di rumah,ngapain bapak buat sendiri,lagian ini juga salah kamu.punya istri tapi malah di biarin di rumah ibunya,kalau bapak jadi kamu,udah bapak seret itu si wita"


"iya,iya...bapak memang yang paling hebat.nanda gak bisa seperti bapak,.wita juga jarang kerumah ibunya pak.biasanya dia selalu mencari alasan kalau ibunya nyuruh kami kesana,tapi karena ibunya lagi sakit,makanya dengan terpaksa dia tinggal di sana tuk sementara"


ucapnya lagi tak mau kalah.


aku yang sedang malas berdebat,segera membuat kan kopi untuk bapak agar dia bisa tenang.


setelah selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah.aku memutuskan untuk pergi dan meng online kan statusku agar segera mendapat penumpang saat aku keluar.


hari ini aku akan bekerja sebentar saja,aku harus membawa arini mengulang masa masa indah kami dulu.


aku yakin arini akan sangat bahagia,meski tak ter ucap kata dari mulut nya.


setelah mendapatkan lima orang penumpang,aku kembali menon aktifkan statusku.sudah saat nya aku memantau pergerakan arini.


aku pergi ketempat biasa,tempat dimana aku bisa melihat semua aktifitas arini istri tercinta ku.

__ADS_1


sudah hampir dua jam aku disini.namun aku tidak melihat ada apapun aktifitas dari rumah arini.


aku yang mulai lelah dan akan memutuskan untuk pulang melihat arini baru saja keluar dari rumah.


dia berjalan sendiri ke arah luar gang dengan langkah tergesa gesa.sepertinya kali ini tuhan memihak ku.karena tidak biasanya arini berjalan sendirian.


aku mulai bersiap siap mengikuti kemana arah tujuan nya.tidak lupa juga aku mengeluarkan sapu tangan yang sudah aku taburi obat pembuat linglung yang aku beli melalui online.


aku tidak bermaksud menyakiti nya.aku hanya tidak ingin dia membuat keributan dan mengagalkan bulan madu kami yang sudah aku rancang sedemikian indahnya.


aku menghentikan motorku di saat situasi benar benar sepi,aku berjalan sangat pelan di belakang nya menunggu waktu yang tepat.ketika aku sudah merasa aman,aku memanggil nya dengan lembut.


dia menoleh kearah ku dengan sedikit kaget,aku tau dia bahagia melihat kedatangan ku.numun dia masih saja berpura pura tidak menginginkan aku.


belum sempat arini mengatakan sepatah katapun aku langsung menempelkan sapu tangan milikku di mulut dan hidungnya.dengan sedikit memberikan penekanan agar dia tidak bisa berteriak.


sepertinya obat itu sangat manjur,aku merasakan tubuh arini melemah,meski mata nya masih menatap ku.


langsung saja aku membawa arini ke atas motor ku.


aku berusaha membuat dia duduk dengan tenang,namun karena kondisinya yang lemah dia tidak mampu duduk dengan baik.,akhirnya aku memesan taxi online agar membawa kami pergi dari sini secepat nya,sebelum ada orang yang melihat.


aku menitipkan motor ku di tempat biasa aku menunggu orderan.dengan memberikan sedikit uang dia bersedia menjaga motor ku hingga aku kembali menjemput.


aku membawa arini ke sebuah penginapan yang terletak di daerah pinggiran.aku meletakkan tubuhnya di atas kasur yang bertabur bunga bunga indah yang sengaja aku minta di siapkan oleh pihak penginapan.


aku tersenyum menatap arini yang masih tertidur karena pengaruh obatku.wajah nya yang semakin cantik dan mulus membuat darah ku mengalir semakin deras.


aku merasakan jantung ku berdetak tidak karuan.ingin sekali rasanya segera menyentuh dirinya,namun aku harus kembali untuk mengambil sepeda motor ku.


aku berbisik manja di telinganya mengatakan aku pergi sebentar dan agar dia bersabar menunggu kedatanganku.

__ADS_1


__ADS_2