
hany mengintip untuk memastikan apa yang di katakan oleh bu taty.
setelah melihat nanda tengah duduk santai di kursi depan rumah,hany langsung menghampiri nanda.
"ngapain kamu kesini?".
hany bertanya dengan suara ketus
"aku gak punya urusan sama kamu".
"dasar gak tau malu,udah kayak jelangkung aja datang tanpa di undang!!".
"terserah aku dong mau kemana,lagian ibu dari anak aku tinggal disini".
"anak??!!!,kamu punya anak tinggal disini?".
"sudah lah hany.. aku gak punya urusan sama kamu!!".
"dasar laki laki gak tau malu..ngaku ngaku seorang ayah,tapi tega ngusir anak nya yang masih bayi!".
"kalau aku yang jadi arini..udah aku masukin kamu sama si minyak jelantah itu ke penjara ,biar makin romantis!".
"setelah ngusir mereka dari rumah,sekarang kamu masih punya muka untuk datang dan seolah gak terjadi apa apa?!!".
hany benar benar marah,dia mengeluarkan berbagai kata kata puisi tak indah untuk nanda.
"ternyata kamu yang mengotori fikiran arini selama ini,pantas saja dia berani melawan,seandai nya kamu tidak datang untuk mengacau pasti kehidupan kami masih baik baik saja".
"sekarang lihat apa yang terjadi,syakila harus hidup terpisah dari ayah nya,itu semua gara gara kamu hany,dasar perempuan perusak!!".
nanda malah menyalahkan hany atas semua hal yang terjadi,dia tetap tidak merasa bersalah atau tidak ingin disalahkan lebih tepat nya.
arini yang mendengar keributan di luar bergegas datang dan melerai keduanya.
"sudah lah han..yuk masuk,kamu gak kasihan sma syakila,dia nyariin aunty nya dari tadi mau minta di pasangin topi katanya".
mau tidak mau hany melangkah masuk dan menghampiri syakila sang ratu lucu nan imut yang sebentar lagi akan ulang tahun.
"dan kamu mas,kamu gak usah kesini lagi".
"lagian untuk apa kamu datang?!,kamu mau mengacau lagi?".
"belum cukup kah mas semua kekacauan yang mas buat dalam hidup kami?!".
"kamu jangan ngomong gitu rin,mas kesini karena mas kangen sama kalian berdua".
"lagian mau bagaimana pun aku tetap ayah nya sykila,dan kamu gak bisa membantah itu".
"sudah lah rin..ini sudah enam bulan berlalu,lupakan semua nya,mari kita baik baik saja".
"kami baik baik saja mas,kamu memang ayah biologis syakila tapi ingat hanya ayah biologis,coba tanyai dirimu sendiri apakah kamu sudah pernah berperan sebagai ayah?!!!".
__ADS_1
arini menekan kata 'hanya'pada nanda,berharap nanda tau diri.
"aku akan berperan sebagi ayah yang baik rin,jadi mari kita pulang dan mulai lagi dari awal,kamu jangan dekat dekat dengan si hany itu,dia lah yang selama ini mencuci ot*k mu rin".
"ck ck ck mas..mas, kamu memang sudah tidak waras,lebih baik kamu pulang dan urusi istri mu".
"coba tanya hati mu rin,apakah benar aku sudah tidak punya tempat lagi di sana".
ucap nya dengan tersenyum
"aku gak akan pulang rin, lagian hari ini ulang tahun syakila! aku ingin hadir,biar orang orang tau akulah ayah nya ".
nanda bersikeras tidak mau pergi,sementara tamu tamu sudah mulai berdatangan.
untuk menghindari keributan akhirnya dengan berat hati arini membiarkan nanda untuk ikut terlibat dalam acara.
"sayang...sini sini sama ayah"
nanda memanggil syakila dan meraih nya dalam pelukan,tapi syakila berontak dan menangis minta di lepaskan,jeritan nya menarik perhatian beberapa orang,membuat arini,hany dan bu taty semakin kesal.
hany langsung mengambil syakila dari pelukan nanda dan membawa nya kebelakang untuk menenang kan nya.
"kamu jangan mengotori isi kepala syakila rin,kamu boleh masih benci sama aku,tapi jangan libat kan anak yang tidak tau apa apa itu".
dengan kesal nanda memarahi arini dengan suara berbisik.
"memang nya aku ngapain mas?!!".
"aku tidak perlu berbuat sejauh itu mas,harus nya kamu sadar diri,kenapa anak kamu sendiri tidak mengakui kamu sebagai ayah".
arini menjauh dari nanda,dia tidak habis fikir kenapa nanda semakin tidak jelas saja.
di tengah rasa kesal yang memuncak,tiba tiba dari depan terdengar suara orang mengucap salam.
setelah para tamu yang hadir dan menjawab salam semua mata tertuju ke arah orang yang baru datang.
bola mata indah arini membulat sempurna karena terkejut dengan kehadiran orang itu.
sementara tamu yang tengah di tatap itu nampak tersenyum manis,dan bertanya apakah dia boleh ikut bergabung dalam acara .
sementara hany yang baru datang ke ruang acara karena sudah berhasil menenangkan syakila,juga ikut gugup.
"hay han... kamu disni juga ternyata".
ucap sang tamu yang baru datang dengan senyuman,hany yang gugup hanya bisa mengangguk dan balas tersenyum.
syakila yang berada di gendongan hany ikut menoleh ke arah suara yang menyapa aunty nya.
setelah melihat siapa yang datang,syakila yang pintar dan lucu itu merosot turun dari gendongan hany dan berjalan menghampiri seraya memanggil .
"ayyaaaaaaa....hh".
__ADS_1
syakila memeluk kaki itu dan tetap memanggil manggil ayah.
sang tamu yang baru datang itu ternyata adalah ibra dan riski dirinya sedikit shock dengan panggilan syakila namun tetap menggendong nya dan menciumi pipi gembul itu.
"hay cantik....".
"kila uang taun ayyah..".
ucap nya dengan bahasa yang masih sedikit kurang jelas,namun masih bisa di fahami
"kila ulang tahun ya..kila senang gak?".
"tadi kulang cenaang yah,tapi ayah atang kila cenang".
arini dan hany menangis dalam diam,sementara nanda terlihat semakin kesal dan memtuskan untuk pergi namun masih sempat berbisik dan mengancam arini.
"kamu tidak akan bisa memisah kan aku dengan anakku rin,jangan sampai aku ajukan tuntutan hak asuh atas syakila".
"sebelum aku melakukan itu,sebaiknya kita kembali baik baik saja,atau kamu akan menyesal nanti nya".
kemudian dia berlalu pergi tanpa pamit.
untuk mencair kan suasana, hany dan bu taty memutus kan memulai acara.
syakila tidak mau turun dari gendongan ibra dan menyuruh ibra duduk bersama dia dan arini untuk potong kue. karena tidak punya alasan untuk menolak akhirnya ibra pun setuju.
acara ulang tahun syakila berjalan dengan lancar sampai selesai.setelah para tamu pulang kerumah masing masing,karena merasa kelelahan syakila tertidur di pangkuan ibra.
ibra mengelus elus pipi pipi gembul itu dan sesekali menarik pelan hidung nya yang sedikit mancung persis hidung sang ibu.
arini memperhatikan dari tempat duduk nya yang lumayan jauh,debaran di dada nya kembali bergemuruh,sesekali dia mengeleng gelang kan kepala nya.
hany dan bu taty yang juga memperhatikan hanya saling tatap kemudian tersenyum penuh arti.
"aduhhhh sepi amat kayak kuburan malam jum'at".
riski bersuara karena melihat sang bos hanya tertunduk dan fokus pada pipi dan hidung syakila.
hany dan bu taty tersenyum pada riski.
"kalau rame pasar dong".
balas hany.
"jauh jauh datang kesini cuman buat nonton drama tanpa suara mba".
"tau gitu saya biarin aja di rumah,melamun kayak orang kurang cairan".
ibra yang merasa dirinya tengah di sindir langsung melempar riski dengan botol air yang masih berisi.
melihat kejadian itu semua orang tertawa dan tidak terkecuali arini, tanpa sengaja mata mereka beradu sesaat kemudian keduanya mengalihkan pandangan dengan salah tingkah.
__ADS_1
~°°~