Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#ancaman nanda


__ADS_3

sudah hampir sebulan nanda tidak pernah datang kerumah atau sekedar basa basi menanyakan kabar putri nya,dia bagaikan hilang di telan bumi.


arini sudah lelah dan tidak perduli lagi tentang nanda,dirinya fokus mengumpulkan pundi pundi rupiah demi bertahan hidup,di sela kesibukan nya dia dan ibra selalu berbagi kabar,hingga hubungan mereka semakin hari semakin dekat saja,meski di dalam lubuk hati arini dia tau ini salah selagi dia masih berstatus istri orang,namun otak nya menolak dan membeberkan semua perlakuan suaminya.


ketika arini tengah asik dengan ponselnya tiba tiba arini mendengar gedoran dari arah pintu depan,dengan malas arini beranjak dan membuka pintu, dalam hati arini sudah tau itu pasti nanda ..


setelah pintu terbuka nanda langsung nyelonong masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu dan memanggil arini agar duduk bersama nya


"rin.. buatin mas kopi jangan terlalu manis".


arini yang tidak ingin menambah masalah pun akhirnya mematuhi nanda dan berlalu ..


"ini mas kopi nya".

__ADS_1


setelah selesai arini hendak pergi ke kamar dan meninggal suaminya,tapi nanda menyuruh nya duduk dan berkata ada yang ingin di sampaikan.


"duduk rin,mas mau bicara".


"mas mau bicara apa?".


"setelah banyak pertimbangan mas memutuskan akan membawa wita ke rumah ini,dan dia setuju, mas harap kamu bersikap baik pada wita,mau bagaimanapun dia juga istri mas"


lagi lagi nanda menyampaikan kabar itu dengan santai dan tanpa bersalah.


"enak saja kamu nyuruh aku menerima lac*ur mu itu dengan baik di rumah ini mas,sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau di madu"


"mau atau tidak itu tidak jadi masalah,rapihkan saja kamar kita,wita akan tidur disana kamu bisa tidur di kamar syakila."

__ADS_1


"kamu keterlaluan nanda,lebih baik ceraikan aku dari pada aku harus hidup seperti itu".


"kamu tidak punya pilihan rin,harusnya kamu sadar diri aku masih mau dan tidak menuntut apa apa darimu selain menerima wita".


"percaya sama aku rin,tidak akan ada laki laki yang akan mau sama kamu kalau sudah jadi janda,jadi syukuri aja aku masih mau nampung dan nafkahin kamu".


"hey nanda syahputra yang ter amat tampan,percaya diri sekali anda bicara seperti itu,kamu tidak sadar sudah beberapa bulan ini kamu tidak memberikan apapun padaku dan syakila,buktinya kami masih hidup tanpa mu".


nanda terdiam tak berkutik,dia baru sadar selama beberapa bulan ini sudah tidak memberi uang bulanan kepada arini,tapi untuk menutupi rasa malu dan kesalnya nanda tetap meninggikan suara dan memojokkan arini.


"baru beberapa bulan arini,aku yakin jatah bulanan yang aku berikan bulan sebelumnya masih banyak bukan,lagian aku jarang makan di rumah tidak mungkin habis untuk makan dirimu sendiri kecuali kamu berfoya foya".


arini lelah berdebat dengan manusia seperti suaminya,arini baru tau kalau mulut nanda seperti mulut perempuan,dengan terkekeh pelan arini berusaha menenangkan dirinya,percuma meladeni orang yang sedang di mabuk cinta begitu fikir arini..

__ADS_1


arini memutuskan pergi ke kamar karena sudah muak melihat wajah tidak berdosa suaminya itu,arini beranjak tapi nanda masih melanjutkan ucapan nya.


"rin mengertilah,tidak akan pernah ada perceraian di antara kita,dan kalau kamu tetap keras kepala,aku terpaksa mengusir kamu dari rumah ini dan jangan bawa anakku,biarkan wita yang merawatnya".


__ADS_2